
Menjelang Tahun Baru Imlek 2026 yang jatuh pada 17 Februari mendatang, Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Kabupaten Ciamis menunjukkan makna toleransi yang sesungguhnya.
Tidak hanya fokus pada ritual ibadah, perayaan tahun 2577 Kongzili ini diwarnai dengan aksi sosial lintas agama di kawasan Kampung Kerukunan yang mencerminkan semangat persaudaraan.
Tahun Baru Imlek kali ini berada di bawah naungan Shio Kuda Api. Dalam filosofi Tionghoa, simbol ini merepresentasikan nilai kegairahan, keberanian, dan kecepatan bertindak.
Ketua MAKIN Ciamis, Andi Sanjaya, menegaskan bahwa momentum spesial ini harus dimanfaatkan untuk mempererat ikatan sosial.
“Momentum Imlek harus kita jadikan sarana meningkatkan persaudaraan dan kerukunan. Semangat ini selaras dengan nilai Shio Kuda Api yang penuh energi positif,” ungkap Andi saat ditemui di Gedung MAKIN Ciamis, Kamis (12/02/2026).
Aksi Nyata Jelang Perayaan Imlek 2026
Sebagai wujud nyata dari nilai kerukunan tersebut, pihak MAKIN menggelar rangkaian kegiatan sosial satu pekan sebelum hari H. Salah satu yang menarik perhatian adalah pembagian bingkisan makanan kepada warga yang membutuhkan.
Namun, yang paling menonjol adalah inisiatif mereka dalam merawat rumah ibadah agama lain. Andi menjelaskan bahwa pihaknya turut serta membersihkan kelenteng, masjid, hingga gereja yang berada di sekitar gedung MAKIN.
“Wilayah ini masuk dalam kawasan Kampung Kerukunan. Jadi, kami juga ikut membersihkan masjid sebelum umat Islam menggelar kegiatan Ramadan, dan membersihkan gereja sebelum perayaan Paskah,” jelas Andi.
Ritual Sembahyang dan Harapan Rohaniawan
Terkait agenda ritual, Andi memaparkan bahwa puncak ibadah akan dilaksanakan sehari sebelum perayaan.
“Pada tanggal 16 Februari 2026 nanti, sebelum Perayaan Imlek, kami akan menggelar ritual sembahyang. Rencananya, umat Konghucu dari Banjar dan Tasikmalaya juga akan turut hadir di sini,” tambahnya.
Senada dengan Andi, Rohaniawan MAKIN, Widi Prihatno, menekankan bahwa toleransi adalah DNA umat Konghucu dalam menyambut tahun baru.
“Kerukunan dan persaudaraan adalah nafas umat Konghucu dalam menyambut momentum Imlek. Tentu dalam keseharian, nilai-nilai persaudaraan ini harus terus kita pupuk tanpa henti,” pungkas Widi.





