
Di tengah riuh perayaan ulang tahun ke-37 Perumdam Tirta Galuh Ciamis, ada pemandangan yang begitu mengharukan. Puluhan anak yatim piatu hadir dengan wajah polos penuh harapan.
Mereka duduk rapi di aula Kantor Pusat Perumdam, menanti giliran menerima santunan yang diberikan perusahaan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Bagi mereka, santunan ini bukan hanya soal materi. Lebih dari itu, perhatian dan kasih yang diberikan menjadi pengingat bahwa masih banyak tangan yang peduli di sekitar mereka.
Senyum malu-malu yang tersungging di wajah mereka seolah menjadi hadiah tak ternilai di tengah rangkaian acara ulang tahun perusahaan ini.
Acara yang digelar pada Jumat (1/8) itu diisi dengan doa bersama dan tausiyah dari KH Nonop Hanafi dari Pesantren Miftahul Huda 2, Bayasari, Jatinegara, Ciamis.
Dalam ceramahnya, KH Nonop mengajak semua yang hadir untuk merenungkan nilai kebersamaan dan pentingnya berbagi.
“Semoga pelayanan yang diberikan Perumdam Tirta Galuh menjadi ladang keberkahan. Begitu pula doa dari anak-anak yatim ini, semoga menjadi penyemangat bagi perusahaan untuk terus maju,” ujarnya penuh kelembutan.
Doa khusyuk dari anak-anak yatim itu membuat suasana berubah haru. Beberapa karyawan tampak menahan air mata, terenyuh melihat kepolosan mereka yang dengan tulus mendoakan kemajuan perusahaan.
Direktur Perumdam Tirta Galuh, Amsi Yudi Purwanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata tanggung jawab sosial perusahaan.
“HUT ke-37 ini bukan hanya perayaan, tetapi momentum untuk berbagi kebahagiaan. Sebagai BUMD, kami bukan hanya hadir untuk melayani air bersih, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk mereka yang membutuhkan,” katanya.
Acara ini dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. Andang Firman Triyadi, MT, yang juga Dewan Pengawas Perumdam Tirta Galuh.
Ia menilai langkah ini sebagai contoh nyata bagaimana perusahaan daerah bisa hadir lebih dekat dengan masyarakat.
“Inilah makna sebenarnya dari keberadaan BUMD. Tidak hanya bicara tentang bisnis, tetapi juga kepedulian. Perumdam Tirta Galuh telah menempatkan kemanusiaan sebagai bagian dari perjalanannya,” ungkap Andang.
Seusai menerima santunan, seorang anak yatim tampak menggenggam erat amplop kecil di tangannya sambil tersenyum.
Senyum sederhana itu menjadi cerminan makna yang lebih besar: bahwa kepedulian sekecil apapun bisa menumbuhkan rasa bahagia bagi yang menerimanya.
Perayaan ulang tahun kali ini bukan hanya menjadi catatan usia ke-37 Perumdam Tirta Galuh, tetapi juga menjadi cerita tentang bagaimana perusahaan membangun ikatan emosional dengan masyarakat yang mereka layani.





