Pertandingan sengit dengan tensi tinggi langsung tersaji dalam laga klasik big match Persebaya vs Persib pada lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026, Senin (2/3/2026).
Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, skuad Bajol Ijo sukses menutup babak pertama dengan keunggulan tipis 1-0.
Kemenangan sementara ini diraih berkat eksekusi penalti dingin dari Bruno Moreira serta intervensi krusial dari Video Assistant Referee (VAR) yang terbukti mengubah arah pertandingan.
Sejak peluit kick-off dibunyikan oleh wasit Eko Saputra, Persebaya Surabaya langsung mengambil inisiatif serangan dan tancap gas menekan lini pertahanan lawan.
Determinasi tinggi ini nyaris membuahkan hasil instan pada menit pertama pertandingan.
Pemain sayap Riyan Ardiansyah berhasil mendapatkan peluang emas dari jarak dekat, namun sayangnya tembakan tersebut masih mampu digagalkan dengan gemilang oleh kiper Persib Bandung.
Setelah kejutan di menit awal tersebut, Persib Bandung perlahan mulai merespons dan mengendalikan ritme permainan.
Skuad Maung Bandung menerapkan tempo yang lebih lambat dan mendominasi penguasaan bola.
Strategi ini secara praktis membuat pertarungan kedua tim raksasa tersebut lebih banyak berkutat dan terkunci di sektor lini tengah.
Meskipun tertekan secara penguasaan bola, pertahanan Persebaya terbukti tetap solid dan disiplin.
Ancaman paling berbahaya dari kubu tamu datang pada menit ke-13 melalui penetrasi lincah Berguinho di sisi kanan lapangan.
Pemain tersebut mengirimkan umpan tarik tajam yang sempat mengenai pemain bertahan Persebaya, Leo Lelis.
Sentuhan tak disengaja itu nyaris saja berbuah gol bunuh diri yang bisa merugikan tuan rumah.
Namun, Persebaya tidak tinggal diam menghadapi tekanan tersebut. Tiga menit berselang, tepatnya pada menit ke-16, skuad asuhan pelatih Tavares merespons melalui skema fast break atau serangan balik cepat.
Serangan ini digagas dengan apik oleh Francisco Rivera yang melepaskan umpan terukur kepada Gali Freitas.
Sayangnya, peluang emas di area pertahanan lawan tersebut kembali gagal dimaksimalkan menjadi gol pembuka.
Memasuki pertengahan babak pertama, pahlawan sesungguhnya bagi lini pertahanan Persebaya adalah sang penjaga gawang andalan, Ernando Ari.
Kiper berlabel Timnas Indonesia tersebut tampil luar biasa layaknya tembok kokoh yang membuat barisan penyerang Maung Bandung merasa frustrasi karena kesulitan menembusnya.
Pada menit ke-22, Ernando sukses menunjukkan kelasnya dengan melakukan penyelamatan krusial.
Ia berhasil memenangkan duel satu lawan satu saat pemain depan Persib berhasil mendapatkan celah emas.
Selanjutnya, hanya berselang delapan menit kemudian, insting tajam Ernando kembali menyelamatkan gawang Persebaya setelah ia sukses menepis tembakan keras dari jarak dekat.
Ketangguhan di bawah mistar gawang ini secara langsung memompa moral rekan-rekan setimnya untuk kembali berani keluar menekan.
Kepercayaan diri yang mulai terbangun itu terlihat jelas ketika Bruno Moreira mulai melakukan aksi individu pada menit ke-26.
Pemain asal Brasil ini berhasil menusuk tajam ke dalam kotak penalti Persib dan mengirimkan umpan datar yang sangat berbahaya.
Sayangnya, belum ada satupun rekan setim yang berada di posisi tepat untuk menyambar umpan matang tersebut.
Ancaman berlanjut di menit ke-35 ketika Rivera mencoba peruntungannya lewat sepakan spekulasi jarak jauh, meski bola masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Momentum keunggulan tuan rumah akhirnya benar-benar memuncak pada menit ke-41.
Berawal dari sebuah situasi menegangkan di area kotak penalti Persib, wasit Eko Saputra memutuskan untuk menghentikan laga sejenak guna meninjau insiden melalui layar VAR.
Setelah evaluasi yang cermat, wasit dengan tegas menunjuk titik putih untuk keuntungan tim tuan rumah.
Bruno Moreira yang maju sebagai algojo utama tidak menyia-nyiakan kesempatan emas di depan mata.
Dengan ketenangan tingkat tinggi, ia sukses mengecoh kiper lawan dan mengubah papan skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Bajol Ijo.
Gol ini sekaligus menjadi bukti nyata ambisi Bruno yang sebelumnya menegaskan tekadnya untuk melupakan hasil musim lalu dan hanya fokus meraih poin penuh di laga ini.
Memasuki masa injury time tambahan waktu (45+4′), drama sesungguhnya kembali menghentak seisi stadion.
Skuad Maung Bandung sempat bersorak kegirangan ketika pemain mereka, Kakang Rudianto, berhasil menjebol gawang Ernando Ari dengan memanfaatkan situasi kemelut yang intens di depan gawang.
Akan tetapi, kegembiraan tim tamu dipastikan hanya berumur jagung. Wasit kembali diintervensi oleh tim VAR untuk meninjau proses terciptanya gol tersebut.
Hasilnya sangat melegakan bagi tuan rumah; gol secara resmi dianulir karena striker Persib, Ramon, tertangkap kamera melakukan pelanggaran handsball sebelum bola berhasil disambar oleh Kakang.
Babak pertama pun dipastikan berakhir dengan skor 1-0. Strategi determinasi tinggi dan kedisiplinan para pemain—seperti yang diinstruksikan Tavares untuk menghadapi ujian fisik yang berat melawan Persib—terbukti sangat efektif dalam menjaga keunggulan tim di paruh pertama.





