
Sebuah insiden kebakaran rumah di Kawali Ciamis nyaris memakan korban jiwa pada Rabu (18/3/2026) malam. Rumah milik Aki Udin (75), warga Dusun Bungbulang, Desa Talagasari, ludes dilalap si jago merah saat pemiliknya sedang tertidur lelap di dalam bangunan yang mulai terkepung asap pekat.
Peristiwa memilukan ini menambah daftar panjang musibah kebakaran yang melanda wilayah Ciamis Utara dalam sepekan terakhir.
Peristiwa mencekam ini terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, saat sebagian besar warga dusun mulai beristirahat dari aktivitas harian mereka.
Suasana malam yang sunyi seketika berubah menjadi hiruk-pikuk ketika api mulai merambat dari bagian belakang bangunan.
Beruntung, nyawa kakek berusia lanjut tersebut berhasil diselamatkan berkat aksi heroik seorang remaja setempat yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.
Meski tidak ada korban jiwa, bangunan rumah kayu itu kini rata dengan tanah.
Ringkasan Berita
Kronologi Penyelamatan di Tengah Kebakaran Rumah di Kawali Ciamis
Kejadian bermula ketika suasana di Dusun Bungbulang, RT 07 RW 04, Desa Talagasari, Kecamatan Kawali, mulai sunyi.
Aki Udin yang sudah memasuki usia senja memang memiliki kebiasaan beristirahat lebih awal.
Tanpa disadari olehnya, titik api muncul dari area dapur yang berada di bagian belakang rumah.
Di saat genting tersebut, Asep (16), seorang pemuda warga setempat, sedang melintas dan mendapati kepulan asap hitam yang membubung tinggi disertai cahaya merah membara.
Tanpa pikir panjang dan mengabaikan keselamatan pribadinya, Asep segera berteriak sekuat tenaga meminta pertolongan warga sekitar.
Menyadari Aki Udin masih berada di dalam, ia nekat menerjang masuk ke dalam ruangan yang sudah mulai terasa panas dan dipenuhi gas karbon monoksida demi membangunkan sang pemilik rumah.
Kelelahan yang amat sangat akibat aktivitas di siang hari membuat Aki Udin terbuai dalam tidur yang begitu lelap malam itu.
Ia sama sekali tidak menyadari bahwa maut tengah mengintai di balik dinding kayu rumahnya yang mulai dimakan api dengan sangat cepat.
Beruntung, takdir mempertemukan nasibnya dengan kesigapan pemuda tersebut.
Asep bertindak cepat menembus situasi kritis untuk menarik tubuh renta Aki Udin keluar, tepat beberapa saat sebelum si jago merah melumat habis seluruh konstruksi bangunan yang sangat mudah terbakar itu.
Respon Cepat Petugas Damkar Pos WMK Kawali
Informasi mengenai insiden kebakaran rumah di Kawali Ciamis ini segera sampai ke telinga petugas pemadam kebakaran yang sedang bertugas piket siaga di Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Kawali.
Mengingat lokasi Dusun Bungbulang yang cukup terjangkau dari pos siaga, tim penyelamat langsung bergerak dalam hitungan menit setelah menerima laporan darurat dari warga.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat SIP, mengonfirmasi bahwa segera setelah mendapat laporan resmi, pihaknya langsung menerjunkan satu unit armada pemadam.
“Kami mengerahkan 4 personel dari Pos WMK Kawali, yakni Adam, Rizal, Bimar, dan Gamal, untuk menuju lokasi kejadian guna melakukan lokalisir api,” jelasnya.
Keempat petugas tersebut tiba di lokasi menggunakan mobil unit pancar dengan nomor polisi Z 8160 T.
Setibanya di tempat kejadian, petugas langsung melakukan pemetaan area untuk mencegah api merembet ke rumah tetangga yang letaknya cukup berdekatan.
Penyemprotan dilakukan secara intensif pada titik api utama yang berada di area dapur dan ruang tengah.
Proses pemadaman tidak berlangsung mudah karena material rumah yang mayoritas terdiri dari kayu kering dan bambu membuat api cepat membesar di bawah tiupan angin malam.
Namun, berkat sinergi yang solid antara petugas Damkar, aparat desa, kepolisian, serta bantuan gotong royong warga yang membawa peralatan seadanya, api berhasil dijinakkan sebelum tengah malam.
Sekitar pukul 23.35 WIB, petugas telah menyelesaikan proses pendinginan (cooling down) guna memastikan tidak ada lagi bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Analisis Penyebab: Bahaya Tungku Tradisional yang Terlupa
Berdasarkan hasil investigasi lapangan dan keterangan dari sejumlah saksi mata, sumber api diduga kuat berasal dari aktivitas dapur tradisional yang masih digunakan oleh korban setiap harinya.
Insiden kebakaran rumah di Kawali Ciamis ini disinyalir dipicu oleh sisa bara api di tungku yang belum sepenuhnya padam setelah digunakan untuk memasak pada sore hari.
Budi Rahmat menjelaskan secara rinci bahwa petaka malam itu bermula dari sisa bara api yang lupa dipadamkan secara total.
Percikan kecil tersebut kemudian perlahan merembet ke tumpukan kayu bakar yang berada tepat di samping tungku.
Kondisi rumah Aki Udin yang didominasi oleh material kayu dan anyaman bambu (gedek) membuat api sangat cepat menjalar hingga ke bagian atap dan menghanguskan seluruh harta benda korban.
Meski Aki Udin berhasil selamat tanpa luka sedikit pun, ia kini harus menelan pil pahit karena kehilangan tempat tinggal.
Akibat kejadian ini, kerugian materiil yang dialami kakek berusia 75 tahun tersebut ditaksir mencapai angka Rp 50 juta.
Jumlah tersebut merupakan nilai yang sangat besar bagi korban yang kini hanya tinggal sebatang kara dan menggantungkan hidup dari bantuan warga sekitar.
Waspada Rentetan Kebakaran di Wilayah Ciamis Utara
Mirisnya, musibah kebakaran rumah di Kawali Ciamis ini merupakan kejadian kedua yang ditangani petugas pada hari yang sama.
Sebelumnya, pada Rabu (18/3/2026) pagi, personel Damkar dari Pos WMK Kawali juga baru saja berjibaku memadamkan api yang menghanguskan tiga rumah warga di Dusun Gardu, Desa Nagarapageuh, Kecamatan Panawangan.
Rentetan kejadian dalam waktu singkat ini menunjukkan betapa tingginya risiko kebakaran di wilayah Ciamis Utara.
Faktor geografi pedesaan yang sulit dijangkau armada besar serta banyaknya rumah semi-permanen dengan metode memasak tradisional menjadi tantangan tersendiri bagi pihak pemadam kebakaran.
Masyarakat pun diminta untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan rutin memeriksa kondisi dapur mereka.
Imbauan Keselamatan Menjelang Lebaran Idul Fitri
Menyikapi tren kenaikan kasus ini, Budi Rahmat memberikan peringatan serius bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ciamis, khususnya menjelang perayaan Lebaran Idul Fitri yang tinggal menghitung hari.
Ia mewanti-wanti warga agar meningkatkan kewaspadaan ekstra, mengingat aktivitas memasak di dapur biasanya akan melonjak tajam untuk persiapan hidangan hari raya.
Budi menegaskan pentingnya budaya memeriksa kembali kondisi rumah sebelum beristirahat.
Pastikan kompor gas telah dimatikan dengan benar dan tungku kayu benar-benar sudah dingin sebelum ditinggal tidur atau keluar rumah.
Selain faktor api terbuka, masyarakat juga diingatkan untuk memeriksa instalasi listrik yang sudah tua demi meminimalisir risiko arus pendek yang sering menjadi pemicu kebakaran di pemukiman padat.
Kini, Aki Udin terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekatnya untuk sementara waktu.
Pihak pemerintah desa dan BPBD Ciamis diharapkan segera menyalurkan bantuan darurat berupa logistik, pakaian, serta bahan bangunan untuk membantu korban memulai kembali hidupnya.
Tragedi kebakaran rumah di Kawali Ciamis ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kelalaian sekecil apa pun dapat berujung pada bencana yang merenggut segalanya dalam sekejap mata.





