
Di tengah hiruk pikuk aktivitas pendidikan di SMA Negeri 3 Kota Tasikmalaya, hadir sosok yang membuktikan bahwa cita-cita tinggi bukanlah milik anak-anak kota besar saja.
Sabtu, 26 Juli 2025, Asep Nana Mulyana—Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung Republik Indonesia—mengunjungi almamaternya dengan membawa kisah inspiratif yang menyentuh hati.
Kedatangan Asep Nana ke sekolah tempat ia menimba ilmu pada era 1980-an bukan semata untuk mengenang masa lalu.
Ia hadir sebagai contoh nyata bahwa keberhasilan bisa dimulai dari ruang kelas sederhana di sebuah sekolah negeri di daerah.
Di hadapan para siswa dan guru, Asep membagikan pengalaman hidupnya—dari menjadi remaja biasa yang pernah bolos dan dihukum guru, hingga menempati posisi strategis di institusi hukum tertinggi di tanah air.
“Saya sekolah di sini dari kelas satu hingga lulus. Dulu, saya dan teman-teman juga mengalami masa remaja yang penuh tantangan. Tapi semua itu jadi pelajaran hidup yang sangat berharga,” ungkapnya dengan nada emosional.
Tidak hanya berbagi kisah, Asep Nana juga datang bersama Indonesia Financial Group (IFG) untuk mengadakan kegiatan bakti sosial berupa donor darah dan penanaman pohon.
Kegiatan ini menjadi simbol dari kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan, sekaligus bentuk kontribusi konkret dari alumni kepada sekolah.
Namun inti dari kunjungan ini terletak pada pesan moral yang disampaikan Asep kepada para pelajar. Ia menegaskan pentingnya memiliki mimpi besar, menjaga integritas, dan terus mengasah kapasitas diri.
Menurutnya, latar belakang daerah bukan penghalang untuk menjadi tokoh nasional jika seseorang memiliki komitmen dan kerja keras.
“Tidak penting di mana kalian sekolah. Yang penting adalah semangat untuk terus berkembang dan tidak pernah menyerah. Saya berasal dari sini, dari Tasikmalaya, dan saya ingin semua siswa di sini percaya bahwa mereka juga bisa sukses,” ujarnya penuh semangat.
Kisah sukses Asep Nana menjadi teladan hidup bagi generasi muda di Tasikmalaya dan daerah lain di Indonesia.
Ia menunjukkan bahwa setiap anak daerah memiliki peluang yang sama untuk meraih prestasi tinggi, asal disertai dengan usaha, dedikasi, dan prinsip yang teguh.
Dengan senyuman yang tulus, ia meninggalkan halaman sekolah yang penuh kenangan, namun meninggalkan semangat baru di hati para siswa: bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi bagi anak-anak dari daerah.





