
Pembangunan sumber daya manusia di Desa Pangkalan kini diarahkan tidak hanya pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan seminar literasi digital yang digelar pada awal tahun 2026, hasil kolaborasi antara Pemerintah Desa Pangkalan dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Siliwangi kelompok 120.
Kegiatan seminar literasi digital ini dilaksanakan di GOR MAN 2 Pangandaran pada Selasa, 6 Januari 2026, dengan sasaran utama kalangan remaja.
Pemilihan tema literasi digital dinilai sejalan dengan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia (SDM) desa, khususnya dalam membekali generasi muda agar mampu menyikapi perkembangan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Ketua panitia kegiatan, Rifky Dira Alfian, mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini berangkat dari kondisi riil di lapangan.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh mahasiswa KKN, masih banyak pemuda-pemudi Desa Pangkalan yang belum memiliki pemahaman memadai terkait literasi digital.
Dari hasil survei lapangan, pihaknya melihat bahwa minimnya literasi digital di kalangan remaja berdampak pada munculnya berbagai perilaku menyimpang serta meningkatnya risiko menjadi korban penipuan digital.
“Oleh karena itu, kami berinisiatif menggandeng pemerintah desa dan pihak terkait untuk menyelenggarakan seminar ini sebagai langkah edukatif,” jelas Rifky.
Dalam konteks pembangunan SDM, literasi digital dipandang sebagai kebutuhan mendesak.
Remaja yang tidak dibekali pemahaman digital yang cukup berpotensi salah dalam memanfaatkan teknologi, baik sebagai pengguna media sosial maupun dalam mengakses informasi di ruang digital yang semakin terbuka.
Sebelum acara dimulai, Ibu Dadah Jubaedah, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa KKN UNSIL.
Ia menilai tema dan materi seminar sangat relevan dengan kondisi saat ini dan dibutuhkan sebagai bekal bagi generasi muda desa.
“Materi yang dipilih oleh mahasiswa KKN sangat sesuai dengan kebutuhan terkini. Literasi digital sangat penting sebagai pembekalan bagi anak-anak remaja, agar mereka mampu menyaring informasi dan menggunakan teknologi secara positif,” ujarnya.
Seminar ini menghadirkan Bapak Ryan Ardiansyah, M.Pd., dosen Universitas Siliwangi, sebagai pemateri.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa rendahnya literasi digital dapat menimbulkan dampak serius, baik secara sosial maupun keamanan.
Banyak kasus kejahatan digital terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap risiko dan etika di ruang digital.
Menurutnya, literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan gawai atau media sosial, tetapi juga mencakup pemahaman tentang keamanan digital, etika bermedia, serta kesadaran hukum.
Tanpa pemahaman tersebut, seseorang berpotensi menjadi korban, bahkan pelaku, kejahatan digital.
Ia pun mengajak para remaja Desa Pangkalan untuk menjadikan literasi digital sebagai bagian dari keterampilan hidup yang harus dimiliki.
Dengan literasi digital yang baik, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal produktif dan terhindar dari berbagai bentuk penyimpangan.
Melalui kegiatan seminar literasi digital ini, Desa Pangkalan menegaskan bahwa penguatan kapasitas SDM, khususnya generasi muda, menjadi prioritas dalam pembangunan desa.
Edukasi digital diharapkan mampu menciptakan remaja yang cerdas, kritis, dan berkarakter, sehingga siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai sosial dan budaya yang positif. (Fitri)





