Berita

APBD Menurun, Bagaimana Nasib PPPK Ciamis? Ini Jawaban Tegas Bupati

Advertisements

Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, memberikan angin segar terkait kelanjutan nasib tenaga PPPK Ciamis, khususnya bagi guru dan tenaga kesehatan.

Dalam acara Halal Bihalal di Aula Dinas Kesehatan pada Kamis (16/04/2026), Bupati menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan status mereka.

Meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saat ini tengah mengalami penurunan akibat berkurangnya dana transfer dari pusat.

Kabar ini menjadi jawaban atas berbagai kekhawatiran yang sempat mencuat di kalangan tenaga honorer dan aparatur daerah.

Turunnya angka APBD memunculkan spekulasi mengenai efisiensi kepegawaian.

Namun, pernyataan tegas Herdiat di hadapan ratusan tenaga kesehatan seolah menjadi oase di tengah ketidakpastian.

Menurut pantauan di lokasi, kegiatan yang dihadiri sekitar 200 undangan ini berlangsung khidmat dan penuh rasa kekeluargaan.

Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur RSUD, Camat, hingga Kepala Puskesmas turut mendengarkan langsung arahan strategis dari pimpinan daerah tersebut.

Klarifikasi Beban Anggaran dan Tenaga PPPK Ciamis

Dalam pidatonya, Bupati merinci secara transparan mengenai kondisi keuangan daerah saat ini.

Ia menjelaskan bahwa rasio belanja pegawai yang terlihat membengkak bukanlah disebabkan oleh rekrutmen pegawai baru secara massal.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tingginya persentase belanja pegawai murni akibat menyusutnya total APBD.

Hal ini dipicu oleh berkurangnya aliran dana transfer, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi ke kas daerah Kabupaten Ciamis.

Oleh karena itu, penyusutan anggaran ini tidak boleh dijadikan alasan untuk mengorbankan kualitas pelayanan dasar.

Baca Juga :  Dodol Yonita Laris Manis Berkat Inovasi Kemasan Mangkuk, Pasar Sumatra Jadi Sasaran Utama

Bupati memastikan bahwa keberadaan PPPK Ciamis di sektor pendidikan dan kesehatan adalah sebuah kebutuhan mutlak yang tidak bisa ditawar.

“Tenaga guru dan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan. Tidak perlu khawatir, akan terus kita perjuangkan,” ujar Bupati Herdiat dengan nada optimis, yang langsung disambut anggukan lega dari para tenaga medis yang hadir.

Selain memberikan jaminan bagi tenaga PPPK Ciamis, Bupati juga mengajak seluruh jajaran aparatur untuk mengubah sudut pandang dalam menghadapi krisis anggaran.

Ia meminta agar keterbatasan finansial tidak melunturkan semangat pengabdian kepada masyarakat Tatar Galuh.

Advertisements

Bahkan, Herdiat menyoroti kekuatan tersembunyi yang dimiliki daerahnya. Menurutnya, meskipun Ciamis berada di posisi bawah di Jawa Barat dari segi besaran APBD, ada satu kekuatan yang tidak bisa dinilai dengan uang.

“Kita memiliki kekuatan besar yang tidak terukur, yaitu gotong royong masyarakat,” tegasnya. Kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga PPPK Ciamis, dan masyarakat inilah yang diyakini mampu menjaga roda pembangunan tetap berputar.

Selanjutnya, ia juga menyinggung perihal orientasi kerja para aparatur sipil negara. Ia mengingatkan agar pekerjaan tidak semata-mata didorong oleh ambisi meraih penghargaan dari pusat maupun provinsi.

Baginya, penghargaan hanyalah bonus, sementara tujuan utamanya adalah kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik.

ASN Adalah Pelayan, Bukan Minta Dilayani

Momen Halal Bihalal pasca-Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah ini juga dimanfaatkan Bupati untuk menyentil mentalitas birokrasi.

Ia meminta seluruh aparatur, baik ASN definitif maupun PPPK Ciamis, untuk menyadari esensi sejati dari profesi mereka.

Baca Juga :  Disbudpora Ciamis dan Pengcab Petanque Gelar Bimtek Dasar Wasit

“Kita ini adalah pelayan masyarakat. Jangan sekali-kali kita minta dilayani, tetapi kita harus fokus melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” kata Bupati.

Pesan tajam namun membangun ini sejalan dengan tema tausiyah yang disampaikan oleh KH. Asep Muhsin Madani.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Madani Cijeungjing tersebut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati dan keikhlasan dalam bekerja, yang pada akhirnya akan bernilai ibadah.

Rangkaian Halal Bihalal dan Deklarasi ODF

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Rizali Sofiyan, dalam laporannya menyampaikan bahwa acara ini memiliki makna ganda.

Selain mempererat tali silaturahmi antar-pegawai dan purnabakti, acara ini menjadi tonggak sejarah baru bagi kesehatan lingkungan daerah.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Ciamis secara resmi melakukan deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau komitmen bebas buang air besar sembarangan.

Deklarasi ini dipimpin langsung oleh Bupati sebagai bentuk komitmen mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Terkait pencapaian ODF ini, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak terkait. Namun demikian, ia kembali mewanti-wanti agar komitmen ini terus dikawal secara ketat di lapangan.

“Jangan sampai masyarakat kembali ke kebiasaan lama. Saya minta kepada seluruh kepala puskesmas, rumah sakit, dan tenaga kesehatan untuk terus mengedukasi masyarakat,” pungkasnya.

Pada akhirnya, jaminan keamanan karir bagi tenaga PPPK Ciamis yang disampaikan Bupati menjadi bekal penting.

Hal ini diharapkan mampu mendongkrak semangat para tenaga kesehatan untuk terus berinovasi dan menjaga komitmen ODF demi terwujudnya Kabupaten Ciamis yang sehat, kuat, dan mandiri.

Advertisements

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca