Berita

Evaluasi Pelayanan Publik Ciamis, Bupati Beri Peringatan Keras ASN

Advertisements

Sebuah peringatan tegas dilontarkan oleh Bupati H. Herdiat Sunarya terkait standar Pelayanan Publik Ciamis kepada seluruh aparatur pemerintah daerah.

Saat menghadiri acara di Aula Dinas Kesehatan, Kamis (16/04/2026), ia mengingatkan dengan keras agar seluruh pegawai memprioritaskan tugas pengabdian dan tidak sekali-kali menuntut untuk dilayani oleh masyarakat.

Pernyataan menohok ini disampaikan Herdiat di hadapan ratusan pegawai kesehatan dan pejabat teras daerah.

Ia menilai, momentum Idul Fitri 1447 Hijriah harus menjadi titik tolak untuk membersihkan hati sekaligus mengevaluasi total kinerja aparatur secara menyeluruh.

Menurut pantauan di lokasi, suasana yang awalnya penuh kehangatan khas Halal Bihalal sejenak berubah menjadi serius.

Bupati menekankan bahwa mentalitas feodal atau kebiasaan minta diistimewakan oleh masyarakat harus segera dikubur dalam-dalam dari benak setiap abdi negara.

“Kita ini adalah pelayan masyarakat. Jangan sekali-kali kita minta dilayani, tetapi kita harus fokus melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tegas Herdiat, yang langsung disambut anggukan setuju dan suasana hening dari para hadirin.

Ubah Paradigma Pelayanan Publik Ciamis

Lebih lanjut, Herdiat menjelaskan bahwa ekspektasi warga terhadap Pelayanan Publik Ciamis yang cepat dan prima semakin tinggi.

Oleh karena itu, budaya birokrasi yang lamban, berbelit-belit, dan kaku sudah tidak relevan lagi diterapkan di era pemerintahan modern saat ini.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 200 tamu undangan ini—termasuk para Kepala OPD, Direktur RSUD, Camat, hingga Kepala Puskesmas—dinilai sebagai forum strategis untuk menyamakan frekuensi.

Baca Juga :  [Throwback] Sejarah Kabupaten Ciamis

Para pejabat yang hadir didorong untuk lebih sering turun ke bawah dan merespons langsung keluhan warga.

Namun demikian, Bupati juga bersikap realistis terhadap tantangan berat yang tengah dihadapi oleh jajarannya di lapangan.

Ia secara terbuka menyinggung kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ciamis yang sedang menurun akibat pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat.

Keterbatasan Anggaran Bukan Dalih Menurunkan Mutu

Menurunnya APBD diakui akan berimbas pada penyesuaian anggaran operasional di berbagai sektor pemerintahan.

Meski Ciamis berada di posisi bawah secara postur anggaran di tingkat Jawa Barat, hal ini dilarang keras untuk dijadikan dalih menurunnya mutu Pelayanan Publik Ciamis.

“Walaupun dari segi anggaran kita terbatas, kita memiliki kekuatan besar yang tidak terukur, yaitu gotong royong masyarakat,” ungkap Herdiat.

Kolaborasi erat antara ASN dan elemen masyarakat inilah yang diyakini mampu menjadi solusi atas keterbatasan finansial daerah.

Advertisements

Selanjutnya, Herdiat juga mengingatkan jajarannya agar tidak terjebak pada rutinitas kerja yang hanya berorientasi pada pencitraan pimpinan.

Ia melarang keras para pejabat yang menyusun program semata-mata demi mengejar piala atau sertifikat dari pemerintah pusat.

“Penghargaan itu hanyalah bonus. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memberikan Pelayanan Publik Ciamis yang terbaik dan dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara nyata,” tambahnya dengan nada mengingatkan.

Bukti Nyata Melalui Deklarasi ODF

Sebagai bentuk nyata dari komitmen perbaikan mutu Pelayanan Publik Ciamis di sektor kesehatan lingkungan, acara tersebut dirangkaikan dengan Deklarasi Open Defecation Free (ODF).

Ini merupakan pakta integritas bersama untuk membebaskan seluruh wilayah Ciamis dari kebiasaan buang air besar sembarangan.

Baca Juga :  Angka Pengunjung Perpusda Ciamis Tahun 2024 Melonjak

Dipimpin langsung oleh Bupati, deklarasi tingkat kabupaten ini menjadi bukti bahwa roda pelayanan dan edukasi kesehatan masih berjalan optimal.

Kepala Dinas Kesehatan, Rizali Sofiyan, melaporkan bahwa pencapaian status ODF ini adalah buah manis dari kerja keras tenaga medis yang tak kenal lelah mengedukasi warga di pelosok desa.

Menanggapi keberhasilan tersebut, Herdiat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tenaga kesehatan.

Namun, di sisi lain, ia juga memberikan instruksi tegas agar fasilitas kesehatan tidak lengah setelah deklarasi diucapkan.

“Jangan sampai masyarakat kembali ke kebiasaan lama. Saya minta kepada seluruh kepala puskesmas, rumah sakit, dan tenaga kesehatan untuk terus mengedukasi masyarakat,” pesannya.

Edukasi tanpa henti inilah yang menjadi roh utama dari keberlanjutan Pelayanan Publik Ciamis.

Sinergi dan Integritas Tanpa Batas

Sementara itu, guna menyelaraskan niat para aparatur, acara seremonial ini juga diisi dengan siraman rohani oleh KH. Asep Muhsin Madani.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Madani Cijeungjing tersebut memberikan wejangan mendalam tentang pentingnya niat ikhlas dan kejujuran dalam bekerja.

Keseimbangan antara kedisiplinan kerja dan nilai spiritualitas diyakini akan melahirkan wajah birokrasi yang lebih humanis, ramah, dan berintegritas.

Para hadirin diingatkan kembali bahwa setiap peluh yang menetes dalam melayani warga akan bernilai ibadah yang mulia.

Pada akhirnya, sentilan keras yang dibalut dengan motivasi dari Bupati Ciamis ini diharapkan memicu reformasi birokrasi di tingkat akar rumput.

Seluruh aparatur dituntut untuk tidak mudah menyerah pada keterbatasan fasilitas, melainkan menjadikannya momentum untuk membuktikan bahwa Pelayanan Publik Ciamis mampu tampil prima bermodalkan keikhlasan dan pengabdian sejati.

Advertisements

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca