
TP PKK Kabupaten Ciamis kembali mengharumkan nama daerah dengan meraih Juara 1 Nasional Lomba Kreasi Lahap Makan 2025, sebuah kompetisi bergengsi yang digelar oleh SUN (Indofood) dan diikuti perwakilan dari enam provinsi di Indonesia.
Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi Ciamis sebagai salah satu daerah yang konsisten melakukan inovasi dalam upaya pemenuhan gizi anak dan penguatan ketahanan keluarga.
Pada babak final yang berlangsung di Gedung Modena Culinaria Jakarta, Kamis (04/12/2025), TP PKK Ciamis tampil mewakili Provinsi Jawa Barat.
Tim harus menyelesaikan tantangan live cooking selama 60 menit, menyajikan tiga menu MPASI untuk bayi usia 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan.
Sejak awal penampilan, TP PKK Ciamis mencuri perhatian para juri. Ketepatan nutrisi, teknik memasak yang terukur, kreativitas resep, hingga higienitas proses penyajian menjadi keunggulan yang membawa Ciamis meraih posisi puncak nasional.
Salah satu kekuatan utama TP PKK Ciamis adalah keberhasilan Pokja III memaksimalkan ikan nila, komoditas unggulan lokal Kabupaten Ciamis.
Bahan pangan ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi menu MPASI, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi daerah di tingkat nasional.
Ketua 3 Bidang Penguatan Ketahanan Pangan, Ny. Lia Yuliasri David Firdha, memperkuat narasi tersebut dengan mengangkat nama Kampung Nila di Kawali, menunjukkan bahwa pemanfaatan pangan lokal mampu menjadi inovasi unggulan yang kompetitif.
Susunan Tim yang Mengharumkan Nama Jawa Barat
Tim inti TP PKK Ciamis yang tampil pada kompetisi ini terdiri dari:
Peserta Lomba:
- Ny. Lia Yuliasri David Firdha – Ketua 3 Bidang Penguatan Ketahanan Pangan
- Ny. Lia Taslianti Wawan – Anggota Pokja 3
- Ny. Yani Kusmayani – Kader PKK
Tim Pendamping:
- Ny. Sarifah Andang – Ketua Bidang 1
- Ny. Dedeh Aef – Bendahara
- Ny. Atik Hendra – Ketua Pokja 3
- Ny. Ila Wawan – Pokja 3
- Ny. Nyinyi – Pokja 3
- Ny. Asri Kurnia – Pokja 3
- Ny. Herher – Pokja 3
Keterlibatan banyak unsur kader ini menunjukkan bahwa prestasi tersebut merupakan hasil kerja kolektif yang solid.
Penilaian Juri Profesional
Proses penjurian dilakukan oleh panel independen yang terdiri dari:
- Bu Etik Hartuti – Medical Marketing Manager
- dr. Rita Rama Yulis – Ahli Gizi
- Pa Robert – Kepala Divisi Indofood NSF
- Alisya Subandono – Duta Lahap Makan SUN (juri tamu)
Para juri menilai TP PKK Ciamis unggul dalam aspek rasa, komposisi nutrisi, inovasi resep, serta pemanfaatan bahan lokal yang tepat guna.
Selain keluar sebagai juara nasional, seluruh finalis juga dinobatkan sebagai Duta Lahap Makan SUN, dengan tanggung jawab untuk memperluas edukasi mengenai MPASI sehat dan bergizi di daerahnya masing-masing.
Sebagai bentuk apresiasi tertinggi, TP PKK Kabupaten Ciamis menerima tiga paket hadiah Umroh, menambah nilai istimewa dari kemenangan mereka.
Ketua TP PKK Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, menyampaikan rasa bangga mendalam atas prestasi tersebut.
Ia mengatakan, “Alhamdulillah, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Ciamis. Upaya pemenuhan gizi keluarga, terutama bagi bayi dan balita, bukan hanya program, tetapi gerakan bersama. Ini bukti bahwa kader-kader PKK Ciamis mampu berinovasi dan bersaing di level nasional.”
Beliau menegaskan bahwa kemenangan ini turut memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam percepatan pencegahan stunting dan penguatan ketahanan keluarga.
Sementara itu, Ny. Lia Yuliasri mengungkapkan bahwa seluruh proses—mulai dari penyusunan resep, uji coba masakan, hingga simulasi live cooking—dijalankan dengan persiapan maksimal.
Ia menuturkan, “Kami sangat bersyukur. Penggunaan ikan nila sebagai bahan lokal unggulan menjadi kebanggaan, karena kami berhasil mengangkat potensi daerah hingga dikenal di tingkat nasional.”
Kemenangan TP PKK Ciamis ini bukan hanya soal kompetisi, melainkan juga contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat diolah menjadi inovasi yang bernilai tinggi.
Melalui kreativitas dalam menyusun menu MPASI sehat dan aman, TP PKK Ciamis berhasil menunjukkan bahwa pemberdayaan keluarga dapat berjalan beriringan dengan promosi pangan lokal.
Capaian ini diharapkan mampu memotivasi daerah lain untuk terus berinovasi dalam mendukung pemenuhan gizi anak dan memperkuat ketahanan pangan keluarga.





