
Lonjakan kasus perceraian di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Ciamis kembali menjadi sorotan serius.
Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya gugatan cerai yang diajukan ASN perempuan, terutama dari kalangan guru dan tenaga kesehatan.
Dalam setiap bulan, rata-rata lima hingga enam ASN tercatat mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya di Pengadilan Agama.
Fenomena ini disampaikan Bupati Herdiat saat menghadiri acara penyerahan uang kadeudeuh bagi 302 PNS purna tugas serta santunan duka bagi ahli waris 20 ASN yang meninggal dunia.
Kegiatan tersebut digelar Korpri Ciamis di Gedung Dakwah KH Irfan Hielmy IC Ciamis, Rabu (3/12/2025) siang, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-54 Korpri.
Bupati Minta Korpri Fokus pada Pembinaan Keluarga ASN
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menegaskan perlunya Korpri Ciamis meningkatkan perhatian terhadap ketahanan keluarga ASN.
Menurutnya, tingginya angka perceraian bukan sekadar persoalan pribadi, tetapi isu sosial yang dapat berdampak pada psikologis pegawai dan stabilitas lingkungan kerja.
Ia menjelaskan bahwa ada dua faktor utama yang memicu tingginya perceraian tersebut.
“Yang paling dominan adalah masalah ekonomi, sementara faktor lain disebabkan ketidakcocokan yang tidak lagi dapat dijembatani,” ungkapnya.
Herdiat menyebut, meningkatnya beban kerja, tekanan ekonomi, dan dinamika keluarga ASN yang kompleks harus ditangani melalui pendekatan pembinaan yang sistematis.
Ia meminta Korpri memperkuat program konseling, bimbingan keluarga, serta ruang komunikasi antara pegawai dan pihak terkait sebagai upaya pencegahan masalah rumah tangga sejak dini.
Tradisi Korpri yang Tetap Berjalan 14 Tahun
Di luar isu perceraian, Bupati Herdiat mengapresiasi Korpri Ciamis karena tetap mempertahankan tradisi pemberian kadeudeuh bagi ASN purna tugas serta santunan duka bagi keluarga ASN yang wafat.
Tradisi ini telah berjalan selama 14 tahun, dimulai ketika Herdiat masih menjabat sebagai Sekda sekaligus Ketua Korpri Ciamis.
“Dulu Korpri sempat dalam kondisi tidak aktif, bahkan ibarat hidup segan mati tak mau. Alhamdulillah Korpri bisa kembali bangkit melalui semangat kebersamaan seluruh anggotanya,” kenangnya.
Saat ini Korpri Ciamis tidak hanya menyalurkan uang penghargaan, tetapi juga menyediakan fasilitas kesejahteraan lain seperti pinjaman tanpa bunga untuk pendidikan lanjutan S2–S3 dan dana talangan umrah bagi ASN.
Penghargaan bagi ASN Purna Tugas dan Ahli Waris
Dalam peringatan HUT ke-54 Korpri tahun ini, sebanyak 302 ASN purna bhakti periode Juni–Oktober 2025 menerima uang kadeudeuh sebesar Rp2,5 juta.
Selain itu, 20 ahli waris ASN yang wafat juga mendapatkan santunan duka masing-masing sebesar Rp1 juta.
Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Herdiat, ditemani Sekda Ciamis Dr. H. Andang Firman Triyadi SSTP MT dan Ketua Korpri Ciamis, Dr. Erwan Dermawan SSTP MSi.
Bupati Herdiat menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para ASN purna tugas.
Ia menegaskan bahwa masa pensiun bukan berarti mengakhiri kontribusi kepada masyarakat.
“Di lingkungan RT, RW, dusun, hingga desa, kehadiran para pensiunan ASN tetap dibutuhkan. Mereka sering menjadi rujukan pertama ketika masyarakat membutuhkan nasihat atau penyelesaian masalah. Pengabdian tidak berhenti pada purna tugas,” ucapnya.
Peran Korpri Ciamis untuk Kesejahteraan ASN
Ketua Korpri Ciamis, Dr. Erwan Darmawan, menambahkan bahwa kegiatan penghargaan ini merupakan bentuk komitmen Korpri terhadap seluruh anggotanya, baik yang masih aktif maupun yang telah purna bakti.
Ia menegaskan prinsip bahwa Korpri adalah organisasi dari anggota untuk anggota.
Dengan iuran rutin sebesar Rp25.000 per bulan, seluruh anggota berhak mendapatkan manfaat yang sama, termasuk uang kadeudeuh saat memasuki masa pensiun.
“Terima kasih atas seluruh pengabdian Bapak dan Ibu selama ini. Semoga masa purna bakti menjadi masa yang penuh kesehatan, umur panjang, dan keberkahan,” ujar Erwan.
Seruan Penguatan Ketahanan Keluarga ASN
Melihat perkembangan kasus perceraian ASN yang terus meningkat, Pemkab Ciamis sekali lagi menekankan pentingnya intervensi Korpri dalam pembinaan keluarga.
Bupati Herdiat berharap Korpri segera merancang program yang lebih terstruktur untuk menghadapi persoalan ini, termasuk konseling keluarga, seminar komunikasi harmonis, hingga pendampingan bagi ASN yang mengalami masalah rumah tangga.
“ASN adalah aset daerah sekaligus teladan masyarakat. Stabilitas keluarga mereka sangat penting, bukan hanya bagi pribadi, tetapi bagi kinerja pemerintahan,” tegasnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkab Ciamis berharap angka perceraian ASN dapat ditekan, sekaligus menciptakan lingkungan kerja dan kehidupan keluarga ASN yang lebih sehat, harmonis, dan seimbang.





