
Memasuki awal tahun 2026, Kecamatan Panjalu di Kabupaten Ciamis mendadak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial berkat kemunculan destinasi wisata kekinian bernuansa kabut pegunungan.
Tidak lagi hanya mengandalkan pesona magis Situ Lengkong, wilayah di utara Ciamis ini sukses memadukan wisata sejarah dengan tren kedai kopi estetik yang menyasar generasi muda.
Fenomena ini secara langsung mendongkrak perputaran ekonomi warga setempat dan menjadikannya rujukan utama liburan akhir pekan di Jawa Barat.
Transformasi besar-besaran ini tentu tidak lepas dari perbaikan aksesibilitas menuju kawasan tersebut.
Kini, para pelancong dari arah Tasikmalaya, Majalengka, maupun pusat kota Ciamis dapat menjangkau wilayah dataran tinggi ini dengan jauh lebih mulus.
Sementara itu, suhu udaranya yang sejuk berkisar antara 18-24 derajat Celcius menjadikan kawasan ini sebagai pelarian sempurna dari teriknya kawasan perkotaan.
Oleh karena itu, bagi Anda yang sedang menyusun rencana perjalanan liburan, memasukkan wilayah ini ke dalam daftar prioritas adalah sebuah keharusan.
Transformasi Wisata di Kecamatan Panjalu Tahun 2026
Daya tarik utama kawasan ini tentu saja masih berpusat pada ikon legendaris, yaitu Situ Lengkong.
Namun, kawasan cagar alam seluas puluhan hektare tersebut kini tampil jauh lebih rapi dengan pengelolaan fasilitas umum berstandar tinggi.
Pengunjung tidak hanya sekadar menyewa perahu kayu tradisional untuk berziarah ke Nusa Gede (pulau di tengah danau), tetapi juga dapat menikmati spot foto baru yang menghadap langsung ke bentang alam hijau berselimut kabut tipis di pagi hari.
Selain itu, tren wisata berkemah atau glamping (glamorous camping) juga mulai menjamur di tepian danau dan lereng-lereng perbukitan sekitarnya.
Fasilitas penginapan berkonsep ramah lingkungan (eco-tourism) ini menawarkan pengalaman tidur di alam terbuka tanpa perlu repot membawa tenda sendiri.
Konsep inilah yang membedakan Kecamatan Panjalu dengan kawasan wisata pegunungan lain di Priangan Timur.
Selanjutnya, sektor kuliner lokal juga mengalami lonjakan pamor. Warung-warung nasi liwet tradisional kini berdampingan dengan kedai kopi modern berkonsep semi-terbuka (outdoor).
Menikmati secangkir kopi hangat khas pegunungan sembari memandangi hamparan air danau yang tenang tentu memberikan relaksasi maksimal.
Daftar Desa yang Membentuk Wilayah Administratif
Sebagai salah satu pusat peradaban kuno dan pergerakan ekonomi di bagian utara Kabupaten Ciamis, wilayah administratif ini terdiri dari 8 desa yang masing-masing menyimpan potensi agrobisnis dan industri rumahan unggulan:
- Desa Bahara
- Desa Ciomas
- Desa Hujungtiwu
- Desa Kertamandala
- Desa Mandalare
- Desa Maparah
- Desa Panjalu
- Desa Sandingtaman
Potensi luar biasa dari kedelapan desa inilah yang menopang stabilitas pariwisata di kawasan tersebut.
Ke depannya, wilayah ini diproyeksikan akan semakin bersinar sebagai sentra ekonomi kreatif yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kelestarian alam.





