
PSGC Ciamis kembali gagal mengamankan poin penuh dalam lanjutan fase grup Liga Nusantara 2025/2026.
Tim berjuluk Laskar Singacala itu harus puas berbagi angka saat menghadapi Persitara Jakarta Utara di Stadion Sriwaru, Solo, Jumat (5/12/2025) sore.
Pertandingan yang dimainkan di bawah guyuran hujan tersebut berakhir dengan skor 0-0.
Hasil tanpa gol ini membuat PSGC hanya membawa pulang satu poin pada laga kedua Grup B.
Raihan tersebut identik dengan penampilan mereka pada partai pembuka melawan Perserang, Senin (1/12/2025), yang juga berakhir imbang dengan skor 1-1.
Sejak menit pertama, PSGC mencoba mengambil alih permainan dengan strategi agresif dan tempo cepat.
Dominasi itu terlihat jelas dalam 15 menit awal babak pertama, ketika peluang demi peluang tercipta dari lini serang mereka.
Sebuah tendangan bebas di menit ke-4 sebenarnya memberikan harapan bagi PSGC.
Tak berselang lama, penetrasi individual Hailal Khalil Fatta pada menit ke-5 kembali membuka kesempatan emas. Namun, sentuhan akhir Khalil gagal menemui sasaran.
Asisten pelatih PSGC, Dicky Jong, menyoroti kegagalan penyelesaian akhir tersebut sebagai salah satu faktor utama yang menghambat timnya.
“Khalil gagal di sentuhan akhir. Soal finishing touch memang menjadi perhatian untuk evaluasi,” ujar Jong kepada Reportasee.com.
Jong menambahkan bahwa pada laga perdana melawan Perserang, para pemain sempat mengalami ketegangan atau nervous karena atmosfer pertandingan.
Namun, saat menghadapi Persitara, kondisi mental pemain dinilai jauh lebih baik, meski hasilnya kembali belum maksimal.
Seiring berjalannya pertandingan, particularly sejak pertengahan babak pertama, Persitara mulai mengambil alih kendali permainan.
Minimnya keberanian pemain PSGC dalam melakukan shooting maupun crossing membuat mereka kesulitan membangun serangan dari lini tengah.
“Shooting dan crossing tidak berjalan efektif. Serangan ke daerah lawan itu harus dibangun dari tengah lapangan dengan keberanian melepaskan shooting dan crossing. Ini menjadi bahan evaluasi,” jelas Jong.
Persitara memanfaatkan momentum tersebut dengan menekan pertahanan PSGC. Tekanan yang mereka lancarkan beberapa kali mengancam gawang yang dijaga Iyan Purnawan.
Bahkan dua kali bola berhasil bersarang di gawang PSGC pada menit ke-12 dan di penghujung babak pertama.
Beruntung bagi PSGC, kedua gol itu dianulir wasit karena posisi offside.
Memasuki babak kedua, Persitara tetap tampil dominan dengan intensitas serangan yang tinggi. Meski begitu, lini belakang PSGC tampil lebih disiplin.
Para pemain bertahan berhasil meredam gempuran demi gempuran hingga peluit panjang dibunyikan, termasuk tambahan waktu tiga menit.
Kokohnya pertahanan membuat PSGC setidaknya membawa pulang satu poin dan menjaga peluang untuk bersaing di fase grup.
Jong berharap pada pertandingan ketiga fase grup melawan Tri Brata Raflesia Bengkulu, Selasa (9/12/2025), skuadnya bisa tampil lebih baik dan menuai hasil positif.
Ia juga menyampaikan kabar baik terkait salah satu pemain inti, Seprian Lasut, yang sebelumnya tidak ikut serta karena pemulihan cedera.
Pada laga berikutnya, adik kandung Dirga Lasut itu diperkirakan sudah siap kembali memperkuat PSGC.
“Mudah-mudahan pada laga ketiga ini Rian (Seprian Lasut) sudah bisa bergabung,” ujar Jong.
Dengan tambahan kekuatan dan evaluasi dari dua laga awal, PSGC berharap mampu mengakhiri tren hasil imbang dan meraih poin penuh pada pertandingan berikutnya.





