Berita

Presiden Prabowo Tegaskan Program Digitalisasi Pembelajaran sebagai Lompatan Besar Transformasi Pendidikan Nasional

Presiden Prabowo juga mengapresiasi laporan Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, yang menyebutkan bahwa hingga 16 November 2025, sebanyak 173.000 IFP telah terpasang dan digunakan di sekolah serta PKPM.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa peluncuran Program Digitalisasi Pembelajaran merupakan langkah strategis yang sangat penting untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional.

Program ini disebut sebagai “lompatan besar” agar Indonesia tidak kembali tertinggal di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri peluncuran program di SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Senin (17/11/2025).

Dalam kesempatan ini, Presiden menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi utama kebangkitan bangsa.

“Tidak ada kemakmuran tanpa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya dengan tegas.

Presiden Prabowo juga mengapresiasi laporan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang menyebutkan bahwa hingga 16 November 2025, sebanyak 173.000 interactive flat panel (IFP) telah terpasang dan digunakan di sekolah serta Pusat Kegiatan Pembelajaran Masyarakat (PKPM).

Baca Juga :  Bambang Wuryanto, dari Petani Menjadi "Singa Senayan"

Angka ini sudah mencapai 75 persen dari target nasional 288.865 unit untuk tahun pertama.

Dengan kecepatan distribusi tersebut, Presiden menilai program digitalisasi pembelajaran ini sebagai salah satu yang terbesar dan tercepat di dunia.

Program ini memprioritaskan pemerataan akses, khususnya bagi wilayah 3T terluar, terdepan, dan tertinggal.

Beberapa panel bahkan dipasang di daerah pegunungan dengan akses yang sulit, memastikan bahwa seluruh siswa di Indonesia mendapatkan kesempatan belajar yang setara.

Presiden menegaskan, “Semua sekolah harus mendapat kesempatan yang sama.”

Tidak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan perluasan program pada 2026.

Setiap sekolah akan ditambah tiga panel digital, dengan total sekitar satu juta panel baru yang akan didistribusikan ke seluruh Indonesia.

“Kalau ragu, tidak akan ada kemajuan. Kita canangkan, kita kejar, dan kita capai,” tegas Presiden Prabowo.

Baca Juga :  Bikin Haru! 5 Sosok Ini Terima Penghargaan Guru Ciamis dari Bupati karena Dedikasi Tinggi

Selain itu, Presiden memerintahkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk membangun studio pengajaran terpusat di Jakarta.

Studio ini akan menyiarkan materi pembelajaran berkualitas ke seluruh Indonesia, sekaligus membuka akses modul pembelajaran digital secara gratis bagi siswa dan orang tua di rumah.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara merata dan mendukung proses belajar yang lebih interaktif serta menarik.

Program Digitalisasi Pembelajaran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan global.

Dengan pemanfaatan teknologi, diharapkan proses belajar mengajar menjadi lebih efektif, inklusif, dan menyenangkan, sekaligus menyiapkan siswa Indonesia untuk bersaing di era digital yang semakin kompleks.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca