
Berawal dari keprihatinan atas minimnya alat peraga dan terinspirasi dari skripsi lamanya, seorang guru di SDN 10 Ciamis, Rizal Fahroni, S.Kom., berhasil menciptakan sebuah terobosan.
Inovasinya, sebuah aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) bernama AROMA (Augmented Reality Organ Dalam Manusia), sukses mengantarkannya meraih Juara II dalam Lomba Inovasi Daerah (LID) Tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2025.
Kisah di balik AROMA lahir dari sebuah masalah nyata di ruang kelas. Rizal melihat bagaimana para siswa seringkali kesulitan memahami anatomi tubuh manusia karena tidak adanya model organ fisik yang memadai.
“Ide ini berangkat dari kebutuhan para siswa untuk mengenali organ dalam manusia. Banyak sekolah terkendala oleh ketidaklengkapan alat peraga, bahkan ada yang tidak memilikinya sama sekali,” ungkap Rizal, Sabtu (14/6/2025).
Menjawab tantangan tersebut, Rizal mengembangkan AROMA sebagai jembatan digital. Aplikasi ini mampu mengubah ponsel pintar atau laptop menjadi sebuah “laboratorium” anatomi virtual.
Cara kerjanya terbilang sederhana namun efektif. Siswa hanya perlu mengarahkan kamera ponsel ke “Kartu AROMA” yang berisi gambar organ.
Seketika, organ tubuh seperti jantung, paru-paru, atau hati akan muncul secara virtual di layar dalam bentuk tiga dimensi (3D) yang interaktif.
“Tak hanya visual, setiap organ yang tampil juga dilengkapi dengan keterangan informatif dalam format teks dan narasi audio,” jelas Rizal.
Antusiasme siswa menjadi bukti nyata keberhasilan inovasi ini.
Saat tim juri dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ciamis melakukan verifikasi lapangan, Rizal mendemonstrasikan langsung aplikasi AROMA kepada siswa kelas 5 dan 6 di SDN 10 Ciamis.
“Alhamdulillah, para siswa sangat antusias. Mereka terlihat begitu terbantu dalam mengenali organ dalam manusia melalui AROMA. Ini menjadi validasi bahwa aplikasi ini memang dibutuhkan,” tambahnya dengan bangga.
Atas karyanya yang solutif, Bappeda Ciamis selaku penyelenggara Lomba Inovasi Daerah menganugerahi AROMA sebagai juara kedua.
Rizal, yang hingga kini masih berstatus sebagai tenaga pendidik non-ASN, berharap inovasinya tidak berhenti di sini.
“Saat ini, proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sedang dibantu oleh pihak Bappeda Ciamis. Harapan terbesar saya adalah ada pengembangan lebih lanjut dari penelitian ini agar manfaatnya semakin luas,” tuturnya.
Dukungan penuh datang dari pihak sekolah. Kepala SDN 10 Ciamis, Neng Hasanah, S.Pd., bersama Ketua Komite Sekolah, Sony Agusman, S.H., mengungkapkan rasa bangganya.
“Kami luar biasa bangga dan sangat mengapresiasi karya Pak Rizal. Ini sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan,” ujar Neng Hasanah.
Saya dengar ada rencana untuk diikutsertakan dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Barat, dan kami mendukung penuh langkah tersebut.
Sony Agusman menambahkan, pihaknya berharap pemerintah daerah dapat terus mengawal pengembangan AROMA.
“Legalisasi melalui HKI adalah langkah penting. Kami juga berharap pemerintah daerah turut membantu pengembangannya, karena aplikasi ini terbukti sangat membantu proses belajar siswa dan guru,” pungkas Sony.





