
Kejuaraan Atletik SAGC Championship 2025 yang digelar di Stadion Atletik Prabu Linggabuana, Linggasari, Kabupaten Ciamis, menjadi gambaran nyata arah pembinaan atletik yang berjenjang dan berkelanjutan.
Ajang yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 20–21 Desember 2025 ini, tidak hanya menghadirkan persaingan prestasi, tetapi juga memperlihatkan hasil proses pembinaan atlet dari usia dini hingga level umum.
Diselenggarakan oleh Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Ciamis, kejuaraan ini diikuti 1.034 atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
Peserta tidak hanya berasal dari Jawa Barat, tetapi juga datang dari Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten.
Skala peserta yang besar menjadikan SAGC Championship 2025 sebagai event atletik terbesar yang pernah digelar di Stadion Atletik Prabu Linggabuana sejak stadion bertaraf internasional tersebut diresmikan pada awal 2022.
Ketua Pengcab PASI Ciamis, Dr Aef Saefullah, menyampaikan bahwa mayoritas peserta berasal dari Jawa Barat. Dari total atlet yang bertanding, 953 atlet merupakan perwakilan daerah di Jawa Barat.
Menurutnya, tingginya partisipasi tersebut mencerminkan keseriusan pembinaan atletik di tingkat daerah, khususnya pada jenjang usia pelajar.
SAGC Championship 2025 mempertandingkan 40 nomor lomba atletik yang dibagi ke dalam dua kategori utama.
Kategori pertama adalah kejuaraan kelompok usia tingkat pelajar, yang mencakup jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.
Kategori kedua adalah kejuaraan atletik umum atau open tournament, yang menjadi wadah bagi atlet non-pelajar untuk berkompetisi.
Pembagian kategori tersebut, menurut PASI Ciamis, dirancang untuk memastikan kesinambungan pembinaan atlet.
Atlet pelajar mendapatkan ruang kompetisi sesuai tahapan usia dan kemampuan, sementara atlet umum memperoleh ajang untuk menguji hasil pembinaan lanjutan dan menjaga performa kompetitif.
Tidak hanya fokus pada atlet, pembinaan juga dilakukan terhadap perangkat pertandingan.
Sebelum kejuaraan ini digelar, PASI Ciamis telah melaksanakan pelatihan dan workshop wasit atletik dalam dua tahap.
Total 160 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Hasilnya, Kabupaten Ciamis kini memiliki 160 juri dan wasit atletik bersertifikat yang siap mendukung penyelenggaraan kejuaraan secara profesional.
Langkah ini dinilai sebagai bagian penting dari sistem pembinaan atletik yang utuh.
Keberadaan wasit dan juri yang kompeten menjadi penopang utama terciptanya pertandingan yang adil, objektif, dan berkualitas.
Kejuaraan Atletik SAGC Championship 2025 secara resmi dibuka oleh Bupati Ciamis, Dr H Herdiat Sunarya, MM.
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menegaskan bahwa kejuaraan ini memiliki peran strategis dalam proses pembinaan atletik daerah.
Menurutnya, SAGC Championship bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan media evaluasi hasil pembinaan atlet yang dilakukan secara berkelanjutan, konsisten, dan terukur.
Dari ajang ini, dapat terlihat sejauh mana program pembinaan berjalan serta potensi atlet yang layak dipersiapkan ke jenjang lebih tinggi.
Bupati Herdiat juga menyampaikan harapannya agar dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.
Ia bahkan menargetkan terjadinya pemecahan rekor nasional dalam salah satu nomor atletik yang dipertandingkan.
Selain prestasi atlet, ia menekankan pentingnya profesionalisme perangkat pertandingan. Bupati Herdiat mengingatkan agar seluruh wasit dan juri menjalankan tugas dengan jujur dan bertanggung jawab.
“Saya tidak ingin mendengar ada atlet yang merasa dirugikan atau kecewa karena kepemimpinan wasit dan juri yang tidak profesional dan tidak jujur,” tegasnya.
Dengan dukungan fasilitas stadion berstandar internasional, sistem pembinaan atlet yang berjenjang, serta kesiapan wasit dan juri profesional, SAGC Championship 2025 menjadi etalase penting pembinaan atletik di Kabupaten Ciamis.
Kejuaraan ini sekaligus menegaskan komitmen daerah dalam membangun fondasi prestasi atletik yang berkesinambungan dari tingkat pelajar hingga level kompetisi terbuka.





