Berita

Puskesmas Gelar Inspeksi, SPPG Banjarsari 2 Ciamis Jadi Pelopor Dapur MBG Bersertifikat Lengkap

Puskesmas Banjarsari Ciamis menggelar inspeksi sanitasi di SPPG Banjarsari 2. Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ini sukses kantongi 4 sertifikat wajib BGN.

SPPG Banjarsari 2 Ciamis menjadi fokus utama dalam pelaksanaan Inspeksi Sanitasi mendadak yang digelar oleh tim kesehatan Puskesmas Banjarsari pada Senin (25/5/2026).

Puskesmas Banjarsari mengambil langkah taktis guna memastikan mutu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Ciamis berjalan optimal.

Fasilitas dapur modern ini berlokasi strategis di Dusun Sukamaju, Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

Langkah proaktif dari pihak puskesmas ini bertujuan untuk memverifikasi kelayakan fasilitas pengolahan makanan demi menjaga higienitas pasokan pangan bagi masyarakat.

Inspeksi menyasar seluruh aspek, mulai dari kebersihan area memasak, tata kelola limbah, hingga standarisasi air bersih yang digunakan.

Sinergitas Puskesmas dan Komitmen Dapur MBG

Kepala SPPG Banjarsari 2 Ciamis, Gentur Widi Sundana, menyambut sangat baik agenda pemeriksaan berkala tersebut.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, dirinya menyampaikan bahwa pengawasan eksternal seperti ini justru membantu menjaga standar mutu operasional dapur.

Gentur secara antusias menyampaikan apresiasinya terhadap langkah taktis Puskesmas Banjarsari.

Menurutnya, inspeksi ini merupakan bentuk sinergitas nyata antar-lembaga demi memastikan Dapur MBG berjalan sesuai dengan standar baku yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Gentur, koordinasi yang solid antara pihak puskesmas sebagai pengawas kesehatan lingkungan dan pengelola dapur gizi sangat krusial.

Pasalnya, makanan yang diproduksi massal memiliki risiko kontaminasi tinggi jika tidak dipantau secara ketat dan profesional.

Satu-satunya Dapur MBG dengan 4 Sertifikat Wajib BGN

Lebih lanjut, Gentur mengungkapkan fakta menarik mengenai legalitas dan standar mutu kelayakan di fasilitas yang ia pimpin.

Baca Juga :  Refleksi Kemerdekaan, HMI Soroti Pertumbuhan Ekonomi Ciamis yang Melambat

Saat ini, SPPG Banjarsari 2 Ciamis tercatat sebagai satu-satunya dapur program gizi di Kecamatan Banjarsari yang berhasil mengantongi empat sertifikat kompetensi sekaligus dari instansi berwenang.

Sejak resmi beroperasi pada November 2025 lalu, manajemen SPPG Banjarsari 2 Ciamis terus berbenah dan melengkapi seluruh administrasi regulasi.

Komitmen ini dibuktikan dengan kepemilikan dokumen resmi yang diwajibkan oleh BGN untuk menjamin keamanan pangan berskala besar.

Empat sertifikat utama yang telah dimiliki oleh SPPG Banjarsari 2 Ciamis:

SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) dari Dinas Kesehatan.
Sertifikat Chef resmi untuk seluruh tenaga juru masak utama.
Sertifikat Halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Sertifikat HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point), sebuah standar internasional untuk sistem jaminan keamanan pangan.

Gentur mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian SPPG Banjarsari 2 Ciamis yang telah mengantongi empat sertifikat krusial tersebut sejak resmi beroperasi pada November 2025.

Menurutnya, pemenuhan dokumen ini merupakan bukti nyata bahwa pihaknya selalu mematuhi setiap regulasi ketat dari BGN.

Langkah tersebut juga menjadi wujud komitmen total manajemen dalam menyukseskan program nasional demi mewujudkan generasi emas Indonesia.

Prioritaskan Pangan Lokal dan Skema Pemetaan Ekonomi Petani

Ternyata, komitmen tinggi yang ditunjukkan oleh manajemen SPPG Banjarsari 2 Ciamis tidak berhenti pada urusan sanitasi dan higienitas semata.

Urusan bahan baku pangan juga menjadi perhatian serius demi menggerakkan roda ekonomi regional di Kabupaten Ciamis.

Gentur menegaskan bahwa pihaknya menempatkan pasokan pangan lokal dari wilayah setempat sebagai prioritas utama dalam rantai pasok harian dapur gizi mereka.

Baca Juga :  Viral! Cara Unik Kapolres Ciamis Hibur Pemudik Lebaran 2026, Sukses Usir Kantuk di Jalur Arteri

Kebutuhan karbohidrat, sayur, hingga protein sedapat mungkin diserap langsung dari ekosistem pertanian terdekat.

Gentur memaparkan secara detail bahwa pihaknya telah merancang Skema Pemetaan Penyerapan Pangan Lokal yang mandiri dan terstruktur.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata untuk menggeliatkan sektor usaha mikro di wilayah tersebut.

Melalui program ini, manajemen berharap dapat mendongkrak perekonomian para petani, pelaku UMKM, hingga pedagang tradisional di sekitar Banjarsari.

Melalui skema pemetaan ini, pasokan bahan baku makanan menjadi lebih segar karena memangkas rantai distribusi yang panjang.

Di sisi lain, para petani lokal mendapatkan kepastian pasar dengan harga yang adil dan kompetitif.

Pelopor Perizinan PBG Pertama di Kabupaten Ciamis

Mengakhiri perbincangan hangat dengan media, Gentur mengaku sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian tim internalnya.

Dirinya membeberkan bahwa fasilitas SPPG Banjarsari 2 Ciamis menjadi proyek percontohan karena menjadi SPPG pertama di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis yang secara resmi mengurus izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) ke dinas terkait.

Penyelesaian izin PBG ini membuktikan bahwa operasional bangunan tidak hanya aman dari sisi konsumsi pangan, namun juga legal dan memenuhi standar keselamatan infrastruktur bangunan gedung negara.

Gentur menyudahi perbincangan dengan menegaskan komitmen penuh manajemen untuk selalu patuh pada seluruh regulasi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Menurutnya, pemenuhan legalitas yang utuh ini menjadi fondasi penting agar seluruh tim dapat bekerja dengan tenang.

Dengan begitu, fokus utama mereka tidak akan terganggu dalam memberikan pelayanan gizi terbaik dan berkualitas bagi anak-anak sekolah.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca