
Suasana panas mewarnai laga fase grup pekan keempat Liga Pelajar Ciamis “Tut Wuri Handayani Cup” XIX 2025/2026 saat SMPN 1 Cikoneng (A) bertemu SMP NU Maarif di Lapangan Zipur Panyingkiran, Selasa (7/10/2025) sore.
Pertandingan antar dua tim pelajar ini berlangsung dalam tensi tinggi, diwarnai banyak pelanggaran hingga membuat wasit harus mengeluarkan lima kartu kuning sepanjang laga.
Pertandingan Penuh Tekanan Sejak Awal
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung tampil agresif. SMPN 1 Cikoneng (A) tampil dominan dengan strategi menyerang sejak menit pertama, menekan pertahanan lawan tanpa memberi ruang bernapas.
Tekanan itu berbuah manis saat Kevin Rizqi berhasil mencetak gol cepat di menit ke-3 babak pertama. Gol pembuka tersebut sontak membuat pertandingan berjalan semakin intens.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Melalui skema serangan balik cepat, Fahri dari SMP NU Maarif memanfaatkan celah di lini belakang lawan dan sukses menjebol gawang Cikoneng di menit ke-13. Skor pun kembali imbang 1–1.
Kerasnya Duel dan Hujan Kartu Kuning
Setelah skor imbang, tensi laga meningkat tajam. Baik pemain Cikoneng maupun Maarif sama-sama berupaya memecah kebuntuan dengan serangan agresif yang kerap diwarnai benturan fisik.
Situasi itu membuat wasit harus bekerja ekstra menjaga jalannya pertandingan agar tetap kondusif.
Tak tanggung-tanggung, wasit mengeluarkan lima kartu kuning sepanjang laga — empat di antaranya untuk pemain SMPN 1 Cikoneng (A), masing-masing diterima oleh Wildan, Kevin, Faiq, dan Nafiz.
Sementara dari kubu SMP NU Maarif, satu-satunya pemain yang mendapat peringatan keras adalah Kheisa.
Sorak penonton di pinggir lapangan terdengar riuh setiap kali terjadi pelanggaran.
Suasana semakin panas ketika salah satu pemain Cikoneng terjatuh akibat tekel keras, memicu protes dari ofisial tim.
Namun, wasit tetap tegas menegakkan aturan demi menjaga sportivitas di lapangan.
Perubahan Strategi dan Gol Penentu
Memasuki babak kedua, SMPN 1 Cikoneng (A) melakukan beberapa pergantian pemain. Strategi tersebut terbukti jitu. Kondisi fisik pemain Maarif yang mulai menurun berhasil dimanfaatkan oleh Cikoneng.
Pemain pengganti Gio Angga menjadi sosok penting dalam kemenangan timnya. Ia mencetak gol cepat di menit ke-35, membawa Cikoneng unggul 2–1.
Tak berhenti sampai di situ, pada menit ke-60 — menjelang berakhirnya waktu normal — Gio kembali menambah keunggulan timnya melalui sontekan tajam di depan gawang.
Skor 3–1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
SMPN 1 Cikoneng Kokoh di Puncak Grup
Dengan kemenangan ini, SMPN 1 Cikoneng (A) semakin memperkuat posisi mereka sebagai salah satu tim unggulan di ajang Liga Pelajar Ciamis 2025/2026.
Tim ini juga merupakan semifinalis edisi sebelumnya, yang dikenal dengan permainan cepat dan disiplin.
Pelatih Cikoneng menilai meski menang, para pemain harus lebih berhati-hati dalam menjaga emosi di lapangan.
“Kami senang dengan hasil hari ini, tapi ke depan harus lebih tenang dalam menghadapi tekanan,” ujarnya seusai pertandingan.
Pertandingan Lain dan Jadwal Lanjutan
Masih di hari yang sama, laga tingkat SLTA antara MAN Darussalam dan SMAN 1 Cisaga juga berlangsung di Lapangan Zipur.
Pertandingan berakhir imbang 1–1 setelah kedua tim sama-sama mencetak gol di babak pertama melalui Fairus (MAN Darussalam) dan Rhesa (SMAN 1 Cisaga).
Sementara itu, Ketua Forum Pemuda Galuh, Adang Ija Sudrajat, selaku penyelenggara turnamen, mengatakan fase grup akan berlanjut pada Rabu (8/10/2025).
“Untuk tingkat SLTP akan bertanding MTsN 9 Sindangkasih melawan MTs Fadliliah Darussalam mulai pukul 14.30 WIB.
Sedangkan di level SLTA, SMAN 1 Kawali akan berhadapan dengan SMK Miftahul Huda 2 Bayasari pukul 16.00 WIB,” ungkapnya.
Ajang Pembinaan Talenta Sepak Bola Muda
Sejak pertama kali digelar pada 2004, Liga Pelajar Ciamis “Tut Wuri Handayani Cup” telah menjadi wadah pembinaan pemain muda berbakat di Tatar Galuh.
Turnamen ini digagas oleh almarhum H. Yana D. Putra, mantan Wakil Bupati Ciamis, yang saat itu masih menjabat sebagai anggota DPRD.
Tahun ini, ajang tersebut diikuti 93 tim yang terdiri dari 50 tim tingkat SLTP, 34 tim tingkat SLTA, dan 9 tim putri.
Pertandingan fase grup dijadwalkan berlangsung setiap hari, kecuali Minggu, di Lapangan Zipur Panyingkiran hingga Februari 2026, sebelum berlanjut ke babak delapan besar, semifinal, dan grand final di Stadion Galuh Ciamis.
Tak sedikit pemain yang lahir dari kompetisi ini kemudian meniti karier hingga level profesional, termasuk memperkuat PSGC Ciamis dan klub-klub Liga 1 Indonesia.





