
Geliat industri kreatif di daerah kian menunjukkan tren yang sangat positif dan menjanjikan. Salah satu bukti nyatanya terlihat jelas dari perkembangan pesat sentra kerajinan Saung Cuklik Pamarican yang berlokasi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Kehadiran pusat produksi kriya kayu ini mendapat apresiasi langsung dari Anggota Komisi XI DPR RI, Drs. Agun Gunandjar Sudarsa Bc.IP., M.Si., saat meninjau langsung denyut nadi perekonomian masyarakat akar rumput.
Kunjungan kerja ini menyoroti bagaimana inovasi generasi muda mampu menggerakkan roda ekonomi lokal secara mandiri.
Saat berkunjung ke sentra kerajinan tangan berbahan dasar kayu tersebut, tokoh nasional yang akrab disapa Kang Agun ini mengaku sangat mengikuti perjalanan dan proses berkembangnya usaha lokal ini.
Baginya, melihat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mampu bertahan dan terus memproduksi karya berkualitas adalah sebuah pencapaian yang patut dibanggakan.
Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat krusial untuk menjaga keberlangsungan ekosistem bisnis rintisan ini.
Ringkasan Berita
Apresiasi Tinggi untuk Mahakarya Pemuda Desa
Dalam kunjungannya, Kang Agun secara khusus menyoroti kualitas pengerjaan produk yang dinilai sangat apik, presisi, dan rapi.
Ia bahkan telah membuktikan sendiri kualitas tersebut melalui pesanan khusus yang pernah ia buat.
Sentra kerajinan Saung Cuklik Pamarican sebelumnya telah sukses membuatkan mahakarya berupa gong kayu dan patung macan dengan ukiran yang sangat detail untuk legislator tersebut.
Menariknya, motor penggerak di balik karya-karya bernilai seni tinggi ini sebagian besar adalah kalangan anak-anak muda setempat.
Keterlibatan generasi milenial dalam melestarikan seni kriya kayu tentu menjadi angin segar bagi regenerasi pengrajin di Ciamis.
“Saya datang langsung ke sini karena ingin memberikan motivasi lebih kepada mereka,” ujar Kang Agun dengan penuh semangat saat berdialog dengan para pekerja.
Sentuhan Teknologi Mesin PSBI Tingkatkan Kapasitas Produksi
Lebih lanjut, Kang Agun mengungkapkan bahwa perkembangan pesat sentra kerajinan ini tidak lepas dari intervensi program pemberdayaan ekonomi.
Sentra kerajinan Saung Cuklik Pamarican tercatat telah mendapatkan manfaat nyata dari Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).
Bantuan strategis tersebut hadir dalam bentuk pengadaan mesin produksi modern yang sangat dibutuhkan oleh para pengrajin.
Pemberian bantuan mesin dari PSBI ini memiliki tujuan jangka panjang yang sangat jelas.
Menurut Kang Agun, transisi dari alat tradisional menuju peralatan semi-otomatis bertujuan agar proses produksi kerajinan kayu bisa berjalan jauh lebih cepat dan efisien.
Dengan adanya mesin tersebut, para pengrajin tidak hanya bisa menekan biaya dan waktu operasional, tetapi juga mampu menjaga standar kualitas produk saat menerima pesanan dalam partai besar.
Ragam Produk Unggulan Saung Cuklik Pamarican
Kualitas sarana produksi yang meningkat berbanding lurus dengan diversifikasi produk yang mampu dihasilkan.
Ketua Sentra Kerajinan Saung Cuklik Pamarican Ciamis, Epul, menjelaskan bahwa mayoritas barang yang diproduksi oleh timnya saat ini merupakan produk pesanan khusus (kustom) dari berbagai daerah.
Hal ini membuktikan bahwa daya saing produk lokal Ciamis sudah mulai diakui oleh pasar yang lebih luas.
“Ada berbagai macam pesanan yang masuk, mulai dari tongkat, gong, wayang golek, patung macan, dan masih banyak karya seni lainnya,” papar Epul.
Di samping melayani pesanan khusus berukuran besar, bengkel kerajinan ini juga memiliki lini produksi barang harian.
Aktivitas rutin para pengrajin mencakup pembuatan padud (pipa tembakau tradisional), berbagai alat pancing, cinderamata khas daerah, hingga piala kayu untuk berbagai perlombaan.
Solusi Cerdas Menghadapi Tantangan Ekonomi
Kehadiran pusat kerajinan ini tidak sekadar menjadi tempat berkreasi, melainkan juga menjelma menjadi tulang punggung perekonomian warga.
Epul mengungkapkan bahwa di tengah situasi ekonomi yang fluktuatif, kegiatan produksi yang konsisten di Saung Cuklik Pamarican menjadi salah satu solusi paling efektif dalam menciptakan lapangan kerja.
Penyerapan tenaga kerja lokal ini sangat membantu warga sekitar dalam mempertahankan daya beli mereka.
Menurut pengakuan Epul, berkat adanya suntikan bantuan mesin operasional dari PSBI, omzet dan kecepatan produksi kerajinan meningkat tajam.
Efisiensi waktu ini memungkinkan para pengrajin untuk mengambil lebih banyak pesanan tanpa khawatir kelelahan fisik atau keterlambatan tenggat waktu penyelesaian.
Menutup perbincangannya, Epul mewakili seluruh pengrajin menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Kang Agun.
Ia menilai sosok Kang Agun sebagai wakil rakyat yang selalu konsisten memberikan motivasi, turun langsung ke lapangan, dan memikirkan solusi nyata bagi pemberdayaan ekonomi rakyat kecil di daerah pemilihannya.





