Berita

Pedagang Telur di Pasar Manis Ciamis Kewalahan Penuhi Pesanan Dapur MBG

Salah satunya adalah Evi Herawati, pedagang telur dan sembako, yang merasakan langsung perubahan drastis pada pola permintaan sejak program MBG mulai berjalan.

Lonjakan permintaan telur di Pasar Manis Ciamis dalam beberapa pekan terakhir membuat sejumlah pedagang kewalahan memenuhi kebutuhan konsumen.

Situasi ini dipicu oleh bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memerlukan pasokan telur dalam jumlah besar setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dapur penyedia menu bergizi bagi masyarakat.

Di tengah meningkatnya perputaran komoditas pangan tersebut, pedagang sembako di Blok C Pasar Manis Ciamis kini memasuki periode tersibuk dalam beberapa bulan terakhir.

Salah satunya adalah Evi Herawati, pedagang telur dan sembako, yang merasakan langsung perubahan drastis pada pola permintaan sejak program MBG mulai berjalan.

Evi mengungkapkan bahwa permintaan telur, terutama telur ayam ras, meningkat jauh di atas rata-rata harian.

Jika sebelumnya ia hanya menjual dua hingga tiga peti telur per hari—dengan satu peti berisi sekitar 15 kilogram—pesanan dari dapur MBG bisa mencapai 500 kilogram dalam satu kali pengiriman.

“Sejak ada program MBG, permintaan telur meningkat terus. Tidak hanya telur ayam ras, tetapi juga telur puyuh. Kadang sampai kewalahan kalau ada orderan dari dapur MBG,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).

Kenaikan permintaan tersebut turut memengaruhi situasi di lapangan, terutama dalam menjaga ketersediaan stok dan menjamin kelancaran distribusi.

Baca Juga :  Penataan Taman Perum Kota Galuh Ciamis Ramah Anak

Evi mengaku harus bekerja lebih cepat dan melakukan pengiriman lebih sering untuk menyesuaikan kebutuhan.

Tekanan pada pasokan membuat harga telur di tingkat eceran ikut mengalami kenaikan.

Di Pasar Manis Ciamis, harga telur ayam ras yang seminggu lalu masih berada di angka Rp 28.500 per kilogram, kini telah naik menjadi Rp 30.000 per kilogram.

Evi mengaku belum mengetahui secara pasti faktor utama kenaikan harga ini.

Menurutnya, lonjakan permintaan dari program MBG dapat menjadi salah satu pendorong kenaikan harga di pasar.

Namun ia juga memperkirakan bahwa momentum menjelang Natal dan Tahun Baru turut memberi tekanan pada harga.

“Hari ini harga telur sudah naik jadi Rp 30.000/kg. Tidak tahu pasti penyebabnya. Apakah karena dampak peningkatan permintaan atau karena waktunya mendekati Nataru,” ungkapnya.

Tidak hanya telur ayam ras, telur puyuh pun kini ikut menjadi komoditas yang paling diburu. Permintaannya meningkat hingga dua kali lipat dari biasanya.

Jika pada hari-hari normal Evi hanya menjual sekitar 20–25 kilogram telur puyuh, kini ia mampu menjual sekitar 50 kilogram per hari.

Alhasil, harga telur puyuh pun ikut bergerak naik. Dari sebelumnya Rp 32.000 per kilogram, kini berada di kisaran Rp 35.000 per kilogram.

Baca Juga :  Warga Ciamis Kini Bisa Nikmati Layanan USG Gratis dengan BPJS, Begini Cara dan Syaratnya

“Permintaan telur puyuh juga meningkat tajam. Sekarang rata-rata per hari bisa jual 50 kg, naik dua kali lipat lebih dari biasanya,” ucap Evi.

Tingginya permintaan tidak sebanding dengan jumlah peternak puyuh di wilayah Ciamis dan sekitarnya.

Terbatasnya produksi membuat pedagang harus mencari cara alternatif untuk menjaga keberlanjutan stok.

Evi mengungkapkan bahwa ia kini terpaksa mendatangi peternak secara langsung, sesuatu yang sebelumnya jarang ia lakukan karena biasanya pasokan dikirim langsung ke tokonya.

Bahkan, ia terkadang harus menyimpan dana terlebih dahulu sebagai bentuk uang muka untuk memastikan mendapatkan jatah pasokan.

“Saya mencari telur puyuh sampai ke Rancah. Kadang bersaing dengan pengelola dapur MBG yang langsung beli ke peternak. Makanya sekarang harus pakai DP segala,” tutur Evi.

Situasi ini menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya meningkatkan konsumsi bahan pangan bergizi, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi di sektor hulu dan hilir.

Namun, peningkatan permintaan yang tiba-tiba juga menimbulkan tantangan baru bagi pedagang dalam menjaga kelancaran distribusi dan kestabilan harga.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca