
Inovasi pengolahan limbah tahu menjadi pupuk organik cair dan paving blok HU karya Tatang Hidayat, SKM, MKM, sanitarian di Puskesmas Cipaku, Kabupaten Ciamis, mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan.
Mulai dari pemerintah daerah, akademisi, rekan kerja, hingga masyarakat, semua pihak memberikan dukungan penuh terhadap gagasan kreatif tersebut karena dinilai membawa dampak besar bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Apresiasi ini mengemuka dalam kegiatan Visitasi Lapangan Lomba ASN Berprestasi Jawa Barat 2025, yang digelar di Aula Puskesmas Cipaku, Selasa (7/10/2025).
Acara yang berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 16.00 WIB itu menjadi bagian penting dari proses penilaian kategori inovasi, di mana Tatang Hidayat berhasil menembus 10 besar finalis ASN Berprestasi Tingkat Jawa Barat 2025.
Apresiasi dari Bupati dan Sekda Ciamis
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya memberikan testimoni secara langsung di hadapan Tim Visitasi Lomba ASN Berprestasi Jawa Barat 2025.
Ia menilai bahwa inovasi Tatang Hidayat bukan hanya solusi teknis untuk mengolah limbah, tetapi juga memiliki multiplier effect yang luas bagi berbagai sektor kehidupan masyarakat.
“Temuan saudara Tatang Hidayat ini memberikan manfaat besar. Inovasi ini menyelesaikan masalah lingkungan, mengurangi pencemaran, mencegah penyebaran penyakit, menciptakan lapangan kerja baru, serta membantu meningkatkan ketahanan pangan melalui pupuk organik cair yang dihasilkannya,” ungkap Bupati Herdiat.
Herdiat juga menegaskan bahwa karya seperti ini membuktikan ASN di daerah memiliki kapasitas dan kepedulian tinggi terhadap persoalan lingkungan.
Ia menambahkan, penghargaan bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana karya tersebut memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
“Saya berpesan agar prestasi ini tidak dijadikan beban. Yang terpenting adalah kebermanfaatannya bagi masyarakat, bukan semata-mata gelar juara,” tambahnya.
Senada dengan Bupati, Sekda Ciamis Dr. Andang Firman, ST, MT juga menyampaikan rasa bangganya. Ia menilai bahwa inovasi tersebut memiliki nilai strategis karena berpotensi besar mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.
“Inovasi ini sangat bermanfaat dari berbagai aspek kehidupan. Hasil karya ASN Ciamis seperti ini membuktikan bahwa kreativitas pegawai daerah bisa berkontribusi bagi kemajuan Jawa Barat dan bahkan Indonesia secara umum,” ujar Andang Firman.
Tim Akademisi Nilai Langsung di Lapangan
Kegiatan visitasi lapangan dihadiri oleh Tim Penilai Lomba ASN Berprestasi Jawa Barat 2025 kategori inovasi, yang terdiri dari empat akademisi terkemuka:
- Prof. H. Agus Ahmad Safei (UIN Sunan Gunung Djati Bandung),
- Prof. H. Karim Suryadi (Universitas Pendidikan Indonesia Bandung),
- Prof. Ridwan Sutriadi (Institut Teknologi Bandung), dan
- Dr. Ferry Hadiyanto (Universitas Padjadjaran Bandung).
Para akademisi ini meninjau langsung bagaimana inovasi Tatang diterapkan, sekaligus menggali testimoni dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pelaku industri tahu.
Proses visitasi ini juga disaksikan oleh Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKD Jawa Barat, Nenden Tatin Maryati, S.STP., M.A.B., yang turut memantau jalannya kegiatan.
Dukungan dari Pemerintah dan Lintas Sektor
Selain Bupati dan Sekda, jajaran pejabat Pemkab Ciamis juga memberikan dukungan penuh terhadap inovasi tersebut.
Hadir dalam kegiatan itu antara lain Kepala BKPSDM Ciamis, Ai Rusli Suargi, S.STP, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, dr. H. Rizali Sofyan, M.M, Sekretaris Dinas Kesehatan, Ilmayasa, S.STP, M.I.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan, Edis Herdis, S.I.P, M.Si, serta Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Ciamis, Erfan S.Pt, M.P.
Dukungan juga datang dari Kepala Puskesmas Cipaku, Mimin Sutisna Daryanto, yang merupakan atasan langsung Tatang Hidayat.
Ia menilai inovasi tersebut muncul dari kepedulian terhadap persoalan nyata di lapangan dan komitmen kuat untuk memberi solusi bagi masyarakat.
Turut hadir pula unsur Forkopimda tingkat Kecamatan Cipaku, rekan kerja, akademisi, pengusaha, serta media lokal yang ikut memberikan testimoni dan apresiasi terhadap karya inovatif tersebut.
Manfaat Nyata di Masyarakat
Salah satu keunggulan inovasi Tatang adalah kemampuannya mengubah limbah tahu yang sebelumnya mencemari lingkungan menjadi produk bernilai ekonomi.
Melalui proses pengolahan yang ramah lingkungan, limbah cair tahu berhasil diubah menjadi pupuk organik cair berkualitas tinggi, sedangkan residunya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan paving blok HU yang kuat dan tahan lama.
Warga sekitar pabrik tahu di wilayah Cipaku kini merasakan langsung dampaknya. Lingkungan menjadi lebih bersih, bau limbah berkurang drastis, dan beberapa warga memperoleh pekerjaan baru dalam proses produksi dan distribusi pupuk organik tersebut.
Sebelumnya, masyarakat sempat beberapa kali menggelar protes terhadap pencemaran limbah tahu. Namun, setelah inovasi Tatang diterapkan, ketegangan sosial berkurang dan hubungan antara warga dengan pelaku industri membaik.
Peninjauan Lapangan ke Demplot Pertanian
Usai sesi testimoni, Tim Visitasi melakukan peninjauan ke lokasi demplot pertanian yang telah menggunakan pupuk organik cair hasil inovasi Tatang Hidayat.
Di lahan tersebut, tim penilai melihat langsung efektivitas produk dalam meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen.
Para petani yang terlibat mengaku terbantu karena pupuk organik cair tersebut lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan mampu memperbaiki struktur tanah.
Pengalaman lapangan ini menjadi bukti konkret bahwa inovasi ASN tidak berhenti pada konsep, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Simbol Kolaborasi Menuju Ciamis Berinovasi
Inovasi Tatang Hidayat menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dapat melahirkan solusi berkelanjutan untuk persoalan lingkungan.
Dukungan penuh dari semua pihak menegaskan bahwa inovasi lokal dari daerah seperti Ciamis memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke tingkat nasional.
Melalui ajang ASN Berprestasi Jawa Barat 2025, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap semakin banyak pegawai negeri yang terinspirasi untuk melahirkan inovasi serupa — inovasi yang berangkat dari masalah riil, sederhana, namun berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.





