
Pemerintah Kabupaten Ciamis mencetak sejarah baru di bidang kesehatan lingkungan melalui pelaksanaan Deklarasi ODF Ciamis (Open Defecation Free).
Dipimpin langsung oleh Bupati H. Herdiat Sunarya pada Kamis (16/04/2026) di Aula Dinkes, komitmen ini menjadi langkah besar menuju perilaku hidup bersih, diiringi instruksi tegas kepada tenaga kesehatan agar terus mengedukasi warga supaya tidak kembali ke kebiasaan buruk.
Acara bersejarah ini bertepatan dengan momen Halal Bihalal pasca-Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kehadiran sekitar 200 tamu undangan dari berbagai unsur lintas sektoral menjadikan kegiatan ini tidak sekadar seremonial belaka, melainkan pijakan penting bagi arah kebijakan kesehatan daerah.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Direktur RSUD Ciamis dan Kawali, serta para camat.
Selain itu, jajaran kepala puskesmas, tenaga kesehatan, organisasi profesi, hingga para purnabakti turut menjadi saksi komitmen besar daerah tersebut.
Ringkasan Berita
Makna Strategis Deklarasi ODF Ciamis bagi Warga
Pencapaian status bebas buang air besar sembarangan tingkat kabupaten bukanlah hal yang mudah untuk diraih.
Keberhasilan Deklarasi ODF Ciamis ini mencerminkan kerja keras seluruh elemen, terutama barisan tenaga kesehatan yang tak kenal lelah melakukan pendekatan persuasif hingga ke pelosok-pelosok desa.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Rizali Sofiyan, dalam laporannya menegaskan pentingnya momentum ini.
Ia menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat kebersamaan, sekaligus meningkatkan sinergi dan kekompakan dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat Tatar Galuh.
Oleh karena itu, pencapaian ini menjadi simbol kebanggaan lokal (local pride) yang menunjukkan bahwa masyarakat Ciamis mampu beradaptasi dengan tren kesehatan lingkungan modern.
Perubahan perilaku komunal ini sangat krusial karena diharapkan bermuara pada penurunan angka penyakit berbasis lingkungan secara drastis.
Sanitasi yang buruk selama ini sering kali menjadi salah satu pemicu utama tingginya kasus diare, kolera, hingga masalah hambatan pertumbuhan anak atau stunting.
Dengan lingkungan yang terjamin kebersihannya, kualitas sumber daya manusia di Ciamis secara otomatis akan mengalami peningkatan yang berkesinambungan.
Peringatan Tegas Bupati: Kawal Kebiasaan Warga
Bupati H. Herdiat Sunarya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian luar biasa dari dinas kesehatan dan masyarakat luas.
Namun, di balik rasa syukurnya, ia menyampaikan pesan menohok agar jajaran kesehatan tidak cepat berpuas diri setelah plakat deklarasi diangkat.
Ia menyadari secara penuh bahwa mengubah kebiasaan komunal yang telah mengakar selama bertahun-tahun membutuhkan pengawasan berkelanjutan.
Tantangan terberat justru bukan pada saat mencapai status ODF, melainkan pada proses mempertahankan status tersebut agar tidak terjadi kemunduran di masa depan.
“Jangan sampai masyarakat kembali ke kebiasaan lama. Saya minta kepada seluruh kepala puskesmas, rumah sakit, dan tenaga kesehatan untuk terus mengedukasi dan mengingatkan masyarakat,” tegas Bupati Herdiat memberikan instruksi langsung di hadapan ratusan nakes yang hadir.
Lebih lanjut, ia meminta edukasi mengenai sanitasi terus digencarkan tanpa henti.
Fasilitas jamban sehat yang sudah terbangun di rumah-rumah warga harus dimanfaatkan dan dirawat secara optimal melalui kolaborasi antara pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat.
Integrasi Pelayanan dan Apresiasi untuk Tenaga Kesehatan
Di sisi lain, pelaksanaan Deklarasi ODF Ciamis ini juga menjadi ruang bagi Bupati untuk mengevaluasi kinerja aparatur secara menyeluruh.
Ia mengingatkan kembali esensi pengabdian, terlebih di tengah tantangan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akibat turunnya dana transfer dari pusat.
Menurutnya, standar pelayanan publik di sektor kesehatan tidak boleh kendor sedikit pun meskipun ada penyesuaian operasional.
Seluruh ASN dan tenaga medis harus menempatkan diri sebagai pelayan rakyat seutuhnya, bukan sebaliknya.
“Kita ini adalah pelayan masyarakat. Jangan sekali-kali kita minta dilayani, tetapi kita harus fokus melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujar Bupati mengingatkan fondasi mentalitas yang wajib dimiliki setiap abdi negara.
Sebagai bentuk timbal balik atas dedikasi luar biasa dalam mewujudkan status ODF tersebut, Bupati juga memberikan jaminan terkait kesejahteraan pegawai.
Ia memastikan bahwa pemerintah daerah akan terus memperjuangkan nasib tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), khususnya bagi guru dan nakes.
Jaminan dari pimpinan tertinggi daerah ini tentu menjadi motivasi tambahan yang esensial.
Hal ini diharapkan mampu mendorong para tenaga kesehatan untuk terus terjun ke lapangan melakukan edukasi tanpa ada keraguan mengenai masa depan karier mereka.
Kekompakan Sebagai Kunci Keberlanjutan
Selanjutnya, demi menyeimbangkan etos kerja dengan nilai-nilai spiritual, forum ini juga diisi dengan agenda siraman rohani.
KH. Asep Muhsin Madani, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Madani Cijeungjing, memberikan tausiyah untuk menyejukkan hati para undangan yang hadir.
Melalui lantunan Sholawat Wabaarik dan wejangan yang menenangkan, para tenaga medis diajak untuk menjadikan pekerjaan berat mereka sebagai ladang amal ibadah.
Niat ikhlas dalam melayani orang sakit dan mengedukasi warga akan menjadi energi tak terbatas dalam menjaga komitmen kebersihan lingkungan.
Pada akhirnya, keberhasilan penyelenggaraan Deklarasi ODF Ciamis ini merupakan pijakan awal yang solid.
Dengan perpaduan antara sinergi lintas sektoral, ketegasan visi pemimpin, dan gotong royong masyarakat, Kabupaten Ciamis optimis mampu menjawab berbagai tantangan dan mempertahankan derajat kesehatan masyarakat di tingkat tertinggi.





