Berita

Rahasia Sukses UMKM Sale Bilqis Ciamis Tembus Ekspor Malaysia, Kang Agun Beri Apresiasi Khusus

Anggota Komisi XI DPR RI, Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc., M.Si., secara khusus memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian gemilang yang diraih oleh UMKM Sale Bilqis di Kabupaten Ciamis.

Perusahaan skala mikro yang memproduksi camilan khas pisang ini sukses membuktikan ketangguhannya, bahkan mampu menembus pasar ekspor internasional hingga ke negara Malaysia.

Pencapaian UMKM Sale Bilqis ini menjadi bukti nyata bahwa produk lokal daerah memiliki daya saing global yang kuat jika dikelola dengan maksimal dan terarah.

Apresiasi tersebut diungkapkan secara langsung saat politisi senior yang akrab disapa Kang Agun ini mengunjungi pusat produksi UMKM Sale Bilqis yang berlokasi di Dusun Cimentek, Desa Sindangasih, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis pada Kamis (16/12/2020).

Kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk menindaklanjuti serta memantau secara langsung efektivitas realisasi bantuan dari Bank Indonesia untuk kelangsungan bisnis rakyat.

Lebih spesifik, Kang Agun ingin memastikan bahwa program pemulihan ekonomi nasional benar-benar tepat sasaran.

Ia merasa bangga melihat bantuan tersebut telah memberikan dampak yang terukur dan signifikan bagi peningkatan kapasitas UMKM Sale Bilqis serta perekonomian masyarakat kecil di sekitarnya.

Sinergi Penyelamatan Ekonomi Bersama UMKM Sale Bilqis

Menurut Kang Agun, pada masa sulit seperti pandemi Covid-19 lalu, pemerintah memiliki komitmen besar melalui berbagai program strategis untuk menangani masalah resesi ekonomi nasional.

Salah satu langkah paling krusial yang ditempuh adalah dengan menyalurkan program bantuan langsung yang menyasar sektor esensial, seperti yang saat ini dijalankan oleh UMKM Sale Bilqis.

Kang Agun menjelaskan lebih lanjut bahwa pihaknya di Komisi XI DPR RI telah berkoordinasi secara intensif dengan Bank Indonesia (BI).

Kolaborasi ini bertujuan untuk menyeleksi dan mendampingi berbagai usaha potensial yang benar-benar berhak mendapatkan stimulus bantuan modal maupun peralatan pada masa krisis.

Baca Juga :  Rilis Sukuk Tabungan ST014, Bank BJB Tawarkan Investasi Syariah Bebas Riba Cuan hingga 6,60%

Saat ini, kata Kang Agun, sudah cukup banyak unit usaha masyarakat yang berhasil tersentuh oleh program bantuan dari pemerintah tersebut.

Bantuan ini diharapkan tidak hanya menjadi jaring pengaman sosial semata, tetapi juga menjadi katalisator bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan nilai jual produk mereka.

Karena alasan itulah, Kang Agun mengaku sengaja datang jauh-jauh untuk melihat secara langsung perkembangan usaha setelah UMKM Sale Bilqis pasca-mendapatkan kucuran bantuan.

“Luar biasa perkembangannya, sekarang sudah bisa ekspor dalam jumlah besar. Dalam satu minggu, mereka sanggup mengirimkan dua kontainer produk ke Malaysia,” ujar Kang Agun dengan nada bangga melihat potensi nyata dari UMKM Sale Bilqis.

Perjalanan Inspiratif Tujuh Tahun Sale Bilqis

Kesuksesan yang diraih hari ini tentu tidak datang secara instan. Lena (35), yang merupakan pemilik sekaligus pendiri utama UMKM Sale Bilqis, mengaku bahwa ia telah merintis dan menjalankan usaha produksi camilan tradisional sale pisang ini selama hampir tujuh tahun lamanya.

Perjalanannya membangun UMKM Sale Bilqis penuh dengan dinamika, tantangan bisnis, dan proses belajar yang panjang.

Pada masa-masa awal berdirinya, Lena menceritakan bahwa UMKM Sale Bilqis hanyalah sebuah industri rumahan berskala kecil yang dikelola sepenuhnya oleh anggota keluarga inti.

Jangkauan pemasarannya pun masih sangat terbatas, hanya beredar di pasar-pasar tradisional sekitar wilayah Kabupaten Ciamis dan Kota Tasikmalaya.

Namun, roda bisnisnya mulai berputar lebih cepat ke arah yang sangat positif. Setelah Kang Agun berkunjung dan memfasilitasi masuknya bantuan peralatan dari pemerintah,

Lena mengakui bahwa kapasitas produksi UMKM Sale Bilqis berhasil berkembang dengan sangat pesat.

Hal ini berimbas langsung pada pembukaan lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar.

Saat ini, perusahaannya telah sukses menyerap dan mempekerjakan sekitar 30 orang karyawan lokal yang bermukim di kawasan Ciamis.

Baca Juga :  Gelar Karya SMAN 1 Ciamis, Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka

Strategi UMKM Sale Bilqis Menghadapi Krisis Global

Berbekal kualitas bahan baku pilihan yang mumpuni, pengemasan modern yang higienis, serta dukungan sarana produksi yang memadai,

Lena akhirnya berhasil membawa nama Sale Bilqis menembus ketatnya standar pasar ekspor ke Malaysia.

Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi industri penganan lokal asal Jawa Barat di kancah perdagangan internasional.

Meskipun demikian, perjalanan usahanya tidak selalu berjalan mulus tanpa halangan.

Selama masa pandemi, terutama dalam dua bulan terakhir ketika kebijakan pembatasan pergerakan diberlakukan secara ketat, laju distribusi Sale Bilqis sempat mengalami kendala serius.

Hal ini terjadi lantaran Pemerintah Malaysia menerapkan kebijakan lockdown yang menutup arus masuk barang konsumsi dari luar negeri.

“Sementara ini jalur ekspor memang terhenti akibat lockdown. Namun, pemasaran lokal UMKM Sale Bilqis tetap berjalan normal,” ungkap Lena.

Untuk strategi bertahan, ia kini fokus menyuplai pasar di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, dalam seminggu saya masih konsisten menjual sekitar 200 bal sale pisang,” jelasnya.

Ketahanan bisnis yang tangguh dari UMKM ini tentu tidak lepas dari optimalisasi sarana yang ia terima dari Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

Lena mengungkapkan bahwa ia telah mendapatkan paket bantuan berupa alat produksi esensial seperti tungku pembakaran modern, wajan berukuran besar, kompor bertekanan tinggi, tabung gas, timbangan (tirbang) presisi, dan mesin pres kemasan (sealer/kiler).

Menutup perbincangannya, Lena menyimpan secercah harapan besar untuk kelangsungan masa depan usahanya dan kesejahteraan para pekerjanya. .

“Mohon doanya, semoga UMKM Sale Bilqis terus bertumbuh,” harap Lena.

Ia mengakui, puncak pandemi kemarin sangat berdampak pada operasional bisnis. Bahkan, ada tujuh karyawan yang terpaksa dirumahkan sementara.

Oleh karena itu, ia berharap ekonomi nasional segera pulih dan stabil. “Biar usaha kembali normal, dan mereka semua bisa bekerja lagi seperti sedia kala,” pungkasnya.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca