
Keberhasilan inovasi kerajinan limbah kertas Ciamis belakangan ini terus menuai sorotan positif berkat dedikasi nyata masyarakat desa.
Mengubah tumpukan sampah menjadi produk bernilai jual tinggi bukanlah hal yang mustahil bagi warga Desa Dewasari.
Anggota Komisi XI DPR RI, Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.IP., M.Si., secara khusus menyempatkan diri mengunjungi pusat produksi kreatif ini di Saung Kreatif Galuh Peduli Rasa (Gapura), Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, pada Selasa (15/12/2020) lalu.
Kunjungan kerja tokoh nasional ini bukan sekadar agenda formalitas belaka. Kehadirannya menjadi bentuk apresiasi yang mendalam terhadap inisiatif warga lokal dalam membangun kemandirian ekonomi dari tingkat desa.
Langkah Saung Gapura ini selaras dengan tren ekonomi hijau global yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pelestarian lingkungan hidup.
Ringkasan Berita
Sinergi PSBI dan Lahirnya Kerajinan Limbah Kertas Ciamis
Menariknya, Saung Kreatif Gapura bukanlah komunitas biasa. Kelompok pengrajin ini merupakan salah satu penerima manfaat dari Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).
Bantuan strategis dari lembaga keuangan negara tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk membina potensi lokal.
Selama ini, Saung Gapura memang sangat konsisten dalam merancang serta memproduksi aneka kerajinan limbah kertas Ciamis yang unik dan fungsional.
Sinergi antara program pemerintah, lembaga perbankan, dan kreativitas masyarakat inilah yang membuat ekosistem UMKM di Ciamis semakin tangguh dan tahan banting terhadap berbagai tantangan ekonomi.
Apresiasi Tokoh Nasional untuk Kreativitas Anak Muda
Pada saat berkunjung dan melihat langsung proses produksi, Kang Agun—sapaan akrab Agun Gunandjar Sudarsa—mengaku sengaja datang dari ibu kota untuk memberikan motivasi langsung.
Ia sangat mendukung upaya pemuda dan warga dalam memajukan ekosistem kerajinan limbah kertas Ciamis di pelosok desa.
Mengingat posisinya di Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan, Kang Agun memiliki perhatian khusus terhadap sektor UMKM binaan perbankan.
Ia menaruh harapan besar agar ke depannya skala produksi kerajinan di tempat tersebut bisa terus tumbuh dan berkembang pesat.
“Apalagi inisiator dan ketuanya (Gapura) masih muda dan memiliki kompetensi yang luar biasa. Ini adalah modal berharga untuk kemajuan daerah,” puji Kang Agun dengan bangga melihat semangat para pemuda desa tersebut.
Fokus Memberdayakan Perempuan Desa
Ketua Saung Kreatif Gapura, Haqibul Mujib, kepada Reportasee.com, mengaku sangat bersyukur dan menyambut baik kunjungan Kang Agun ke tempat produksinya.
Menurut kacamata Mujib, Kang Agun merupakan wakil rakyat sekaligus tokoh nasional yang senantiasa konsisten turun ke bawah untuk membela kepentingan perekonomian rakyat kecil.
Pada kesempatan emas tersebut, Mujib mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini memang sangat fokus menjalankan kegiatan pengolahan barang bekas.
Harapan terbesarnya adalah mampu menciptakan iklim kemandirian ekonomi yang kuat bagi masyarakat sekitar.
“Khususnya bagi kaum perempuan, yakni ibu-ibu pengrajin yang sehari-hari berkarya di Saung Kreatif Gapura ini,” ungkap Mujib.
Pelibatan kaum ibu ini menjadi bukti nyata bahwa kerajinan limbah kertas Ciamis tidak hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga mengangkat derajat kesejahteraan keluarga secara signifikan.
Tantangan Bahan Baku dan Solusi Inovasi
Layaknya sebuah roda bisnis yang sedang berputar, perjalanan Saung Kreatif Gapura tidak selalu mulus tanpa kendala.
Mujib menuturkan secara jujur bahwa belakangan ini pihaknya sering kali mengalami kesulitan dalam mendapatkan pasokan bahan baku utama yang memadai.
Meski dihadapkan pada keterbatasan pasokan, mental pantang menyerah tetap tertanam kuat. Pihaknya mengaku selalu optimis untuk terus berkarya dan berinovasi.
Sebagai solusi alternatif yang cerdas, para pengrajin kini mulai memanfaatkan bahan alam seperti pelepah pisang atau kertas HVS bekas perkantoran.
Inisiatif ini dilakukan semata-mata untuk menjaga agar roda produksi kerajinan limbah kertas Ciamis tersebut tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Ragam Produk Estetis Bernilai Ekonomis Tinggi
Dari pantauan langsung tim Reportasee.com di lokasi, ketelatenan para pengrajin di Saung Gapura sukses memproduksi berbagai macam karya fungsional yang sangat memanjakan mata.
Tempat ini kini menjadi etalase hidup bagi potensi kerajinan limbah kertas Ciamis yang memiliki nilai estetika tinggi.
Beberapa produk unggulan mereka di antaranya meliputi keranjang air minum, guci dekoratif, toples cantik, kotak tisu elegan, hingga vas bunga dengan tekstur yang memukau.
Siapa sangka, produk berbahan dasar sampah yang tadinya tidak berharga itu kini memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi di pasaran.
Harga jual produk buatan ibu-ibu ini bervariasi, dibanderol mulai dari harga Rp 15 ribu hingga Rp 300 ribu per kepingnya, tergantung dari tingkat kerumitan dan ukurannya.
Jangkauan Pasar Ekstensif dan Harapan Masa Depan
Kualitas yang berani diadu membuat produk kerajinan limbah kertas Ciamis ini tidak hanya menjadi jawara di kampung sendiri.
Untuk urusan strategi pemasaran, hasil karya dari Saung Kreatif Gapura terbukti sudah berhasil menembus pasar ke berbagai daerah besar di Indonesia.
Saat ini, pesanan rutin sering kali datang dan dikirim untuk memenuhi permintaan konsumen yang tersebar luas, meliputi wilayah Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Sebagai penutup, pegiat kerajinan inspiratif ini menaruh asa yang besar.
Mereka berharap agar kegiatan pemanfaatan limbah kertas dan pelestarian lingkungan ini dapat memiliki siklus pemberdayaan yang terus berkesinambungan, membawa berkah yang tak terputus bagi warga hingga generasi mendatang.





