Berita

Menguak Sejarah Yayasan Pendidikan Galuh (YPG) Ciamis; Pionir Pendidikan Tinggi di Tatar Sunda

Siapa sangka, di balik megahnya Universitas Galuh (UNIGAL) yang kini menjadi kebanggaan masyarakat Priangan Timur, terdapat sebuah lembaga perintis yang lahir dari keprihatinan sekaligus semangat pantang menyerah.

Yayasan Pendidikan Galuh (YPG) Ciamis adalah fondasi utama yang mendasari terwujudnya mimpi masyarakat Tatar Sunda untuk memiliki institusi pendidikan tinggi sendiri.

Didirikan secara resmi pada 31 Desember 1977, kehadiran yayasan ini menjadi jawaban langsung atas kekosongan akses perkuliahan pasca ditutupnya IKIP Bandung Extension Ciamis pada tahun 1975.

Berkat kerja keras para pendirinya, YPG berhasil mengubah keterbatasan tersebut menjadi sebuah “kerajaan” pendidikan terkemuka di Jawa Barat.

Latar Belakang Berdirinya Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis

Sejarah panjang pendidikan tinggi di Kabupaten Ciamis mengalami dinamika yang luar biasa pada era 1970-an.

Sejak tahun 1967, masyarakat setempat sangat terbantu dengan kehadiran IKIP Bandung Extension Ciamis yang lokasinya mudah dijangkau.

Namun, perubahan kebijakan rektorat di pusat memaksa kampus ekstensi ini harus menghentikan penerimaan mahasiswa baru dan akhirnya ditutup total pada 1975.

Penutupan ini jelas menimbulkan dampak psikologis yang besar. Para pemuda Ciamis yang memiliki animo tinggi untuk berkuliah merasa kehilangan sarana belajar satu-satunya di daerah mereka.

Menghadapi situasi krisis pendidikan tersebut, para tokoh masyarakat, birokrat, dan cendekiawan lokal merapatkan barisan.

Mereka merumuskan strategi matang untuk mewujudkan perguruan tinggi yang mandiri.

Puncaknya, pada penghujung tahun, tepatnya 31 Desember 1977, Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis resmi disahkan melalui Akta Notaris Nomor 49.

Pada awal berdirinya, tongkat komando yayasan ini dipercayakan kepada Mayor R. Alibasyah Yudanegara sebagai Ketua.

Transformasi Epik; Dari IKIP Menjadi Universitas Galuh (UNIGAL)

Langkah konkret pertama yang dieksekusi oleh pengurus YPG Ciamis adalah menghidupkan kembali institusi keguruan.

Baca Juga :  Unigal Gelar Pelatihan Tanggap Darurat Bencana bagi Dosen dan Tendik

Hanya dalam hitungan bulan, tepat pada 15 Februari 1978, yayasan ini sukses menyelenggarakan pendidikan tinggi IKIP Galuh dengan membuka Jurusan Bimbingan & Penyuluhan serta Kurikulum & Teknologi Pendidikan.

Namun, visi besar para pendiri YPG Ciamis tidak berhenti di ranah keguruan saja. Semangat untuk melebarkan sayap ke berbagai disiplin ilmu terus dipacu.

Seiring berjalannya waktu, yayasan mendirikan sejumlah sekolah tinggi spesifik guna menjawab kebutuhan zaman, antara lain:

  • 1983: Mendirikan Sekolah Tinggi Hukum (STH) Galuh.
  • 1996: Mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Galuh.
  • 1997: Mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Galuh.

Memasuki akhir era 90-an, di bawah kepemimpinan tokoh karismatik seperti K.H. Djuan Achmad Asy’ari, Drs., YPG Ciamis melakukan lompatan sejarah terbesarnya.

Melalui Surat Keputusan Mendikbud No. 114/KEP/DIKTI/1998 tertanggal 8 April 1998, yayasan secara resmi menggabungkan (merger) seluruh sekolah tinggi binaannya menjadi satu entitas raksasa: Universitas Galuh (UNIGAL).

Kiprah dan Komitmen YPG Ciamis di Era Modern

Hingga saat ini, YPG Ciamis kokoh berdiri sebagai Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi (BPPT) yang memayungi Universitas Galuh.

Di atas lahan kampus terpadu seluas puluhan hektare di Jl. R. E. Martadinata No. 150 Ciamis, yayasan terus berinovasi mengawal mutu pendidikan yang selaras dengan tuntutan dunia kerja modern.

Peran yayasan di era kiwari tidak sekadar berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik semata, tetapi juga memastikan tata kelola kelembagaan berjalan efektif, efisien, dan memenuhi standar akreditasi nasional.

Mengelola 7 Fakultas dan Program Pascasarjana

Sebagai wujud nyata dari konsistensi pengurus dari masa ke masa, saat ini Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis sukses memfasilitasi ribuan mahasiswa aktif yang tersebar di 7 (tujuh) fakultas unggulan, yaitu:

  1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
  2. Fakultas Hukum (FH)
  3. Fakultas Ekonomi (FE)
  4. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)
  5. Fakultas Pertanian (Faperta)
  6. Fakultas Teknik (FT)
  7. Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes)
Baca Juga :  PKK dan Guru Diminta Aktif Bina Keluarga dan Anak di Ciamis

Tidak hanya mencetak lulusan sarjana, YPG juga memberikan mandat penuh untuk penyelenggaraan Program Pascasarjana (S2) yang menjadi rujukan intelektual utama di Priangan Timur.

Nilai Kagaluhan; Kekuatan Utama di Balik Kemajuan Institusi

Salah satu pembeda utama yang dijaga ketat oleh Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis adalah penerapan nilai-nilai kearifan lokal.

Yayasan secara sistematis mewajibkan insersi filosofi Kagaluhan di seluruh ekosistem kampus.

Nilai ini mendidik setiap insan akademis agar tidak hanya tajam secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia, jiwa patriotisme, serta kepedulian yang nyata terhadap kesatuan bangsa.

Keseriusan ini diwujudkan dengan dibentuknya unit-unit khusus seperti UPT Konservasi, Budaya, dan Bahasa.

YPG Ciamis ingin membuktikan bahwa kampus yang modern dan adaptif tetap bisa berdiri tegak tanpa harus tercerabut dari akar budaya daerahnya.

Perjalanan historis Yayasan Pendidikan Galuh (YPG) Ciamis adalah manifestasi nyata dari ketahanan (resilience) sebuah komunitas.

Bermula dari keprihatinan hilangnya akses kuliah di tahun 1975, yayasan ini menjelma menjadi motor penggerak peradaban di Kabupaten Ciamis.

Keberhasilan mereka dalam membidani dan membesarkan Universitas Galuh menjadi bukti tak terbantahkan atas kapasitas tata kelola institusi yang cemerlang.

Dengan komitmen kuat pada peningkatan infrastruktur dan pemeliharaan nilai-nilai budaya lokal, Yayasan Pendidikan Galuh Ciamis diproyeksikan akan terus mencetak generasi emas yang berdaya saing global, namun tetap berpijak kukuh pada kearifan ibu pertiwi.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca