Berita

Anggaran Jadi Kendala, Wali Kota Banjar Akui Sulit Pertahankan Dua Atlet Balap Motor

Pemerintah Kota Banjar harus menghadapi kenyataan pahit terkait keberlangsungan karier dua atlet balap motor berprestasi, Akbar Abud Afdalah dan Ari Febriansyah.

Keduanya dipastikan tidak lagi membela Kota Banjar, setelah upaya mempertahankan mereka terbentur pada satu persoalan krusial: keterbatasan anggaran.

Wali Kota Banjar, Sudarsono, menyampaikan langsung bahwa peluang untuk mempertahankan keduanya sangat kecil.

Dalam keterangan usai menghadiri rapat paripurna DPRD, Jumat, 25 Juli 2025, ia mengakui bahwa keputusan tidak bisa diambil secara cepat karena menyangkut ketersediaan anggaran yang besar dan kompleksitas waktu yang sempit.

“Kesempatan mempertahankan itu sangat tipis karena tenggat waktunya sudah di akhir bulan. Kalau misal mencari anggaran dalam waktu dekat, itu tidak mudah,” ujar Sudarsono.

Sebelumnya, KONI Kota Banjar telah memberikan batas waktu hingga 25 Juli 2025 kepada pemerintah kota untuk mengambil langkah konkret dalam mempertahankan Akbar dan Ari.

Baca Juga :  Rumah Semi Permanen di Ciamis Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp50 Juta

Namun, batas waktu tersebut berlalu tanpa adanya kepastian dukungan anggaran dari Pemkot Banjar.

Ketua KONI Kota Banjar, Soedrajat Argadireja, menjelaskan bahwa pihaknya telah sepakat untuk melepas Akbar Abud Afdalah.

Sementara proses mutasi Ari Febriansyah masih tertahan karena beberapa persyaratan administratif belum dilengkapi.

Meski demikian, KONI tidak memiliki wewenang untuk menahan kedua atlet yang telah menyampaikan keinginan berpindah daerah tersebut.

“Kami sudah komunikasi dan sepakat dengan keduanya. Kita tidak bisa menahan jika memang mereka sudah mengambil keputusan,” ungkap Soedrajat kepada wartawan pada Sabtu, 26 Juli 2025.

Keputusan hengkangnya kedua atlet ini menjadi pukulan tersendiri bagi dunia olahraga Kota Banjar.

Akbar dan Ari dikenal sebagai atlet andalan, bahkan pernah mengharumkan nama daerah lewat prestasi di tingkat nasional, termasuk ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Baca Juga :  Tingkat Pengangguran Terbuka di Ciamis Menurun, Generasi Z Lebih Memilih Berwirausaha

Dalam waktu dekat, KONI bersama perwakilan dari berbagai cabang olahraga juga dijadwalkan untuk kembali bertemu dengan Wali Kota.

Pertemuan itu akan membahas kesiapan menghadapi Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2025.

Salah satu fokus diskusinya adalah penyusunan dan pengajuan kebutuhan anggaran untuk mendukung para atlet yang masih bertahan.

“Untuk Porprov nanti akan kita bahas dulu dengan KONI. Kita lihat apa saja yang akan diajukan dan apakah bisa masuk dalam anggaran perubahan,” tambah Sudarsono.

Situasi ini menegaskan tantangan berat yang tengah dihadapi sektor olahraga daerah, di mana minimnya dukungan anggaran bisa berdampak langsung pada keberlangsungan karier para atlet berprestasi.

Diperlukan sinergi dan komitmen serius dari pemerintah daerah dan lembaga olahraga agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca