Berita

Keuangan Pemkab Ciamis Terbatas, Bupati Herdiat Ungkap Kekuatan Tersembunyi Warga

Keterbatasan Keuangan Pemkab Ciamis ternyata tidak menyurutkan semangat pembangunan di ujung timur Provinsi Jawa Barat tersebut.

Di hadapan ratusan tenaga kesehatan pada Kamis (16/04/2026), Bupati H. Herdiat Sunarya mengungkapkan bahwa kekuatan gotong royong dan kebersamaan masyarakat adalah modal utama yang mampu mengalahkan berbagai tantangan anggaran daerah saat ini.

Pernyataan bernada inspiratif dan menggugah semangat tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Ciamis dalam acara Halal Bihalal.

Kegiatan yang juga dirangkaikan dengan Deklarasi Open Defecation Free (ODF) tingkat kabupaten ini berlangsung khidmat di Aula 1 Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis.

Pantauan di lokasi menunjukkan, acara ini dihadiri oleh sekitar 200 tamu undangan dari berbagai elemen penting.

Mereka terdiri dari jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Direktur RSUD Ciamis dan Kawali, para camat, hingga kepala puskesmas dan purnabakti tenaga kesehatan.

Momen silaturahmi pasca-Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah ini seketika berubah menjadi ajang konsolidasi moral yang luar biasa.

Di tengah desas-desus mengenai rasionalisasi anggaran, pimpinan daerah hadir memberikan pandangan yang menyejukkan sekaligus membakar semangat pengabdian para abdi negara.

Realita Penurunan Keuangan Pemkab Ciamis

Dalam arahannya, Herdiat secara terbuka dan transparan menjabarkan kondisi kas daerah saat ini.

Ia sama sekali tidak menampik fakta bahwa postur Keuangan Pemkab Ciamis sedang mengalami tren penyusutan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi makro tersebut, menurutnya, tentu berdampak langsung pada sejumlah penyesuaian di berbagai sektor operasional pemerintahan.

Penurunan ini secara murni dipicu oleh berkurangnya kucuran dana transfer, baik dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah provinsi ke kas daerah.

Akibat dari penyusutan tersebut, persentase belanja pegawai secara otomatis terlihat mendominasi postur anggaran secara keseluruhan.

Baca Juga :  5 Tahapan Krusial Laskar Galuh Tatap Liga 2 2026, Siapkan Deposit Fantastis Rp 7,5 Miliar!

“Tingginya belanja pegawai bukan karena kita menambah pegawai secara masif, tetapi karena total anggarannya yang memang menurun,” jelas Herdiat memberikan pencerahan kepada para undangan.

Meskipun demikian, Bupati memberikan jaminan tegas yang sangat melegakan hati para pegawai.

Merosotnya kondisi Keuangan Pemkab Ciamis dipastikan tidak akan membuat pemerintah daerah lepas tangan terhadap kesejahteraan tenaga pendidikan dan kesehatan yang berada di garda terdepan pelayanan.

Gotong Royong: Modal Sosial Pengganti Anggaran

Lebih jauh, Bupati Herdiat mengajak seluruh audiens untuk mengubah cara pandang dalam menyikapi keterbatasan.

Ia menyadari bahwa secara hitungan matematis, kemampuan daerah ini memang berada di posisi bawah jika dibandingkan dengan wilayah lain di Jawa Barat.

Namun, di balik keterbatasan Keuangan Pemkab Ciamis tersebut, tersimpan sebuah kekuatan tersembunyi yang dampaknya jauh lebih masif dan nyata.

Kekuatan tersebut adalah budaya gotong royong, kepedulian sosial yang tinggi, dan kebersamaan warga Tatar Galuh yang masih sangat kental terawat hingga hari ini.

“Walaupun dari segi anggaran kita terbatas, kita memiliki kekuatan besar yang tidak terukur, yaitu gotong royong masyarakat,” ungkap Herdiat dengan nada penuh keyakinan dan optimisme yang langsung disambut antusiasme hadirin.

Modal sosial inilah yang selama ini terbukti menjadi mesin penggerak utama roda pembangunan di pelosok-pelosok desa.

Kolaborasi yang erat antara tenaga kesehatan, aparatur kecamatan, dan warga terbukti mampu menyelesaikan berbagai persoalan rumit di lapangan yang tidak selalu bisa dituntaskan hanya dengan lembaran uang.

Deklarasi ODF Sebagai Bukti Nyata Sinergi

Salah satu bukti paling nyata dari keberhasilan kolaborasi sosial tersebut terlihat dengan sangat jelas pada acara hari itu.

Pemerintah Kabupaten Ciamis secara resmi dan meyakinkan mendeklarasikan status Open Defecation Free (ODF) atau komitmen bebas buang air besar sembarangan tingkat kabupaten.

Pencapaian luar biasa ini tentu bukanlah hal yang mudah untuk diraih di tengah keterbatasan fasilitas dan infrastruktur.

Baca Juga :  Ketahanan Pangan Desa 2026 di Ciamis; Fokus Bangun Lumbung Pangan Permanen Tanpa Batas Anggaran

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Rizali Sofiyan, melaporkan bahwa keberhasilan deklarasi ODF ini adalah buah manis dari edukasi tanpa henti dan pendekatan persuasif para nakes kepada masyarakat luas.

Bupati sangat mengapresiasi pencapaian membanggakan yang lahir dari sinergi lintas sektoral tersebut.

Ia menyadari sepenuhnya bahwa tanpa dukungan moral dan partisipasi aktif warga, program kesehatan sehebat apa pun tidak akan berjalan optimal, apalagi jika hanya mengandalkan suntikan Keuangan Pemkab Ciamis yang sangat terbatas jumlahnya.

“Jangan sampai masyarakat kembali ke kebiasaan lama. Saya minta kepada seluruh kepala puskesmas dan tenaga kesehatan untuk terus mengedukasi dan mengingatkan warga secara konsisten,” tegas Bupati memberikan instruksi terkait keberlanjutan program tersebut.

Pesan Pengabdian Tanpa Pamrih

Menjelang akhir arahannya, Herdiat kembali mengingatkan hakikat utama dari keberadaan seorang aparatur pemerintah di tengah-tengah masyarakat.

Ia meminta seluruh pegawai yang hadir untuk meluruskan kembali niat mereka dan menempatkan fungsi pelayanan publik di atas segalanya.

“Kita ini adalah pelayan masyarakat. Jangan sekali-kali kita minta dilayani, tetapi kita harus fokus melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tegasnya memperingatkan para abdi negara agar membuang jauh-jauh mentalitas birokrasi yang kaku.

Selaras dengan arahan inspiratif dari Bupati, acara silaturahmi ini juga diperkuat dengan siraman rohani yang menyejukkan.

KH. Asep Muhsin Madani, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Madani Cijeungjing, memberikan tausiyah spiritual yang sangat menekankan pentingnya menjaga keikhlasan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Pada akhirnya, kolaborasi antara niat yang ikhlas, etos kerja pantang menyerah, serta kekuatan gotong royong masyarakat akan selalu menjadi kunci utama kesuksesan daerah.

Nilai-nilai sosial tak berwujud inilah yang akan terus membawa Kabupaten Ciamis melangkah maju, menembus dan menyiasati segala bentuk keterbatasan Keuangan Pemkab Ciamis di masa-masa mendatang.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca