
Suasana tenang di Dusun Sedekan, RT 27 RW 08, Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, mendadak berubah mencekam pada Minggu (19/10/2025) siang.
Sekitar pukul 13.00 WIB, warga setempat dikejutkan oleh penemuan jasad seorang kakek berusia lanjut dalam kondisi tergantung di sebuah saung tua yang berada di dekat kolam milik warga.
Belakangan diketahui, korban merupakan warga setempat bernama Aki ER (80). Penemuan tersebut sontak membuat warga sekitar berhamburan ke lokasi kejadian yang terletak tak jauh dari area permukiman.
Beberapa di antaranya terlihat histeris, sementara sebagian lain berupaya menghubungi aparat desa dan pihak kepolisian.
Diduga Akhiri Hidup Karena Depresi Akibat Penyakit Menahun
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga, Aki ER diduga nekat mengakhiri hidupnya setelah mengalami depresi berkepanjangan akibat penyakit asma menahun yang tak kunjung sembuh.
Kondisi kesehatannya yang terus menurun disebut membuat korban kerap merasa putus asa dan frustrasi.
Kepala Puskesmas Sadananya, Dian Haeruman, mengonfirmasi bahwa korban sebelumnya sempat menjalani perawatan medis.
“Korban pernah dirawat di rumah sakit, bahkan sempat dibawa anaknya berobat ke Panjalu. Namun, setelah pulang kembali ke Mekarjadi, kondisi kesehatannya tidak juga membaik,” ungkap Dian saat dimintai keterangan.
Ia menambahkan, menurut keterangan keluarga, korban sempat menunjukkan tanda-tanda depresi berat.
“Beberapa kali korban pernah mencoba mengakhiri hidupnya, tetapi selalu berhasil diselamatkan oleh keluarga,” lanjutnya.
Ditemukan Tewas di Bawah Terik Matahari
Namun, nasib berkata lain. Siang itu, di bawah teriknya matahari, warga menemukan Aki ER dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Tubuhnya tergantung di dalam saung sederhana yang biasa digunakan warga untuk beristirahat usai bekerja di sawah.
Lokasi saung tersebut berada tak jauh dari kolam ikan milik warga, dan menjadi tempat yang cukup sepi pada siang hari.
Salah satu warga yang pertama kali melihat kejadian itu mengaku kaget dan langsung berteriak meminta pertolongan.
“Saya mau ambil air di kolam, tapi pas lihat ke saung, ternyata ada tubuh tergantung. Setelah dicek, ternyata Aki ER,” ujarnya dengan nada masih terguncang.
Proses Evakuasi dan Pemeriksaan Polisi
Tak lama berselang, Tim Inafis Polres Ciamis tiba di lokasi bersama petugas Babinsa, aparat desa, dan sejumlah warga.
Mereka segera melakukan proses identifikasi dan mengevakuasi jasad korban ke rumah duka.
Evakuasi berlangsung lancar meski sempat menarik perhatian warga yang berdatangan untuk memastikan kabar tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menyimpulkan, kematian Aki ER murni akibat gantung diri.
Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tragis tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi terhadap jenazah.
Mereka memilih segera memulangkan jasad korban untuk dimandikan, disalatkan, dan dimakamkan sesuai syariat agama.
Aparat kepolisian menghormati keputusan tersebut dan memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam peristiwa ini.
Kepergian Aki ER meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Semasa hidupnya, kakek berusia 80 tahun itu dikenal sebagai sosok yang ramah dan sering membantu tetangga.
Namun, penyakit asma yang dideritanya selama bertahun-tahun membuatnya semakin lemah secara fisik maupun mental.





