Berita

Kadisdik Jabar Evaluasi Total Bangunan SMKN 1 Cijeungjing

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purnomo, menyampaikan, pihaknya menaruh perhatian serius terhadap kondisi bangunan SMKN 1 Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, yang mengalami kerusakan meski baru selesai dibangun.

Ia menyebutkan bahwa proses evaluasi secara menyeluruh terhadap kualitas konstruksi gedung tersebut tengah dilakukan.

“Saat ini kami sedang mengkaji apakah bangunan tersebut masih memungkinkan untuk difungsikan, baik dari sisi keamanan maupun kelayakan teknis lainnya,” ujarnya, dilansir dari kompas.com, Rabu (25/6/2025).

Purnomo, yang baru saja menjabat sebagai Kadisdik, menekankan bahwa langkah awal yang diambil oleh jajarannya adalah melakukan koordinasi lintas dinas guna meninjau kondisi fisik bangunan di lapangan.

Ia menyoroti pentingnya validasi kelayakan fungsi, apalagi berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat indikasi adanya aktivitas pergerakan tanah di lokasi pembangunan.

Baca Juga :  Menyelami Tradisi Nyepuh di Ciomas Panjalu

“Kami harus benar-benar memastikan fungsionalitasnya. Ada informasi mengenai pergeseran tanah yang berpotensi memengaruhi struktur bangunan,” ungkapnya.

Jika dalam hasil evaluasi nantinya bangunan masih dianggap layak untuk digunakan, maka Dinas Pendidikan akan segera menyusun mekanisme pengoperasian serta pengaturan kegiatan belajar mengajar di lokasi tersebut.

Lebih lanjut, Purnomo menegaskan bahwa kejadian ini menjadi refleksi penting dalam perencanaan proyek pendidikan ke depan.

Ia menilai bahwa aspek pengawasan terhadap pelaksanaan proyek, termasuk pemilihan vendor dan manajemen teknis di lapangan, harus diperkuat guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami akan memperbaiki tata kelola. Pengawasan harus diperketat, dan perencanaan harus dilakukan dengan matang sejak awal,” tandasnya.

Diketahui, proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) di SMKN 1 Cijeungjing menelan biaya sekitar Rp2,6 miliar, namun bangunan tersebut dinilai tidak memenuhi spesifikasi teknis dan dinyatakan tidak layak pakai, bahkan berisiko membahayakan keselamatan siswa.

Baca Juga :  Gebrakan Transformasi Digital Bank BJB di UM, Bayar Kuliah Kini Tak Perlu Antre!
Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca