
Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi moral dan ideologi bangsa Indonesia kembali ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar yang digelar di Kota Banjar, Jawa Barat.
Kegiatan ini dinilai strategis dalam memperkuat kedaulatan bangsa sekaligus menjaga stabilitas politik nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI sekaligus Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat X, Dr. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc., IP.M.Si., saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan pada 05 Desember 2025.
Dalam pemaparannya, Agun menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar konsep normatif, melainkan nilai dasar yang harus dipahami, dihayati, dan diamalkan oleh seluruh warga negara dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keberlangsungan bangsa Indonesia sangat bergantung pada sejauh mana masyarakat menjadikan Empat Pilar tersebut sebagai pedoman berpikir, bersikap, dan bertindak.
Empat Pilar Kebangsaan yang dimaksud meliputi Pancasila sebagai ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi.
Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat persatuan dalam keberagaman.
Keempat pilar ini, kata Agun, merupakan satu kesatuan yang saling menguatkan dan tidak dapat dipisahkan.
Sosialisasi yang dilaksanakan di Kota Banjar tersebut bertujuan untuk memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya MPR RI dalam menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan agar tetap relevan dengan tantangan zaman.
Termasuk arus globalisasi, perkembangan teknologi, serta dinamika geopolitik internasional yang berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap stabilitas nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Agun berharap agar kegiatan sosialisasi ini mampu memberikan pemahaman yang utuh mengenai nilai-nilai kebangsaan kepada peserta.
Ia menekankan pentingnya penerapan nilai Empat Pilar tidak hanya dalam konteks formal kenegaraan, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, warga binaan dapat memahami nilai-nilai kebangsaan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agun menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.
Peran tersebut, menurutnya, dapat dimulai dari upaya memperbaiki diri, menjunjung tinggi nilai toleransi, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Ia menambahkan bahwa penanaman nilai-nilai kebangsaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu membentuk karakter individu yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, nilai-nilai kebangsaan dapat terus tertanam dan pada akhirnya mendukung terciptanya individu-individu yang lebih baik bagi bangsa dan negara,” tuturnya.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, MPR RI berharap dapat memperkuat ketahanan ideologi bangsa sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga persatuan, kedaulatan, dan stabilitas politik nasional Indonesia.





