
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis saat ini masih menanti realisasi penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung yang diperuntukkan bagi kebutuhan pakan ternak ayam.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis, Anton Wahyu, melalui Kepala Bidang Produksi, Sarana, dan Prasarana Peternakan, Yono, membenarkan hal itu.
Yono menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan penyaluran ke pemerintah pusat. Namun, hingga kini distribusi jagung tersebut belum terealisasi.
“Pengajuan sudah kami lakukan, hanya saja saat ini masih menunggu proses dari pusat. Dari informasi yang kami terima, di wilayah Jawa Barat baru Kabupaten Purwakarta yang mulai menerima distribusi SPHP jagung,” jelas Yono.
Menurut Yono, program SPHP Jagung tahun 2025 difokuskan bagi para peternak mikro ayam petelur.
Program ini diharapkan dapat membantu menekan beban biaya pakan, mengingat harga jagung kerap menjadi faktor penentu dalam keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
“Untuk Kabupaten Ciamis, kami mengajukan sebanyak 506,7 ton jagung. Jumlah ini dialokasikan khusus untuk mendukung para peternak mikro ayam petelur yang ada di daerah kami,” tambahnya.
Sesuai dengan petunjuk teknis, mekanisme penyaluran jagung SPHP ini dilakukan melalui dua lembaga resmi yang telah ditunjuk.
Nantinya, kedua lembaga tersebut akan bertugas menyalurkan langsung jagung kepada para peternak penerima manfaat.
“Jadi, distribusi tidak langsung dari dinas, melainkan melalui lembaga penyalur yang sudah disiapkan. Dengan begitu, prosesnya lebih terstruktur dan tepat sasaran,” tutur Yono.
Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap realisasi program ini dapat segera terealisasi.
Kehadiran SPHP Jagung dipandang penting untuk menjaga stabilitas usaha peternak mikro ayam petelur, sekaligus mendukung ketersediaan pangan asal ternak bagi masyarakat.





