Berita

SMP Negeri 2 Cihaurbeuti Dikepung Pergeseran Tanah, BPBD Ciamis Turun Tangan

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis sejak Rabu malam memicu pergeseran tanah di beberapa titik.

Salah satu lokasi yang terdampak cukup serius adalah Kompleks SMP Negeri 2 Cihaurbeuti, tepatnya di Blok Legok Kondang, Dusun Desa Tengah, RT 03 RW 04, Desa/Kecamatan Cihaurbeuti.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (21/8/2025) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.

Pergeseran tanah menyebabkan keretakan di sejumlah area sekolah, mulai dari halaman, tempat parkir, hingga bangunan toilet.

Kondisi ini membuat tembok penahan tanah (TPT) serta pagar sekolah ikut terancam roboh.

Kekhawatiran semakin besar apabila hujan ekstrem kembali mengguyur wilayah tersebut.

Lahan parkir dan pelataran toilet dikhawatirkan bisa ambles sewaktu-waktu, mengancam kenyamanan sekaligus keselamatan warga sekolah.

Tak hanya di Cihaurbeuti, hujan lebat juga menimbulkan kerusakan di wilayah Cipaku.

Baca Juga :  Delapan Tahun Menanti, Jalan Petirhilir-Sukamaju Ciamis Diperbaiki

Pada sore hari yang sama, sekitar pukul 17.00 WIB, sebuah tembok penahan tebing (TPT) di rumah warga bernama Ineu Yuliani (49), yang beralamat di Dusun Selacai, RT 14 RW 11, Desa Selamanik, Cipaku, mengalami keruntuhan.

TPT dengan tinggi 1,8 meter dan panjang 15 meter itu runtuh setelah tak mampu menahan derasnya curah hujan sejak pukul 15.00 WIB.

Material longsoran menghantam pondasi dapur dan halaman rumah korban, menimbulkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp7,5 juta.

Menanggapi dua kejadian tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, ST., M.Si., memastikan pihaknya segera menurunkan tim kaji cepat dari Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) untuk melakukan penanganan di lapangan.

“Tim sudah bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen dan langkah penanganan awal,” ujar Ani.

Baca Juga :  Bupati Ciamis Apresiasi Kinerja BAZNAS

Ia menegaskan, hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga sore hari menjadi faktor utama pemicu keruntuhan TPT di rumah warga dan pergeseran tanah di sekolah.

Kejadian ini kembali mengingatkan masyarakat akan potensi bencana hidrometeorologi yang rawan terjadi saat musim hujan, terutama di wilayah perbukitan dan pemukiman dengan struktur tanah labil.

Pergeseran tanah dan keruntuhan TPT dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama bila curah hujan meningkat.

Pihak BPBD Ciamis mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di area yang rawan longsor.

Pemerintah daerah juga diharapkan dapat segera melakukan langkah mitigasi untuk mencegah kerusakan lebih parah dan memastikan keamanan fasilitas umum, termasuk sekolah yang terdampak.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca