
Hari terakhir bulan puasa Ramadan yang seharusnya dipenuhi dengan antusiasme dan sukacita, justru berubah menjadi petaka memilukan bagi Wasti (70).
Rumah sekaligus warung miliknya yang berlokasi di Dusun Mekarjaya RT 04 RW 02, Desa Kaso, hangus ludes diamuk si jago merah.
Insiden kebakaran di Tambaksari, Kabupaten Ciamis ini terjadi pada Jumat (20/3/2026) sore, tepatnya menjelang waktu asar sekitar pukul 14.45 WIB.
Peristiwa nahas tersebut diduga kuat bermula dari percikan api yang menyambar tumpukan bensin eceran di area warung milik korban.
Kejadian ini sontak menggegerkan seluruh warga setempat. Terlebih lagi, saat musibah terjadi, suasana kampung sedang sibuk-sibuknya.
Sebagian besar ibu-ibu di lingkungan tersebut tengah beraktivitas di dapur, mempersiapkan berbagai hidangan masakan spesial untuk menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri yang tinggal menghitung jam.
“Asal api diduga kuat dari bensin,” ungkap Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat S.IP, saat memberikan konfirmasi terkait dugaan awal pemicu insiden memilukan tersebut.
Ringkasan Berita
Kronologi Detail Kebakaran di Tambaksari
Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, amukan si jago merah bermula dari satu wadah bensin yang mengalami kebocoran atau tumpah.
Bensin tersebut kemudian terpicu oleh percikan api yang hingga kini belum diketahui pasti sumber awalnya.
Karena sifat bensin yang sangat mudah terbakar, api dengan cepat merembet ke wadah penyimpanan bahan bakar lainnya di dalam warung.
Kondisi cuaca sore itu yang cukup terik dan embusan angin yang lumayan kencang lantas membuat kobaran api semakin liar dan tak terkendali.
Dalam waktu singkat, material bangunan yang sebagian besar terbuat dari bahan kayu membuat api leluasa melalap habis keseluruhan rumah berukuran 13 x 6 meter persegi tersebut.
Musibah kebakaran di Tambaksari ini menjadi pukulan berat bagi Wasti yang sudah lanjut usia.
Seluruh barang dagangan di warung yang dipersiapkan untuk momen Lebaran, beserta harta benda di dalam rumahnya, hangus menjadi arang.
Kerugian materiil dalam musibah ini ditaksir mencapai angka yang cukup fantastis, yakni sekitar Rp50 juta.
Heroisme Warga dan Evakuasi Korban Luka
Melihat kobaran api yang tiba-tiba membesar di tengah pemukiman padat, warga sekitar langsung berhamburan keluar rumah.
Mereka berupaya melakukan pemadaman secara gotong royong dengan menggunakan peralatan seadanya, seperti ember dan selang air rumahan.
Sayangnya, upaya kepedulian dan heroisme warga ini justru memakan korban luka.
Ujang Tata, seorang pria berusia 60 tahun yang merupakan tetangga korban, langsung turun tangan mencoba memadamkan titik api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Nahas, ia justru terkena sambaran api yang menyala tiba-tiba dari arah tumpukan bensin.
Akibat insiden tersebut, Ujang mengalami luka bakar yang cukup serius di bagian tangan serta dada.
Mengingat kondisinya yang membutuhkan penanganan medis segera, warga lain bergegas melarikan Ujang ke puskesmas terdekat agar luka bakarnya tidak semakin parah.
Respons Cepat Tim Gabungan Padamkan Kebakaran di Tambaksari
Menyadari bahwa api semakin membesar dan alat seadanya tidak lagi memadai, seorang warga bernama Zhal mengambil inisiatif cepat dengan menghubungi petugas piket pemadam kebakaran.
Laporan tersebut langsung direspons sigap. Tidak butuh waktu lama, tiga orang petugas piket andalan dari Pos WMK Rancah—yakni Dandy, Landry, dan Andrians—langsung meluncur ke lokasi kejadian menggunakan armada mobil pancar berpelat Ź 8158 T.
Kolaborasi tanggap darurat yang luar biasa pun tercipta di lokasi musibah.
Petugas Damkar bahu-membahu bersama warga, Perangkat Desa Kaso, Babinsa, Bhabinkamtibmas, relawan Tagana, hingga petugas PLN yang sigap memutus arus listrik.
Tepat pada pukul 16.44 WIB, sisa-sisa api dan asap berhasil dipadamkan dan didinginkan sepenuhnya.
Peringatan Darurat Bencana di Masa Peralihan Musim
Mengingat dampak dari kebakaran di Tambaksari ini cukup fatal, Budi Rahmat memberikan peringatan tegas sekaligus edukasi kepada masyarakat luas.
Ia meminta seluruh warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran, terutama di masa peralihan musim yang kerap ditandai dengan cuaca terik ekstrem di siang hari.
Sebagai catatan penting yang patut diwaspadai, intensitas bencana di wilayah Ciamis memang tengah meningkat tajam.
Hanya dalam kurun waktu dua hari terakhir menjelang Lebaran ini saja, telah terjadi tiga kali musibah kebakaran yang mengakibatkan total lima rumah warga menjadi korban amukan api.





