Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis melaporkan akumulasi penyerapan komoditas perikanan darat untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kuartal II tahun 2026, serapan produk ikan lokal Ciamis terhadap operasional dapur program tersebut tercatat telah mencapai angka 7 persen.
Persentase penyerapan tersebut dihitung berdasarkan total keseluruhan produksi ikan air tawar kategori budidaya di Kabupaten Ciamis pada tahun 2025. Pemerintah daerah memastikan pasokan komoditas perikanan berjalan sesuai dengan standar operasional yang ditetapkan.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis, A. Wahyu Radiyatnantom. Melalui Kepala Bidang Pemanfaatan dan Pengendalian Sumber Daya Perikanan, Aris Andriyana, data capaian ini dirilis pada Rabu (01/07/2026) di ruang kerjanya.
Ringkasan Berita
Realisasi Serapan Produk Ikan Lokal Ciamis pada Program MBG
Menurut keterangan resmi dinas, kuota penyerapan 7 persen ini menjadi basis awal dalam pelaksanaan kemitraan rantai pasok pangan. Dinas terkait terus melakukan pemantauan berkala guna memastikan distribusi komoditas dari peternak menuju Dapur MBG berjalan lancar.
“Hingga saat ini, sebanyak 7 persen dari total produksi ikan air tawar kategori budidaya pada tahun 2025 telah terserap oleh Dapur MBG,” kata Aris Andriyana.
Pihak dinas menyatakan bahwa penyerapan pangan lokal berimplikasi langsung pada kestabilan ekosistem pasar perikanan di tingkat daerah. Keberadaan program ini membuka jalur distribusi baru yang bersifat reguler bagi para pelaku usaha perikanan di Ciamis.
Oleh karena itu, instansi terkait memproyeksikan volume serapan produk ikan lokal Ciamis dapat mengalami peningkatan pada kuartal berikutnya. Proyeksi kenaikan ini didasarkan pada rencana perluasan titik operasional dapur pemenuhan gizi masyarakat secara bertahap.
Data Capaian Produksi Ikan Air Tawar Kabupaten Ciamis
Berdasarkan data statistik resmi dari Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis, volume produksi perikanan di wilayah ini memiliki basis yang kuat. Aris memaparkan bahwa volume produksi dari sektor kolam air tenang dan keramba pada tahun 2025 mencapai 27.313,24 ton.
Sektor budidaya tersebut menjadi penyumbang volume terbesar dalam struktur komoditas perikanan darat di Kabupaten Ciamis. Mayoritas sentra produksi tersebar di wilayah kecamatan yang memiliki akses sumber daya air permukaan yang stabil.
Sementara itu, untuk sektor perikanan tangkap yang meliputi area rawa, sungai, serta perairan umum lainnya tercatat menyumbang sebesar 311,97 ton. Gabungan kedua sektor ini membentuk total volume pasokan yang terdata secara resmi oleh pemerintah daerah.
“Dengan demikian, total produksi ikan air tawar secara keseluruhan pada tahun 2025 tercatat sebesar 27.625,21 ton,” ujar Aris menerangkan data tersebut.
Melalui ketersediaan logistik yang terukur ini, pasokan serapan produk ikan lokal Ciamis diyakini mampu memenuhi kebutuhan jangka panjang. Evaluasi berkala tetap dijalankan untuk menjaga keseimbangan antara kuota program dan kebutuhan pasar umum.
Optimalisasi Peran Penyuluh Perikanan Lapangan
Dalam menjaga konsistensi pasokan bahan baku pangan ini, dinas mengoptimalkan peran tenaga fungsional di setiap wilayah pembudidayaan. Langkah pendampingan teknis diintensifkan guna menjaga mutu produk perikanan agar tetap memenuhi standar yang berlaku.
Pihak dinas melalui para penyuluh perikanan di lapangan terus mengimbau peternak ikan untuk memanfaatkan peluang penyerapan ke Dapur MBG. Keterlibatan aktif para peternak lokal dinilai strategis dalam memperkuat basis ekonomi sektor perikanan rakyat.
Selain pemenuhan kebutuhan dapur program, langkah taktis ini juga ditujukan untuk meningkatkan Angka Konsumsi Ikan Masyarakat (KIM) di Ciamis. Pemerintah daerah menempatkan KIM sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan sumber daya manusia.
Oleh sebab itu, edukasi mengenai penerapan standar budidaya yang baik terus disebarluaskan oleh petugas penyuluh di setiap kecamatan. Pola budidaya yang terstandarisasi diharapkan dapat menjamin keberlanjutan kuota serapan produk ikan lokal Ciamis ke depan.
Aspek Keberlanjutan Sektor Perikanan Darat Ciamis
Implementasi program Makan Bergizi Gratis memberikan dampak pada perputaran sektor ekonomi riil di tingkat pedesaan. Kepastian pasar yang difasilitasi oleh program ini membantu pembudidaya dalam melakukan perencanaan produksi secara lebih terukur.
Sejumlah kelompok pembudidaya ikan kini mulai mengoptimalkan pemanfaatan lahan kolam guna meningkatkan kapasitas produksi. Pola kemitraan ini diharapkan dapat menekan potensi kerugian peternak akibat kendala fluktuasi harga seasonal.
Selain itu, aktivitas produksi yang konsisten ini turut menggerakkan sektor pendukung, seperti penyedia sarana produksi perikanan dan pakan. Penyerapan tenaga kerja lokal di sektor logistik dan pascapanen juga dilaporkan mengalami pergerakan positif.
Sebagai langkah lanjutan, koordinasi lintas instansi antara dinas, penyuluh, dan asosiasi peternak akan diperketat secara berkala. Hal ini diprioritaskan agar pemenuhan serapan produk ikan lokal Ciamis untuk Dapur MBG berjalan secara konsisten dan reguler.





