Berita

PMII Ciamis Panen 1,5 Ton Semangka, Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Komunitas

Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap krisis pangan global dan semakin berkurangnya ketertarikan generasi muda terhadap sektor pertanian, PMII Ciamis mengambil langkah progresif.

Melalui program pertanian berbasis komunitas, organisasi ini berhasil memanen semangka sebanyak 1,5 ton, Sabtu (26/7), hasil dari 500 bibit yang mereka tanam sekitar dua setengah bulan lalu.

Panen tersebut dilakukan di atas lahan seluas 70 bata atau setara dengan hampir 1.000 meter persegi, yang merupakan milik Nahdlatul Ulama Ciamis.

Kegiatan ini digagas dan dikelola langsung oleh Bidang Perekonomian dan Kewirausahaan PMII Ciamis, dengan tujuan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya ketahanan pangan yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri.

Ketua Cabang PMII Ciamis, Rifa’i, menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dibangun secara instan atau melalui kebijakan sepihak dari atas.

Menurutnya, solusi jangka panjang harus berasal dari inisiatif-inisiatif di akar rumput.

Semangka bukan hanya buah, tetapi simbol keberanian generasi muda untuk kembali ke tanah, membangun peradaban dari bercocok tanam.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Tegas; 4 Bangunan di Puncak Dibongkar, KLHK Awasi Langsung!

“Saat profesi petani mulai ditinggalkan, kami justru ingin memulainya kembali dari bawah,” tegas Rifa’i.

Ia menambahkan, gerakan ini juga bertujuan membentuk regenerasi petani dan memberikan alternatif pemikiran bahwa pertanian bukanlah sektor kuno yang tak relevan, melainkan sektor strategis masa depan yang perlu dikuasai generasi muda.

Kegiatan pertanian ini bukan semata program formalitas.

Dua pendamping lapangan, Wildan Ali Mauludin dan Ade Khaeruman, terlibat aktif bersama empat kader PMII lainnya.

Mereka engelola keseluruhan proses mulai dari penanaman, pemupukan, hingga pemanenan dan penjualan hasil panen.

Menurut Wildan, ini adalah panen kedua yang dilakukan oleh tim.

Sebelumnya, saat Ramadan lalu, mereka menanam 150 bibit semangka disertai dengan berbagai tanaman hortikultura seperti timun suri, caisim, kangkung, dan brokoli.

Dari panen pertama tersebut, PMII Ciamis berhasil memanen sekitar 6 kuintal semangka.

Selain bertujuan ekonomi, kegiatan ini juga menyentuh aspek edukatif.

Beberapa lembaga pendidikan anak usia dini (RA dan PAUD) di sekitar lokasi turut serta mengunjungi lahan perkebunan untuk mengenal langsung proses pembesaran hingga panen.

Baca Juga :  Retakan di Tembok SMK Itu Adalah Retakan Integritas Kita!

“Kami ingin menanamkan kesadaran bercocok tanam kepada anak-anak sejak dini. Ini adalah bentuk edukasi lingkungan yang sangat penting,” ujar Wildan.

Dalam aspek pemasaran, hasil panen dijual melalui dua jalur: langsung ke konsumen dan secara daring.

Wildan menjelaskan, rata-rata berat semangka yang dipanen mencapai 4–5 kilogram per buah, bahkan beberapa mencapai hingga 7 kilogram.

Harga jual ditetapkan cukup terjangkau, yaitu Rp7.000 per kilogram.

Dengan pendekatan langsung ke konsumen, PMII Ciamis berharap dapat memotong mata rantai distribusi yang panjang sekaligus memberikan harga yang adil bagi pembeli dan hasil maksimal bagi petani.

Kegiatan panen semangka ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya bisa berteori, tetapi juga mampu mengambil peran konkret dalam menjawab tantangan zaman.

Melalui pendekatan kolektif dan komunal, PMII Ciamis berharap mampu menginspirasi organisasi mahasiswa lainnya untuk turut berkontribusi membangun ketahanan pangan nasional dari bawah.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca