Berita

Puslabfor dan Bareskrim Polri Kumpulkan Bukti di Lokasi Keracunan Massal Ciamis

Kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa SMP Negeri 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (30/9/2025), mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian.

Markas Besar Polri menurunkan tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dan Bareskrim untuk melakukan penyelidikan langsung di lokasi kejadian.

Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah SH SIK MH, menjelaskan bahwa penyelidikan sudah dilakukan secara intensif sejak hari pertama insiden, Senin (29/9/2025).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolda Jawa Barat yang meminta agar kasus tersebut ditangani secara serius.

“Sejak awal kejadian, kami sudah melakukan pemeriksaan secara masif dengan melibatkan Polda Jabar dan Mabes Polri. Kini Puslabfor dan Bareskrim turut turun ke lapangan untuk mengumpulkan bukti,” jelas AKBP Hidayatullah.

Dalam rangkaian penyelidikan, sebanyak delapan orang saksi telah dimintai keterangan.

Baca Juga :  Cara Meningkatkan Wawasan Kebangsaan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Salah satunya adalah pengelola dapur Sekolah Pangan dan Gizi (SPPG) yang memasok makanan berbasis gizi (MBG) kepada 442 siswa SMPN 4 Pamarican di Desa Sukajadi.

Keterangan para saksi ini menjadi dasar bagi penyidik untuk menelusuri apakah penyebab keracunan disebabkan kelalaian, kontaminasi, atau bahkan unsur kesengajaan.

“Semua masih dalam proses. Nantinya, hasil penyelidikan akan menentukan pasal-pasal hukum yang dilanggar,” tambah Kapolres.

Berdasarkan data terbaru, dari 47 siswa yang mengalami gejala keracunan, sebanyak 17 sempat mendapat perawatan medis di puskesmas dan rumah sakit terdekat. Hingga Selasa pagi (30/9/2025), lima siswa masih menjalani perawatan intensif.

Menurutnya, dua korban masih dirawat di RSUD Kota Banjar, dua lainnya di Puskesmas Pamarican, dan seorang lagi di Puskesmas Banjarsari.

“Selebihnya sudah diperbolehkan pulang dan menjalani pemulihan di rumah masing-masing,” ungkap AKBP Hidayatullah.

Baca Juga :  Ciamis Hampir Tembus Target PBB-P2 2025, Realisasi Sudah Mencapai 94,23 Persen

Meski sebagian besar siswa sudah kembali ke rumah, pihak kepolisian bersama tenaga medis tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan mereka.

Sebagai langkah pencegahan, aktivitas dapur SPPG yang memasok MBG untuk SMPN 4 Pamarican dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kegiatan SPPG sudah diberhentikan sementara. Surat pemberhentian resmi telah dikeluarkan oleh BGN, dan itu memang kewenangan mereka,” tegas Kapolres Ciamis.

Pihak kepolisian berharap hasil penyelidikan yang dilakukan secara menyeluruh ini dapat segera mengungkap penyebab utama keracunan massal.

Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan dapat mencegah kejadian serupa menimpa siswa di masa mendatang.

“Petugas masih terus melakukan pemantauan. Mudah-mudahan kasus ini menjadi yang terakhir dan tidak terulang lagi,” tutup AKBP Hidayatullah.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca