
Jalan desa yang menjadi akses utama antara Desa Situ Mandala dan Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini terancam putus setelah tebing di bawah badan jalan mengalami longsor.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (31 Oktober 2025) sekitar pukul 17.00 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Lokasi longsor berada di Dusun Sitularang Tonggoh RT 05 RW 06, Desa Situ Mandala.
Longsoran tebing menyebabkan sebagian bahu jalan amblas dan menimbun area di bawahnya yang merupakan aliran sungai kecil.
Akibatnya, jalan desa yang sebelumnya bisa dilalui berbagai jenis kendaraan kini hanya dapat dilewati oleh sepeda motor, sementara mobil dan truk terpaksa dialihkan melalui jalur alternatif.
Untuk mencegah kecelakaan, warga sekitar memasang bambu sebagai rambu darurat di tepi jalan.
Rambu sederhana itu dibuat sebagai tanda peringatan bagi pengguna jalan agar berhati-hati saat melintas di lokasi yang rawan longsor tersebut.
Hujan Deras Picu Runtuhnya Tebing Jalan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, ST, M.Si, menjelaskan bahwa peristiwa longsor itu terjadi akibat intensitas hujan yang sangat tinggi pada Jumat sore.
Curah hujan yang deras membuat selokan di sisi jalan meluap, sehingga air yang tak tertampung menggerus tanah di bawah badan jalan.
Kondisi tersebut memicu runtuhnya tebing jurang yang menopang jalan penghubung antar desa tersebut.
“Derasnya air hujan membuat aliran selokan tidak mampu menampung debit air, sehingga tanah di bawah jalan tergerus dan akhirnya runtuh,” ungkap Ani Supiani saat dikonfirmasi.
Ani menambahkan, material longsoran menimbun sebagian sisi sungai kecil di bawah jalan, serta menyeret sebagian bahu jalan utama.
Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan seluruh badan jalan dapat ambles dan terputus total, yang tentu akan mengisolasi akses warga antara dua desa tersebut.
Kejadian Serupa Terjadi di Panjalu Sehari Sebelumnya
Hanya sehari sebelum insiden di Rancah, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Panjalu.
Pada Kamis (30 Oktober 2025) sore, tembok penahan tebing (TPT) di sepanjang jalan raya Kawali–Panjalu, tepatnya di Desa Sandingtaman, dilaporkan runtuh sepanjang 15 meter.
TPT dengan tinggi sekitar enam meter tersebut ambruk akibat tergerus air hujan deras dan menyebabkan material longsoran menimpa sawah serta kolam milik warga di bawahnya.
Petugas segera memasang rambu-rambu darurat di sekitar lokasi untuk menghindari potensi kecelakaan lalu lintas, karena sebagian badan jalan di titik tersebut ikut terancam runtuh.
Warga Diminta Waspada terhadap Potensi Longsor Susulan
Melihat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem, BPBD Ciamis mengimbau warga agar tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah dengan kontur tanah miring atau dekat tebing.
Ani Supiani menyebutkan, curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir meningkatkan risiko pergerakan tanah dan longsor susulan.
“Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan aparat desa serta relawan tangguh bencana untuk mengantisipasi potensi longsor lanjutan,” ujarnya.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak melintas terlalu dekat dengan tebing yang retak atau bahu jalan yang tampak amblas, karena pergeseran tanah bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa tanda-tanda awal yang jelas.
Pemerintah Akan Lakukan Penanganan Darurat
Pemerintah Desa Situ Mandala bersama BPBD dan Dinas PUPR Kabupaten Ciamis tengah melakukan survei lapangan untuk menilai tingkat kerusakan dan menentukan langkah penanganan.
Dalam waktu dekat, rencananya akan dilakukan penanganan darurat berupa pemasangan penahan sementara di tepi jalan guna mencegah longsor susulan yang dapat memperparah kerusakan.
Selain itu, dinas terkait juga menyiapkan rencana perbaikan permanen, termasuk pembangunan struktur penahan tebing baru agar akses jalan antara Desa Situ Mandala dan Desa Cisontrol dapat kembali normal serta aman dilalui kendaraan roda empat.
Bagi masyarakat sekitar, jalan yang terdampak longsor ini merupakan jalur vital yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti bersekolah, berdagang, maupun mengangkut hasil pertanian.
Putusnya akses jalan ini tentu akan berdampak pada perekonomian warga dua desa tersebut.
Salah seorang warga, Rohman (45), mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan tersebut.
“Kami berharap pemerintah segera memperbaikinya. Kalau jalan ini sampai putus, warga akan kesulitan ke pasar atau ke sekolah karena jalur alternatif lebih jauh dan menanjak,” tuturnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Ciamis dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Dengan kondisi cuaca yang belum menentu serta struktur tanah yang labil, warga diharapkan tetap berhati-hati dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
Pemerintah daerah juga diminta untuk mempercepat langkah mitigasi agar bencana serupa tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian lebih besar di kemudian hari.





