
Sebuah kebakaran hebat melanda rumah milik Hendra (49) yang dihuni dua kepala keluarga di Dusun Selamaya, RT 01 RW 01, Desa Selasari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, pada Senin (20/10/2025) sore sekitar pukul 16.10 WIB.
Musibah tersebut diduga kuat dipicu oleh hubungan arus pendek listrik (korsleting). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, S.IP, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menuturkan, kobaran api pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat kepulan asap dan nyala api keluar dari bagian dalam rumah korban.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Begitu mendapat laporan, petugas kami segera bergerak menuju lokasi,” ujar Budi.
Kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk itu sontak menimbulkan kepanikan warga.
Masyarakat sekitar berhamburan keluar rumah dan berupaya membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, seperti ember dan selang air.
Namun, kobaran api yang cepat membesar membuat upaya warga tidak membuahkan hasil signifikan.
Melihat situasi semakin genting, Bubun, salah satu warga setempat, segera menghubungi petugas pemadam kebakaran yang tengah piket di Pos WMK Kawali.
Panggilan darurat itu langsung direspons cepat oleh empat personel pemadam: Angga, Andi, Bimar, dan Mugni. Mereka bergegas menuju lokasi menggunakan mobil pancar Z 8160 T.

Setibanya di tempat kejadian, petugas damkar bekerja sama dengan warga, aparat desa dan kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, relawan Tagana, serta sejumlah pihak lainnya.
Dengan koordinasi yang sigap, mereka berhasil menjinakkan kobaran api dan mencegahnya merembet ke rumah-rumah di sekitar lokasi.
Upaya pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Sekitar pukul 17.30 WIB, api berhasil dipadamkan sepenuhnya, dan petugas damkar kemudian kembali ke pos masing-masing.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, api melalap sebagian besar bangunan berukuran 16 x 5 meter persegi.
Dari total luas tersebut, sekitar 10 x 5 meter persegi hangus beserta seluruh isi rumah, termasuk perabotan dan barang berharga milik korban.
Akibat kebakaran ini, keluarga Hendra bersama satu keluarga lainnya kini mengungsi ke rumah kerabat yang masih berada di kampung yang sama.
Pihak desa dan relawan sosial setempat dikabarkan telah menyalurkan bantuan sementara berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat.
Budi Rahmat mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan korsleting listrik.
Ia juga mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan rutin instalasi listrik di rumah masing-masing untuk mencegah kejadian serupa.
“Kami mengimbau warga agar tidak menumpuk sambungan listrik secara berlebihan dan segera mematikan aliran listrik jika meninggalkan rumah. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan,” tambahnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di kawasan padat permukiman.





