Berita

Longsor di Ciamis Makin Mencekam; 28 Rumah Terdampak, Warga Segera Mengungsi!

Hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur tanpa henti sejak Senin (11/5/2026) sore hingga malam hari kembali memicu terjadinya rentetan bencana alam.

Bencana banjir dan longsor di Ciamis dilaporkan melanda setidaknya dua desa yang berada di dua kecamatan berbeda.

Peristiwa nahas ini menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit serta memaksa sejumlah warga untuk segera meninggalkan kediaman mereka demi keselamatan jiwa.

Berdasarkan laporan terkini dari pihak berwenang, bencana alam tersebut tepatnya menghantam Desa Sukamaju di Kecamatan Cihaurbeuti dan Desa Bunter di Kecamatan Sukadana.

Secara keseluruhan, tercatat ada sebanyak 28 rumah warga yang terdampak langsung oleh pergerakan material tanah maupun genangan air sungai.

Selain itu, sedikitnya 6 Kepala Keluarga (KK) terpaksa harus dievakuasi ke lokasi yang dinilai lebih aman.

Beruntung, di tengah situasi darurat dan kepanikan yang sempat melanda warga setempat pada malam kejadian, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini.

Meskipun demikian, dalam menghadapi ancaman longsor di Ciamis yang kerap datang tiba-tiba, kewaspadaan masyarakat terus diimbau untuk tetap dijaga mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam.

Titik Terparah Longsor di Ciamis dan Upaya Evakuasi

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Ciamis, Ani Supiani ST MSi, memberikan keterangan resmi terkait detail kerusakan di lapangan akibat bencana longsor di Ciamis ini.

Menurut Ani, wilayah Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti, menjadi salah satu titik yang mengalami dampak cukup parah akibat pergerakan tanah yang masif.

Di Dusun Sukamaju RT 07 RW 93, sebuah tebing curam dengan ketinggian mencapai 30 meter mengalami longsor hebat.

Tebing selebar 30 meter tersebut runtuh dan membawa serta material tanah pekat beserta hamparan rumpun bambu yang berada di bagian atasnya.

Baca Juga :  Unigal Tegaskan Komitmen Bebas Rokok, Klarifikasi Isu Penjualan oleh Ormawa

Kejadian mencekam ini berlangsung tepat pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, di saat mayoritas warga mulai beristirahat.

Material longsoran dan tumpukan rumpun bambu tersebut langsung menimbun saluran irigasi Gintung Satu yang berada persis di bawah tebing.

Akibat tertutupnya saluran air vital ini, satu rumah warga yang berlokasi sangat dekat dengan titik longsor berada dalam kondisi terancam bahaya.

Oleh karena itu, penghuni rumah tersebut secara mandiri segera mengungsi ke rumah kerabat terdekat demi menghindari potensi pergerakan tanah susulan.

Saluran Irigasi Jebol, Permukiman Terancam

Ancaman bencana longsor di Ciamis rupanya tidak hanya terpusat di satu titik. Di wilayah dusun lainnya yang masih berada di kawasan Desa Sukamaju, yakni Dusun Cibulakan RT 02 RW 01, musibah serupa juga terjadi dan membawa dampak yang tak kalah meresahkan.

Saluran irigasi Depok yang menjadi tumpuan perairan warga dilaporkan jebol akibat tak kuat menahan debit air berlebih dan terjangan material tanah.

Jebolnya saluran irigasi ini kemudian memicu longsoran material padat yang langsung menimbun dua rumah warga sekitar.

Tidak berhenti sampai di situ, material tanah tersebut juga secara langsung mengancam keselamatan bangunan milik empat warga lainnya yang berada dalam satu jalur area rawan pergerakan tanah.

Berkat insting kesigapan warga setempat, seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum material tanah sepenuhnya menghantam bangunan.

Meskipun dipastikan selamat dari ancaman maut, sebanyak 6 KK dari lokasi ini terpaksa harus diungsikan menuju ke tempat penampungan sementara yang lebih steril dari ancaman.

Luapan Dua Sungai Picu Banjir Bandang di Sukadana

Sementara itu, kondisi darurat yang tak kalah memprihatinkan juga terjadi di wilayah Desa Bunter, Kecamatan Sukadana.

Hujan lebat sejak sore hari telah mengakibatkan debit air di Sungai Cireundeu dan Sungai Cileudug melonjak drastis.

Luapan arus dari kedua sungai besar ini akhirnya tak terbendung dan merangsek masuk merendam permukiman warga.

Baca Juga :  Ciamis Raih Penghargaan Kabupaten Terbaik TP2DD Jawa-Bali Tahun 2023

Pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB, debit air luapan sungai secara cepat mulai memasuki area perumahan.

Data mencatat sebanyak 21 rumah warga yang berlokasi di area Blok Sasak tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi.

Fasilitas publik seperti kompleks sekolah dasar SDN 2 Bunter juga dilaporkan tak luput dari kepungan air bah tersebut, sehingga mengganggu aktivitas pendidikan keesokan harinya.

Total warga yang terdampak langsung oleh genangan banjir pekat di Desa Bunter ini mencapai sekitar 50 jiwa.

Bencana di desa ini ternyata berlapis. Curah hujan ekstrem tidak hanya memicu banjir bandang.

Cuaca buruk tersebut juga mengakibatkan insiden longsor di Ciamis pada sejumlah titik.

Lokasi longsor berada persis di sisi jalan utama desa. Akibatnya, akses mobilitas warga sempat lumpuh.

Respons Cepat Tanggap Darurat Tim BPBD Ciamis

Menyikapi serangkaian kejadian bencana banjir dan longsor di Ciamis yang memporak-porandakan dua kecamatan tersebut, pemerintah daerah melalui BPBD langsung mengambil tindakan cepat.

Ani Supiani menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan tim Unit Reaksi Cepat (URC) dan tim kaji cepat menuju ke berbagai lokasi kejadian malam itu juga.

Tim diterjunkan langsung ke dua desa terdampak untuk melakukan proses assessment atau penilaian kerusakan tingkat awal.

Langkah cepat ini dinilai sangat krusial guna memetakan kebutuhan paling mendesak para pengungsi, sekaligus merencanakan strategi pendistribusian berbagai logistik kedaruratan, mulai dari makanan siap saji, air bersih, hingga perlengkapan tidur.

Selain itu, proses penanganan darurat di lapangan dipastikan tidak dilakukan sendirian.

Tim BPBD terus bahu-membahu membangun sinergi bersama warga setempat, aparat TNI dan Polri, serta jajaran pemerintah desa dan kecamatan.

Para relawan kebencanaan juga turut dikerahkan untuk mempercepat evakuasi material longsor, memastikan agar pemulihan pascabencana dapat berjalan optimal dan masyarakat bisa segera bangkit.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca