Berita

Usai Panen Raya, PRBP Bidik Sektor Peternakan, Perikanan, dan Perkebunan Kopi

Perkumpulan Riksa Bumi Pangandaran (PRBP) tak berhenti hanya pada keberhasilan panen raya perdana di Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis.

Organisasi yang aktif dalam pemberdayaan masyarakat ini kini menatap langkah lebih jauh dengan merambah sektor peternakan, perikanan, dan perkebunan kopi sebagai bagian dari strategi jangka panjang mereka.

Drs. Wahto, M.M., mantan pegawai Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran sekaligus pengurus PRBP Pusat, menjelaskan bahwa panen raya perdana menjadi titik awal lahirnya gerakan “Ayo Tanam”.

Program tersebut bukan hanya untuk menjaga ketahanan pangan, melainkan juga sebagai fondasi kemandirian organisasi.

“Selama ini, banyak organisasi bertumpu pada pungutan dari anggota. Kami ingin PRBP berbeda. Melalui gerakan ‘Ayo Tanam’, organisasi bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Dengan begitu, ke depan PRBP akan bebas dari pungutan internal,” jelas Wahto.

Baca Juga :  Panitia Bersyukur, Muscab Persis Ciamis Berhasil Digelar

Lebih jauh, Wahto mengungkapkan bahwa PRBP tengah menyusun rencana besar untuk mengembangkan usaha di bidang peternakan, perikanan, dan perkebunan kopi.

Tiga sektor ini dipilih karena memiliki potensi besar di Pangandaran, sekaligus dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

Kedepannya, kata Wahto, PRBP tidak hanya bergerak di pertanian. PRBP akan masuk ke sektor peternakan, perikanan, dan juga perkebunan kopi.

“Semua ini akan kami mulai dengan menggelar workshop di tingkat kecamatan agar masyarakat bisa ikut belajar dan terlibat langsung,” imbuhnya.

Gagasan besar PRBP mendapat sambutan positif dari berbagai tokoh dan komunitas. Panen raya yang digelar Minggu (7/9) turut dihadiri Ketua GNBI Langkaplancar, Syaipulloh atau Wak Bako; Ketua Komunitas Pojok Desa, Azis;

Kemudian Ketua Karang Taruna Mekar Mulya Desa Pangkalan, Deden Taruna, S.Pd., yang juga dikenal sebagai pemilik Taruna Garden, kebun kopi Arabika organik pertama di Pangandaran.

Baca Juga :  Sembilan Desa di Sindangkasih Resmi Terima Akta Notaris Kopdes Merah Putih dari DPUMKP Ciamis

Menurut mereka, langkah PRBP memperluas program ke berbagai sektor merupakan bentuk kepedulian yang nyata terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

“Kehadiran PRBP menambah khazanah organisasi di Pangandaran. Organisasi ini peduli terhadap masalah masyarakat dan mencoba memberikan solusi nyata,” ujar salah seorang perwakilan tamu undangan.

Ekspansi PRBP dipandang strategis karena mampu membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan organisasi pada sumber dana eksternal.

Jika berhasil, PRBP tidak hanya menjadi organisasi sosial, tetapi juga motor penggerak ekonomi berbasis komunitas.

Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan dalam panen raya perdana, PRBP optimistis langkah mereka ke sektor peternakan, perikanan, dan perkebunan kopi akan mendapat dukungan luas dari masyarakat. (Fitri)

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca