
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis menorehkan prestasi gemilang menjelang tutup tahun 2025.
Secara mengejutkan, Baznas Ciamis lampaui target zakat nasional yang ditetapkan pusat sebesar Rp24,4 miliar, dengan total penghimpunan menembus angka Rp25,6 miliar pada pertengahan Desember.
Ketua Baznas Ciamis, H. Lili Miftah, mengungkapkan bahwa capaian fantastis ini justru didorong oleh partisipasi masif masyarakat melalui gerakan donasi sederhana.
Prestasi ini menjadi bukti nyata tingginya kesadaran berbagi warga Ciamis di tengah berbagai dinamika ekonomi saat ini.
Ringkasan Berita
Rahasia Unik di Balik Keberhasilan Baznas Ciamis Lampaui Target Zakat
Banyak pihak tentu bertanya-tanya, strategi jitu apa yang diterapkan sehingga Baznas Ciamis lampaui target zakat jauh sebelum batas waktu kalender berakhir?
Jawabannya ternyata bermuara pada sebuah inovasi merakyat yang diberi nama program “kencelengisasi”.
Program ini mengusung konsep yang sangat sederhana namun memiliki daya dobrak sosial yang luar biasa.
Pihak Baznas secara aktif mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyisihkan uang receh pecahan Rp200, Rp500, hingga Rp1.000 ke dalam celengan khusus yang telah disediakan.
Pada tahap awal peluncuran, Baznas sendiri sempat merasa pesimis mengingat kondisi perekonomian masyarakat yang masih berfluktuasi.
Namun, kenyataan di lapangan sungguh di luar dugaan. Sedikit demi sedikit, tumpukan uang receh tersebut berakumulasi dan menciptakan kekuatan finansial yang sangat masif.
Antusiasme warga, mulai dari pelosok pedesaan hingga wilayah perkotaan, membuktikan bahwa niat ikhlas untuk beramal tidak perlu menunggu hingga menjadi kaya raya.
Bahkan, mesin otomatis penghitung koin milik Baznas dilaporkan sampai kewalahan memproses ratusan ribu keping uang logam yang disetorkan warga.
Keberhasilan fenomenal dari program kencelengisasi ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa partisipasi publik secara kolektif mampu memberikan dampak yang luar biasa besar.
Rekam Jejak Pertumbuhan yang Konsisten Setiap Tahun
Fakta membanggakan bahwa Baznas Ciamis lampaui target zakat pada tahun ini bukanlah sebuah kebetulan instan semata.
Jika kita menilik data ke belakang, tren penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah Kabupaten Ciamis selalu menunjukkan grafik pertumbuhan yang menanjak tajam secara konsisten.
Lili Miftah memaparkan dengan bangga bahwa hampir tidak ada masa stagnan dalam catatan keuangan lembaga yang dipimpinnya.
Pada tahun 2021 silam, total dana zakat yang berhasil dihimpun baru menyentuh angka Rp6 miliar.
Hanya berselang satu tahun, angka tersebut melonjak drastis hampir dua kali lipat menjadi Rp11 miliar pada penghujung tahun 2022.
Tren positif ini terus berlanjut tanpa henti. Pada tahun 2023, penghimpunan kembali meroket dan mencapai rentang Rp20 miliar hingga Rp22 miliar.
Selanjutnya, di tahun 2024, angkanya berhasil menembus Rp23 miliar.
Oleh karena itu, ketika pada tahun 2025 angka penghimpunan berhasil melesat hingga Rp25,6 miliar, hal ini murni merupakan hasil dari sistem tata kelola yang terukur dan profesional.
Evaluasi program yang rutin serta pengawasan ketat memastikan tingkat kepercayaan masyarakat tetap terjaga dengan sangat baik dari waktu ke waktu.
Dampak Langsung bagi Kesejahteraan Mustahik
Tentu saja, keberhasilan gemilang dalam pengumpulan dana ini tidak akan bermakna maksimal tanpa adanya proses penyaluran yang cepat dan tepat sasaran.
Semakin besar dana yang berhasil terhimpun, otomatis semakin banyak pula mustahik (penerima manfaat) yang bisa ditolong dan diberdayakan.
Dana puluhan miliar tersebut telah dialokasikan melalui beragam program prioritas, baik yang bersifat produktif maupun konsumtif.
Penyalurannya meliputi bantuan modal usaha tanpa bunga bagi pelaku UMKM kecil, beasiswa pendidikan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga prasejahtera, hingga bantuan pemenuhan kebutuhan dasar bagi lansia dhuafa sebatangkara.
Melalui skema penyaluran yang sangat terstruktur ini, Baznas bukan sekadar memberikan bantuan amal sesaat.
Mereka berupaya keras untuk menciptakan kemandirian jangka panjang bagi para penerimanya.
Transparansi pelaporan juga menjadi kunci utama mengapa warga senantiasa rela terus menyetorkan zakatnya.
Kolaborasi Solid Pemerintah, Ulama, dan Masyarakat
Selain mengandalkan program inovatif, sinergi lintas sektor menjadi pondasi paling kuat dalam mewujudkan pencapaian luar biasa ini.
Pihak Baznas menyadari sepenuhnya bahwa mereka tidak bisa bekerja sendirian dalam mengedukasi dan merangkul masyarakat.
Dukungan penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis turut memberikan payung hukum dan instruksi yang jelas.
Hal ini sangat efektif, terutama dalam mendorong kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar menyalurkan zakat profesinya secara terpusat.
Di sisi lain, peran aktif para ulama dan tokoh masyarakat juga terbukti sangat krusial.
Melalui mimbar-mimbar masjid dan kajian majelis taklim, para ulama tidak henti-hentinya mensosialisasikan pentingnya menunaikan kewajiban berzakat.
Kolaborasi tiga pilar utama inilah yang akhirnya sukses menciptakan ekosistem filantropi Islam yang sangat sehat, transparan, dan berkelanjutan di Ciamis.
Target Ambisius Rp30 Miliar Menanti di Tahun 2026
Setelah merayakan fakta bahwa Baznas Ciamis lampaui target zakat pada akhir tahun 2025 ini, langkah mereka selanjutnya justru dirancang semakin menantang.
Menyongsong tahun 2026, Baznas Kabupaten Ciamis telah resmi mematok target penghimpunan baru yang jauh lebih tinggi, yakni menembus angka Rp30 miliar.
Target yang terkesan ambisius ini sejatinya dianggap sangat realistis, mengingat besarnya potensi infak desa serta kesadaran berzakat warga yang trennya terus meningkat tajam.
Fokus utama Baznas ke depan tidak lagi sekadar berpusat pada peningkatan jumlah nominal donasi semata, melainkan juga pada penguatan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Selain itu, inovasi terkait digitalisasi sistem pembayaran zakat diprediksi akan semakin digencarkan secara masif.
Strategi pemanfaatan teknologi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan donatur, khususnya untuk menarik minat generasi milenial dan Gen Z yang jauh lebih akrab dengan transaksi nontunai.
Kesimpulannya, perjalanan panjang Baznas Ciamis telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi sistem pengelolaan zakat di tingkat nasional.
Tata kelola manajemen yang transparan, inovasi program yang merakyat, serta kolaborasi yang erat dan harmonis adalah kunci kesuksesan sejati dalam mengubah kepingan uang receh menjadi miliaran rupiah yang membawa berkah melimpah bagi seluruh umat.





