
Kabupaten Ciamis semakin mempertegas posisinya sebagai pusat pembelajaran perunggasan modern di Indonesia.
Tidak hanya dikenal sebagai salah satu sentra produksi ayam pedaging dan telur terbesar di Jawa Barat, daerah ini kini menjelma menjadi “kampus lapangan” bagi guru-guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai provinsi yang ingin memperdalam kompetensi di bidang perunggasan.
Sejak tahun 2021, ratusan guru SMK jurusan perunggasan dari berbagai daerah di Tanah Air telah datang ke Ciamis untuk mengikuti program magang.
Mereka tidak sekadar mempelajari teori, tetapi juga langsung terjun ke kandang modern yang dikelola perusahaan perunggasan setempat.
Kegiatan magang tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari penetasan telur ayam, pengelolaan hatchery (breeding farm), budidaya ayam pedaging broiler (BR) dengan sistem close house, manajemen ayam petelur di layer farm, hingga praktik di rumah potong unggas (RPU), cold storage, serta pabrik pakan ternak.
Dua perusahaan perunggasan besar di Ciamis, yakni CV Tanjung Mulya di Panumbangan dan CV Naratas yang berlokasi di Alin Ayin, Kertaharja, serta Linggasari, menjadi mitra utama program magang ini.
Kandang-kandang modern milik kedua perusahaan tersebut kini ibarat kampus lapangan tempat para guru menimba ilmu.
Uwa H. Udin, pemilik CV Tanjung Mulya, menjelaskan bahwa ratusan guru telah mendapatkan pengalaman langsung di Ciamis. Sepulangnya, para guru tersebut membawa pengetahuan baru untuk dibagikan kepada siswanya.
“Tujuan akhirnya adalah mendekatkan siswa dengan dunia kerja. Dengan bekal keterampilan praktis, mereka bisa lebih siap bersaing sekaligus membuka peluang wirausaha, termasuk di bidang perunggasan,” ungkap Udin saat menutup kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Kejuruan Perunggasan Berbasis Dunia Kerja (Upskilling dan Reskilling) Angkatan ke-9 di Hotel The Priangan, Ciamis, Senin (8/9/2025).
Program magang terbaru, yakni angkatan ke-9, diikuti 20 guru SMK dari 10 provinsi. Selama delapan hari, mulai 1 hingga 8 September 2025, mereka fokus mempelajari teknik penetasan telur di hatchery Tanjung Mulya, Panumbangan.
Peserta angkatan ini berasal dari Nusa Tenggara Timur (5 orang), Jawa Tengah (3), Jawa Timur (3), Jawa Barat (2), Sulawesi Selatan (2), serta Aceh, Lampung, Jambi (Kerinci), Kalimantan Selatan, dan Gorontalo masing-masing satu orang.
Ir. H. Kuswara Suwarman, MSc, selaku Ketua Pelaksana Program Magang Industri Guru SMK Bidang Perunggasan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, SSTP, MT.
“Magang ini bertujuan meningkatkan kemahiran guru melalui upskilling dan reskilling. Jadi guru tidak hanya menguasai teori, tapi juga mampu mengajarkan praktik dengan baik kepada siswa. Harapannya, siswa lebih termotivasi dan siap menghadapi lapangan kerja,” ujar Kuswara.
Kerja sama antara Balai Besar Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian Cianjur dengan kerukunan perunggasan Ciamis telah menghasilkan sembilan angkatan magang sejak 2021.
Setiap angkatan diikuti 10 hingga 30 peserta, dengan tema yang berbeda-beda sesuai kebutuhan.
Pada angkatan ke-8 yang digelar 31 Juli–7 Agustus 2025, misalnya, 12 guru SMK mendapat pelatihan intensif tentang budidaya ayam broiler di kandang modern close house milik CV Naratas.
Salah satu peserta angkatan ke-9, Drh. Hermawati Tarigan, MSc, guru dari SMK PP Negeri Saree, Aceh Besar, mengaku sangat terkesan dengan program ini.
“Perkembangan peternakan modern di Ciamis luar biasa. Modul magang yang kami ikuti sangat sistematis. Selama delapan hari, kami mendapat banyak pengetahuan sekaligus pengalaman berharga,” ujarnya.
Dengan adanya kandang modern yang dijadikan tempat belajar para guru, Ciamis tidak hanya berperan dalam menjaga ketahanan pangan melalui pasokan ayam pedaging dan telur, tetapi juga berkontribusi besar dalam pengembangan pendidikan vokasi.
Kegiatan ini memperlihatkan sinergi nyata antara dunia usaha dan dunia pendidikan, sekaligus mencetak guru yang lebih kompeten serta siswa yang lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun membuka peluang wirausaha di bidang perunggasan.





