
Akses jalan warga di Dusun Nusasireum RT 32 RW 10, Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, sempat lumpuh setelah tembok penahan tebing (TPT) di halaman rumah warga ambruk.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (31/8/2025) malam sekitar pukul 19.00 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
TPT dengan tinggi sekitar 4 meter dan panjang 14 meter itu runtuh menutup jalur utama kampung.
Runtuhan material tidak hanya menghalangi aktivitas warga, tetapi juga mengancam rumah milik Atik (56) yang berada tepat di bawah tebing.
Alan Hariri, relawan Tagana Kabupaten Ciamis yang juga warga Desa Cibeureum, menjelaskan bahwa derasnya curah hujan sejak sore hari sekitar pukul 16.00 WIB menjadi penyebab utama runtuhnya TPT.
“Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp20 juta,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat warga setempat harus berjuang keras memulihkan kembali akses jalan.
Senin (1/9/2025) pagi hingga siang, masyarakat bersama aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan relawan Tagana bergotong royong menyingkirkan tumpukan batu serta tanah yang menutupi jalur kampung maupun halaman rumah warga.
Meski jalur sudah mulai terbuka, situasi di lokasi masih menyisakan kekhawatiran. Rumah Atik yang berada di bawah tebing rawan terdampak longsoran susulan apabila curah hujan kembali tinggi.
Untuk itu, warga berharap ada langkah penanganan lanjutan dari pihak terkait.
Selain pembersihan puing, kebutuhan darurat warga saat ini juga menjadi perhatian.
Menurut Alan, bantuan yang paling dibutuhkan berupa terpal untuk menutup area yang rawan longsor, paket sembako, serta dukungan kedaruratan lainnya.





