Berita

Biaya Produksi Cabai Rp10 Ribu, Petani Masih Untung Meski Harga Turun Drastis

Harga cabai rawit merah atau yang biasa dikenal masyarakat Ciamis dengan sebutan cengek domba, belakangan ini mengalami penurunan cukup tajam.

Jika pada bulan lalu harga di tingkat petani masih berada di kisaran Rp45.000 per kilogram, kini harganya merosot hingga Rp30.000 per kilogram.

Kendati demikian, kondisi ini ternyata tidak membuat petani merugi. Dengan biaya produksi relatif rendah, keuntungan masih bisa mereka nikmati.

Rifki (38), seorang petani cabai rawit di Blok Kalungguhan, RT 02 RW 02, Kelurahan Benteng, Ciamis, menjelaskan bahwa modal yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilogram cabai rawit merah hanya sekitar Rp10.000.

“Sekarang harga cengek di kebun kisarannya Rp30.000 per kilogram. Bulan lalu masih Rp45.000. Tapi meskipun turun, kita masih untung karena biaya produksinya jauh lebih kecil,” ungkap Rifki saat ditemui di kebunnya, Minggu (7/9/2025).

Baca Juga :  Pemkab Ciamis Menang Telak di PTUN, Nasib Gugatan Mantan Kepala Desa Cicapar Berakhir Begini

Dengan perhitungan tersebut, meski harga turun drastis hingga Rp15.000 per kilogram, keuntungan bersih petani masih cukup besar.

Rifki menggarap lahan seluas 65 bata atau sekitar 910 meter persegi, dengan total 900 pohon cabai rawit merah. Setiap pohon, kata Rifki, mampu menghasilkan rata-rata 0,8 kilogram cabai selama masa panen.

Masa panen cabai rawit merah bisa berlangsung lebih dari setahun, dengan pola panen yang berulang setiap lima hari sekali.

Rifki menyebut panen kali ini merupakan panen kesembilan sejak tanaman memasuki masa produktif.

“Sekali panen bisa dapat 10 sampai 20 kilogram. Hari ini saya baru panen yang kesembilan,” jelasnya.

Hasil panen tersebut umumnya dijual ke warung-warung di sekitar wilayahnya. Jika jumlahnya lebih dari 10 kilogram, barulah ia membawanya ke pasar tradisional di Ciamis.

Baca Juga :  HUT Jabar, Ciamis Raih Penghargaan Posyandu Awards dari Gubernur

Namun, Rifki enggan menjual hasil panennya ke pasar induk seperti Pasar Cikurubuk, Tasikmalaya. Menurutnya, harga di pasar induk jauh lebih rendah dibandingkan pasar tradisional.

“Kalau ke pasar induk, harganya jatuh lebih murah. Jadi saya lebih baik jual ke sekitar sini saja,” tegasnya.

Penurunan harga cabai rawit merah di Ciamis sejauh ini belum menjadi ancaman serius bagi petani.

Dengan biaya produksi hanya Rp10.000 per kilogram dan harga jual Rp30.000, keuntungan bersih yang mereka terima masih cukup besar.

Meski demikian, fluktuasi harga cabai tetap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kestabilan penghasilan petani dalam jangka panjang.

Untuk saat ini, kondisi tersebut justru memberi peluang bagi pedagang kecil dan konsumen mendapatkan cabai dengan harga lebih terjangkau, sementara petani tetap bisa memperoleh hasil yang menguntungkan.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca