
Pasca libur panjang Idulfitri, Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis langsung dipadati oleh warga yang ingin mengurus dokumen administrasi kependudukan.
Suasana kantor pada Selasa, 8 April 2025, berubah menjadi lautan manusia sejak pagi hari.
Antrean panjang terlihat dari luar hingga ke dalam gedung, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan administrasi pascaliburan.
Meskipun pihak Disdukcapil Ciamis telah membuka layanan sejak tiga hari sebelumnya, puncak keramaian terjadi di hari pertama masuk kerja ASN.
Ratusan warga, sebagian besar datang sejak matahari belum tinggi, tampak rela menunggu dalam kondisi seadanya—duduk di pinggir kantor tanpa alas, berdesakan, dan menunggu giliran dipanggil.
Kepala Disdukcapil Ciamis, Yayan M Supyan, mengungkapkan, lonjakan ini telah diprediksi, sehingga pihaknya melakukan penyesuaian dengan menambah jumlah loket.
Dari yang biasanya hanya satu, kini dua loket dioperasikan, bahkan tambahan loket dibuka di aula untuk mengurai antrean.
“Dalam sehari, jumlah warga yang datang bisa mencapai 500 orang. Mereka datang untuk berbagai keperluan, mulai dari perekaman dan pencetakan KTP elektronik, perbaikan data KK, akta kelahiran, hingga pindah domisili,” jelas Yayan.
Meski fasilitas terbatas dan petugas harus bekerja ekstra, Yayan memastikan seluruh layanan tetap diberikan secara maksimal.
Ia juga mengimbau warga agar memanfaatkan layanan Disdukcapil di tingkat kecamatan yang juga tersedia dan lebih dekat dari tempat tinggal mereka.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik meskipun ruang terbatas. Tapi masyarakat juga harus tahu bahwa di kecamatan ada layanan serupa. Tidak perlu memaksakan datang ke kantor pusat bila bisa diurus di tempat yang lebih dekat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yayan menegaskan bahwa semua layanan administrasi di Disdukcapil Ciamis diberikan secara gratis.
Ia mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap oknum yang mencoba memanfaatkan situasi dengan meminta bayaran.





