
Kemenag Ciamis menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi calon jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, meskipun terjadi penurunan kuota cukup signifikan.
Pada tahun tersebut, Ciamis mendapatkan jatah 703 jemaah, yang seluruhnya akan diberangkatkan dalam dua kloter.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Ciamis, H. Nana Supriana, S.Ag., M.A., menjelaskan, proses pemberangkatan jemaah direncanakan melalui Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, dengan titik embarkasi dipusatkan di Indramayu.
Menurutnya, seluruh persiapan teknis telah mulai dirancang agar keberangkatan jemaah berjalan lancar dan nyaman.
Nana juga mengonfirmasi bahwa kuota tahun 2026 ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2025, Ciamis memperoleh kuota sebanyak 1.135 jemaah, sehingga terdapat selisih lebih dari 400 jemaah.
Penurunan tersebut, ujarnya, bukan merupakan kebijakan lokal, melainkan bagian dari kebijakan nasional dalam penetapan kuota haji.
Ia menuturkan bahwa saat ini pemerintah pusat menerapkan sistem berbasis data daftar tunggu (waiting list) secara murni.
Sistem baru tersebut menggantikan mekanisme lama yang masih mempertimbangkan jumlah penduduk muslim di setiap daerah.
Dengan skema ini, urutan keberangkatan jemaah benar-benar mengikuti tanggal pendaftaran.
“Ini kebijakan nasional. Penetapan kuota dilakukan secara transparan berdasarkan data antrean, bukan lagi menggunakan metode lama. Meski kuota berkurang, kami tetap memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan optimal,” ujar Nana, Senin (24/11/2025).
Ia menambahkan bahwa Kemenag Ciamis terus memperkuat koordinasi dengan pihak embarkasi, pemerintah daerah, serta petugas pendukung lainnya.
Langkah ini dilakukan agar kualitas layanan bagi jemaah, mulai dari bimbingan manasik hingga proses pemberangkatan, tetap memenuhi standar yang ditetapkan.
“Intinya, perubahan kuota tidak akan mengurangi kualitas pelayanan kami. Kami tetap fokus memastikan seluruh jemaah yang berangkat pada 2026 mendapatkan pembinaan dan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Dengan pendekatan ini, Kemenag Ciamis berharap agar jemaah yang telah masuk daftar keberangkatan tahun 2026 dapat mempersiapkan diri dengan baik dan tetap merasa tenang meskipun terjadi penyesuaian kuota.
Ke depan, pihaknya juga berkomitmen menjaga transparansi informasi agar masyarakat memahami perubahan kebijakan secara menyeluruh.





