
SMK Taruna Bangsa Ciamis terus menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan era digital melalui penguatan sistem pembelajaran berbasis teknologi.
Sekolah menengah kejuruan tersebut secara aktif mengoptimalkan pemanfaatan berbagai platform media sosial sebagai sarana pendukung pembelajaran, komunikasi, serta publikasi aktivitas pendidikan.
Kepala SMK Taruna Bangsa Ciamis, Wawan Setiawan, S.Pd., menyampaikan bahwa pemanfaatan media sosial telah menjadi bagian dari strategi sekolah dalam menciptakan proses belajar yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Berbagai platform digital digunakan secara terintegrasi, mulai dari YouTube, Facebook, Instagram, TikTok, hingga WhatsApp.
“Pemanfaatan media sosial kami lakukan secara optimal untuk mendukung pembelajaran. Seluruh platform digunakan untuk menampilkan dan mendokumentasikan kegiatan siswa, baik pembelajaran di dalam kelas maupun aktivitas di luar kelas,” ujar Wawan Setiawan, didampingi Ketua Yayasan SMK Taruna Bangsa Ciamis, Dani Wardana, S.Pd.
Sebagai sekolah kejuruan yang memiliki beragam program keahlian, SMK Taruna Bangsa Ciamis menyelenggarakan pendidikan pada jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TSM), Teknik Permesinan, Asisten Keperawatan, Farmasi Klinis dan Komunitas, serta Administrasi Perkantoran.
Digitalisasi pembelajaran diterapkan di seluruh jurusan guna meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.
Tidak hanya dimanfaatkan untuk pembelajaran, media digital juga digunakan sebagai sarana komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
Pihak sekolah membentuk grup WhatsApp orang tua wali sesuai dengan jumlah kelas yang ada.
Saat ini terdapat tujuh grup WhatsApp orang tua wali. Grup ini menjadi media komunikasi untuk penyampaian informasi, pengumuman, serta wadah masukan dan saran.
“Alhamdulillah, komunikasi berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi kemajuan pembelajaran,” jelas Wawan.
Dalam mendukung optimalisasi pembelajaran digital, SMK Taruna Bangsa Ciamis juga menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra strategis.
Sekolah telah bekerja sama dengan operator seluler Telkomsel serta perusahaan perangkat keras AX100 untuk menunjang kebutuhan infrastruktur teknologi.
“Fasilitas laboratorium komputer beserta perangkat lunak pendukung pembelajaran saat ini dimanfaatkan secara maksimal oleh para siswa,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wawan menegaskan bahwa penerapan digitalisasi di lingkungan sekolah bertujuan utama untuk meningkatkan kualitas lulusan.
Salah satu fokus utama sekolah adalah penguatan program magang industri serta peningkatan daya serap lulusan di dunia kerja.
“Program magang menjadi perhatian serius kami, seiring dengan orientasi sekolah terhadap kesiapan lulusan memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Bahkan, peluang kerja bagi lulusan SMK Taruna Bangsa Ciamis tidak hanya terbatas di dalam negeri.
Sekolah telah menjalin kerja sama dengan lembaga penyalur tenaga kerja yang membuka kesempatan bagi lulusan untuk bekerja di Jepang.
Sebagai bentuk persiapan, pembelajaran Bahasa Jepang dimasukkan ke dalam muatan lokal kurikulum.
Sementara itu, Ketua Yayasan SMK Taruna Bangsa Ciamis, Dani Wardana, S.Pd., menilai bahwa tingginya daya serap lulusan tidak terlepas dari konsistensi sekolah dalam menjalin kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sejak awal berdiri.
“Sejak tahun 2004, kami telah bekerja sama dengan berbagai mitra industri seperti Daihatsu, Honda, dan Adira. Melalui kemitraan ini, kami dapat menyesuaikan kualitas lulusan dengan standar kebutuhan industri,” ungkap Dani.
Ia menambahkan bahwa sekolah juga memiliki komitmen kuat dalam mendampingi siswa hingga tahap penempatan kerja.
Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab institusi pendidikan vokasi terhadap masa depan peserta didik.
Di sisi lain, Dani menjelaskan bahwa lulusan SMK Taruna Bangsa Ciamis tidak seluruhnya memilih berkarier di dunia industri.
Sebagian alumni juga berhasil meniti karier di bidang lain, seperti menjadi anggota TNI maupun membangun usaha mandiri.
Dalam hal penerimaan peserta didik baru, pihak sekolah menerapkan kebijakan yang terbuka dan inklusif.
SMK Taruna Bangsa Ciamis menyediakan program beasiswa bagi siswa yatim piatu sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan akses pendidikan serta dukungan terhadap program Wajib Belajar 12 Tahun.
“Ini merupakan bagian dari misi kami untuk mendukung peningkatan angka rata-rata lama sekolah sekaligus membantu program pemerintah di bidang pendidikan,” pungkas Dani Wardana.





