
Tokoh nasional sekaligus Anggota DPR RI Komisi XIII Daerah Pemilihan Jawa Barat X, Dr. H. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc., IP., M.Si., memberikan respon positif yang luar biasa terhadap terobosan pembinaan di daerah.
Secara terbuka, Agun Gunandjar apresiasi kemandirian Lapas Ciamis yang dinilai berhasil melahirkan metode pembinaan humanis dan edukatif bagi para warga binaan pemasyarakatan melalui instrumen seni budaya.
Pernyataan bernada optimis tersebut ditegaskan oleh Agun saat dihubungi langsung oleh redaksi reportasee melalui saluran telepon selulernya pada Senin, 15 Juni 2026.
Ia mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas komitmen Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Ciamis beserta jajaran yang konsisten membangun kolaborasi lintas sektoral.
Sinergi ini dinilai menjadi kunci utama dalam mengubah stigma negatif masyarakat terhadap warga binaan.
Menurut politisi senior tersebut, pembinaan mental dan kemandirian tidak boleh hanya sekadar menjadi slogan di atas kertas.
Melalui langkah nyata di lapangan, aksi Agun Gunandjar apresiasi kemandirian Lapas Ciamis ini diharapkan mampu memicu semangat instansi lain untuk ikut terlibat aktif.
Pembinaan berbasis talenta dinilai efektif memberikan bekal psikologis positif agar warga binaan siap kembali ke tengah masyarakat kelak.
Ringkasan Berita
Panggung Mahakarya Harmoni Tanpa Batas di Lokasana
Sebagai bentuk implementasi konkrit dari kolaborasi tersebut, Lapas Kelas IIB Ciamis menggelar festival kolaborasi musik akbar bertajuk “Harmoni Tanpa Batas: Suara yang Tak Terpenjara”.
Panggung mahakarya ini dirancang khusus sebagai wadah bagi para warga binaan untuk menampilkan karya musik terbaru hasil kreativitas mereka sendiri.
Acara monumental ini digelar secara terbuka di Taman Lokasana Ciamis pada Selasa malam, 16 Juni 2026.
Melalui pagelaran seni yang inklusif ini, publik dapat melihat langsung bukti nyata dari hasil pembinaan watak yang dilakukan di dalam jeruji besi.
Langkah Agun Gunandjar apresiasi kemandirian Lapas Ciamis didasarkan pada fakta bahwa kreativitas manusia tidak akan pernah bisa terpenjara oleh ruang fisik.
Kegiatan ini menjadi pendorong motivasi yang luar biasa bagi seluruh warga binaan agar tetap memiliki semangat hidup yang menyala.
Kemeriahan festival ini semakin berlipat ganda dengan kehadiran deretan bintang tamu legendaris berskala nasional dan regional.
Musisi kondang Charly Van Houten dari Setia Band serta maestro pop Sunda Yayan Jatnika dipastikan mengguncang panggung utama Taman Lokasana.
Kehadiran para seniman besar ini menjadi bentuk dukungan moril konkrit terhadap proses pemulihan sosial yang sedang berjalan di Kabupaten Ciamis.
Selain menampilkan bintang tamu utama, panggung Harmoni Tanpa Batas juga menjadi ruang unjuk gigi bagi potensi lokal terbaik.
Sejumlah grup musik dan sanggar seni dipastikan tampil prima, di antaranya Amora Band, QR Project, serta performa kebudayaan dari Sanggar Seni Lingga Purbasari Ciamis.
Kebanggaan publik semakin lengkap karena gerakan Agun Gunandjar apresiasi kemandirian Lapas Ciamis ini juga didukung penuh oleh Mamang Day dari Polres Ciamis serta Pojok Musik Lapas Ciamis.
Sinergi Lintas Sektoral Memperingati Hari Jadi Ciamis
Lebih lanjut, Agun Gunandjar menambahkan bahwa festival kolaborasi musik antar-instansi yang berbeda ini memperlihatkan sinergitas yang luar biasa kokoh.
Kerja sama harmonis ini sengaja dipersembahkan untuk memeriahkan momentum Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 sekaligus menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah.
Keberhasilan acara publik ini menjadi tolok ukur baru dalam sistem integrasi sosial di Jawa Barat.
Namun, Agun yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Purnabakti Pemasyarakatan Indonesia mengingatkan agar momentum ini menjadi awal dari program jangka panjang.
Ia berpesan secara khusus kepada manajemen Lapas Ciamis agar terus memperluas jaringan kerja sama pasca-acara ini selesai.
Wujud nyata Agun Gunandjar apresiasi kemandirian Lapas Ciamis harus diteruskan dalam bentuk penyerapan tenaga kerja yang riil di sektor riil.
Agun mendorong Lapas Ciamis untuk memperkuat kemitraan strategis dengan pihak swasta yang memiliki kemampuan menyediakan lapangan pekerjaan di masa depan.
Di samping itu, kolaborasi dengan lembaga formal seperti sekolah, perguruan tinggi, hingga pondok pesantren juga harus segera diakselerasi.
Jaringan pendidikan ini penting untuk memberikan peluang beasiswa lanjutan bagi warga binaan yang ingin meneruskan sekolah atau kuliah.
Kesempatan Kedua Melalui Keterampilan Kemitraan
Penyediaan akses pendidikan dan lapangan kerja dinilai menjadi pilar utama dalam menyempurnakan ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.
Ketika mantan narapidana memiliki sertifikasi keahlian yang diakui, mereka tidak akan lagi terjebak pada lingkaran kriminalitas masa lalu.
Semua skema terpadu ini menjadi alasan fundamental mengapa Agun Gunandjar apresiasi kemandirian Lapas Ciamis secara total dan konsisten.
Pada akhir sesi wawancara, Agun menyampaikan kekagumannya terhadap hasil karya seni berupa musik yang diciptakan oleh warga binaan.
Ia menilai hasil karya tersebut menunjukkan bahwa di dalam keterbatasan, mereka terbukti mampu menguasai keahlian baru yang bernilai tinggi.
Pembuktian positif ini berhasil mematahkan pandangan miring masyarakat terhadap eksistensi lembaga pemasyarakatan.
Melalui pagelaran seni Harmoni Tanpa Batas, mata dunia kini terbuka bahwa setiap manusia berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk bertobat dan berkarya.
Komitmen Agun Gunandjar apresiasi kemandirian Lapas Ciamis ini diharapkan menjadi inspirasi nasional bagi model pembinaan hukum yang humanis.
Ketika seluruh elemen bangsa bersatu memberikan dukungan, Lapas akan menjelma menjadi pusat inkubasi peradaban baru yang mandiri, kreatif, dan bermartabat.





