
Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah merampungkan rangkaian Lomba Inovasi Daerah Tahun 2025.
Kompetisi tahunan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk menumbuhkan ekosistem inovasi yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah serta menyediakan solusi aplikatif atas berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat.
Mengusung tema “Inovasi Berbasis Kemandirian, Mendorong Percepatan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat,” ajang ini berhasil menjaring sejumlah karya inovatif dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum yang telah melalui proses seleksi proposal, presentasi, dan validasi lapangan.
Kepala Bappeda Kabupaten Ciamis, David Firda, melalui Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, Erfan, menyatakan bahwa orientasi dari kompetisi ini bersifat jangka panjang dan berkelanjutan.
“Salah satu syarat utama adalah karya inovasi yang dihasilkan harus memiliki potensi untuk dikembangkan dan direplikasi. Tujuannya adalah untuk mendorong kemajuan dalam penyelenggaraan pemerintahan serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat di Kabupaten Ciamis dan sekitarnya,” jelas Erfan.
Ia menambahkan bahwa dampak positif dari penyelenggaraan lomba sebelumnya telah terbukti.
“Sebagai contoh, salah seorang inovator dari tahun lalu yang mengembangkan pupuk organik kini sering diundang menjadi narasumber di berbagai daerah, bahkan hingga ke luar Pulau Jawa. Hal ini secara langsung memperluas jejaring dan potensi pengembangan usahanya,” papar Erfan.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Bappeda Ciamis tidak hanya akan mengajukan para pemenang ke kompetisi tingkat Provinsi Jawa Barat, tetapi juga sedang memfasilitasi pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Perlindungan melalui HKI sangat esensial untuk menjaga orisinalitas karya para inovator, mengingat tingginya potensi pemanfaatan oleh masyarakat luas,” tegas Erfan.
Sejumlah inovasi pemenang tahun ini dinilai memberikan solusi konkret pada sektornya masing-masing.
Staf Sarana dan Prasarana Produksi Peternakan dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Ciamis, Bara, memberikan apresiasi terhadap inovasi “Tul Zymenah” (Budidaya Ayam Sentul memanfaatkan Eco Enzyme).
Menurutnya, inovasi ini dapat mewujudkan efisiensi biaya pakan organik bagi para peternak Ayam Sentul, yang merupakan plasma nutfah Kabupaten Ciamis.
Di sektor pendidikan, inovasi berjudul “AROMA” (Augmented Reality Organ Dalam Manusia) karya Rizal Fahroni, seorang pendidik di SDN 10 Ciamis, menawarkan alternatif digital bagi sekolah yang memiliki keterbatasan alat peraga organ manusia.
Aplikasi ini memungkinkan visualisasi organ tubuh tiga dimensi melalui gawai.
Daftar Pemenang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Ciamis Tahun 2025
Adapun daftar lengkap para pemenang Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Ciamis Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Bappeda adalah sebagai berikut:
Kategori Aparatur Sipil Negara (ASN):
- Juara I: Derry Insan Akhira Yusman (Kelurahan Sindangrasa) – Inovasi: Kekasih Hati (Keluarga Asuh Balita Stunting).
- Juara II: Tatang Hidayat (Puskesmas Cipaku) – Inovasi: POC dan Paving HU (Pupuk Organik Cair dan Paving Blok dari Limbah Tahu).
- Juara III: Ane Kustini (RSUD Kawali) – Inovasi: Peran Santri Cetar (Sistem Antrian Cepat, Tepat, dan Rasional dalam Pelayanan Kefarmasian).
- Juara Harapan: Nanang Heryanto (SDN 3 Baregbeg) – Inovasi: Hypnoeducare (Layanan Kesehatan Mental Anak Berbasis Hipnosis dan NLP).
Kategori Masyarakat Umum:
- Juara I: Teti Rossini (Kecamatan Cisaga) – Inovasi: Tul Zymenah (Budidaya Ayam Sentul Ramah Polusi dengan Pakan Eco Enzyme).
- Juara II: Rizal Fahroni (SDN 10 Ciamis) – Inovasi: AROMA (Augmented Reality Organ Dalam Manusia).
- Juara III: Yan Yan Hidayat (Kecamatan Pamarican) – Inovasi: SAHABAT (Seribu Mikroba Sehatkan Tanaman).
- Juara Harapan: Rossy Nurhayati (Kecamatan Panjalu) – Inovasi: Kencana untuk Dewi Ma Jalu (Kentongan Bacaan Anak untuk Desa Wisata Masyarakat Panjalu).





