
Program peremajaan kelapa di Kabupaten Ciamis resmi memasuki tahap pelaksanaan setelah sosialisasi kepada masyarakat dan para petani dinyatakan selesai.
DPKP Ciamis mulai melakukan penanaman 11 ribu pohon kelapa di wilayah Kecamatan Banjaranyar sebagai bagian dari agenda peremajaan perkebunan kelapa tahun 2025.
Kepala DPKP Ciamis, Ape Ruswanda, S.P, melalui Kepala Bidang Hortikultura, Ekawati Diah Utami, S.Hut, M.M, menjelaskan bahwa kegiatan lapangan resmi dimulai pada minggu ini setelah rangkaian sosialisasi dilakukan langsung ke masyarakat.
Sosialisasi tersebut meliputi penjelasan teknis penanaman, pola perawatan, hingga tujuan jangka panjang dari program peremajaan.
“Pada minggu ini kami mulai melakukan penanaman pohon kelapa sebagai bagian dari program peremajaan. Sosialisasi ke lapangan sudah terlebih dahulu kami laksanakan,” ujar Eka, Kamis (20/11/2025).
Menurut Eka, lokasi peremajaan yang dipilih berada di Banjaranyar dengan luas area mencapai 100 hektare.
Penanaman dilakukan secara terukur dengan komposisi tanam sekitar 110 pohon per hektare, sehingga jumlah total bibit yang ditanam mencapai 11 ribu pohon.
“Kurang lebih ada 110 pohon kelapa yang ditanam per hektare untuk program peremajaan tahun 2025 ini,” jelas Eka.
DPKP Ciamis memutuskan untuk menggunakan jenis kelapa dalam sebagai varietas yang ditanam di seluruh area peremajaan.
Pemilihan varietas tersebut bukan tanpa alasan, mengingat kelapa dalam dikenal memiliki produktivitas stabil, usia produktif lebih panjang, serta ketahanan yang lebih baik terhadap faktor lingkungan.
“Jenis kelapa yang kita tanam adalah kelapa dalam,” ujar Eka menegaskan.
Penetapan Banjaranyar sebagai lokasi prioritas peremajaan didasarkan pada kondisi lapangan yang menunjukkan bahwa sebagian besar pohon kelapa di wilayah tersebut sudah berusia tua. Banyak pohon bahkan sudah ditebang karena tidak lagi produktif.
“Di Banjaranyar banyak pohon kelapa yang usianya sudah tua dan ada yang sudah ditebang. Karena itu perlu dilakukan peremajaan agar terjadi regenerasi,” tutur Eka.
Eka memaparkan bahwa secara keseluruhan, Kabupaten Ciamis memiliki 11 ribu hektare lahan perkebunan kelapa yang membutuhkan peremajaan.
Namun, mengingat skala yang sangat luas, peremajaan tidak bisa dilakukan sekaligus dan harus dijalankan secara bertahap.
“Program ini dilakukan bertahap. Tahun ini ada bantuan dari pemerintah pusat melalui dana APBN yang mendukung pelaksanaan peremajaan kelapa 2025,” pungkasnya.





