
Perum Bulog Kabupaten Ciamis memastikan ketersediaan stok beras bantuan dalam kondisi aman dan memadai untuk mendukung distribusi bantuan pangan kepada masyarakat.
Kepala Gudang Bulog Ciamis, Ending, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan berjalan sesuai rencana dan telah menyentuh lebih dari separuh target penerima.
Program ini merupakan bagian dari penugasan nasional dari Bapanas kepada Bulog, untuk menyalurkan bantuan pangan kepada 155.779 warga penerima manfaat di Kabupaten Ciamis.
Masing-masing penerima akan menerima bantuan beras sebanyak 20 kilogram. Penyaluran berlangsung secara bertahap dan ditargetkan selesai pada akhir Juli 2025.
“Kami memastikan seluruh proses distribusi berjalan tepat sasaran. Stok yang tersedia saat ini mencukupi kebutuhan seluruh penerima bantuan. Penyaluran telah berlangsung dan akan terus dipantau agar sesuai dengan ketentuan,” ungkap Ending.
Untuk memastikan keamanan dan kesiapan stok, serta ketepatan sasaran distribusi, Gudang Bulog Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, mendapat kunjungan dari Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah.
Dalam kesempatan tersebut, Rina turut didampingi oleh Ketua Muslimat NU Ciamis, Hj. Lismayanti.
Kedatangan mereka disambut oleh Ending selaku Kepala Gudang, serta Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Ciamis, Armina.
Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan pangan benar-benar tersedia dan akan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam peninjauan langsung ke dalam gudang penyimpanan, Rina Saadah menegaskan bahwa stok beras bantuan dalam kondisi aman.
Ia pun mengapresiasi kinerja Bulog Ciamis dalam mengelola logistik dan memastikan pendistribusian berjalan lancar.
“Kami ingin memastikan beras yang disalurkan benar-benar diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Bulog Ciamis telah menunjukkan komitmen dan kerja nyata dalam menjalankan tugas ini,” ujar Rina.
Selain menyoroti ketersediaan stok dan distribusi, Rina juga menegaskan pentingnya menjaga harga pokok pembelian (HPP) gabah di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram.
Hal ini, menurutnya, penting untuk mendukung kesejahteraan petani lokal tanpa mengganggu stabilitas distribusi pangan nasional.
Ia juga menyampaikan bahwa Komisi IV DPR RI akan terus mendukung Bulog agar dapat bekerja lebih fleksibel dan tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan pangan.
Upaya ini diharapkan mampu menciptakan manfaat ganda, yakni membantu masyarakat sekaligus memberdayakan petani.





